RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 16


__ADS_3

Sore itu aku tengah menonton televisi bersama Papi . Seperti biasa aku berbaring di pahanya. Papi mengusap - usap rambutku dengan lembut . Terkadang aku tertidur di pahanya lalu Papi menggendongku ke tempat tidur.


Aku memang lebih dekat ke papi ketimbang ke mami . Dengan papi aku merasa aku bisa menjadi diriku sendiri .Aku berani curhat masalah apapun dengan Papi ketimbang ke Mami.


Masalah uang pun aku lebih berani minta ke Papi dari pada ke mami ... dan aku lebih suka minta ke Papi karena kalau Papi ngasih jumlahnya banyak ...hehehe


Papi tidak pernah mempersoalkan masalah uang yang telah diberi itu habis untuk apa.Yang jelas Papi percaya aku tidak akan menyia - nyiakan kepercayaannya.


"Kariin ... ada temanmu Nita datang " ucap mbak Ani


"Lhoo ...mana dia mbak ??? " tanyaku


"Itu di luar " ucap mbak Ani


Aku pun bangun dan segera keluar menemui Nita di luar .


"Ada apa Nit ??" tanyaku


"Rin ...katanya kamu mau daftar lomba bulu tangkis ya ... ??" tanya Nita


"Iyya Nit ...kenapa emangnya ??" tanyaku bingung


"Bersiaplah ... kita daftar ...dan aku temenin kamu ke lapangan olahraga tempat kamu bisa latihan " ucap Nita


"Hemmm....aku minta ijin papiku dulu yaa " ucapku lirih


"Oke buruan yaa Riinn " ucap Nita


Aku mengangguk dan masuk ke ruang keluarga . Papi masih disitu asyik menonton.


"Pi ...aku mau daftar lomba bulutangkis dulu yaa " ucapku lirih


"Sama siapa nak ???" tanya papi menatapku


"Nita pi ...diantar supirnya " ucapku lirih

__ADS_1


"Hati - hati ya nak ...ingat jangan keluyuran !!!" ucap Papi


"Siaap Komandan " ucapku


Aku ke depan dan mengajak Nita ke kamar ku .Aku pun bersiap -siap berganti bajuku dengan pakaian olahraga .Aku memakai kaos dan legin serta sweter berwarna hitam.


"Kariin ... kamu pecinta warna hijau ya ??" tanya Nita


"Hemmm " ucapku seraya mengenakan sepatu


"Kamarmu ini serba hijau... keren " ucap Nita



"Makasih Nit ... tapi pastinya lebih bagus dan luas kamarmu lah Nit... kamarku hanya sederhana lhoo " ucapku tersipu


"Aakhh gak juga ... kamarku memang luas tapi biasa aja kok " ucap Nita


"Tapi pasti ada kamar mandinya kan ???? lha kamar aku gak ada Nit " ucapku


"Hahaha .... Ayo Nit ...nanti keburu sore " ucapku menarik lengan Nita keluar dari kamar


"Aku merasa adem Rin di kamarmu ini... betah banget rasanya " ucap Nita tersipu


"Kamu boleh kapan aja main kesini Nit ... nginap pun boleh aja " ucapku lirih


"Aku akan sering main kemari pokoknya " ucap Nita


Aku hanya tersenyum . Aku dan Nita keluar kamar . Papi ternyata telah berdiri di ruang tamu .Aku pun mencium tangannya , Nita pun melakukan hal yang sama .


"Nak ... ini uang untuk kamu pakai " ucap papi menyodorkan beberapa lembar uang seratus ribuan


"Makasih Pi " ucapku mengambilnya


"Hati - hati nak ...cepat pulang yaa... jangan malem - malem pulangnya " ucap Papi

__ADS_1


"Iyya papiiii ....tenang aja " ucapku


Aku dan Nita pun berjalan ke arah mobilnya . Sopirnya pun membukakan kami pintu mobil.


"Kariin ... kamu mau kemana ???" tanya Mami yang baru turun dari mobil


"Mi ...aku pergi bentar ya ...mau daftar lomba bulutangkis sekalian latihan mi " ucapku berteriak dari dalam mobil.


Mami pun mendekat ke mobilnya Nita. Dia menengok ke dalam mobil.Seperti mengecek sesuatu .


"Oohh iyya nak ...uangmu ada gak nak ??" tanya mami sembari celingak celinguk ke mobil.


"Ada kok Mi ...tadi papi udah kasih " ucapku tersenyum


"Ya sudah sana...hati- hati yaaa " ucap Mami


"Pergi dulu tante " ucap Nita


"Iyya ... jangan keluyuran yaaa " ucap Mami


Mobil pun bergerak perlahan . Pak supirnya Nita melajukan mobil dengan kecepatan sedang .


"Kamu beruntung bangettt Riin " ucap Nita


"Kenapa Nit ...kok kamu ngomong gitu ?" tanyaku


"Kamu tuh punya orang tua yang peduli dengan kamu ...sayang kamu ....mau pergi gini aja mereka sangat khawatir .... sedangkan aku ...kedua orang tuaku tuh sibuk dengan diri mereka masing - masing " ucap Nita berkaca - kaca .


"Kamu yang sabar ya Nit ... mulai sekarang kamu bisa anggap keluargaku itu keluargamu " ucapku lirih.


Aku merasa iba pada Nita . Aku pun memeluknya . Aku baru tahu jika selama ini Nita kurang mendapat perhatian dari orang tuanya .Aku selama ini berfikir hidup Nita enak dan bahagia karena terlahir di keluarga yang sangat kaya.


NB.


#Mohon Kritik dan saran

__ADS_1


#Mohon Like , koment dan votenya 😍


__ADS_2