
Ku pandang sesaat diriku di cermin . Ku putar perlahan tubuhku ke kanan dan kekiri bergaya bak seorang model . Senyumku mengembang melihat indahnya gaun berwarna sage yang kini terpasang di tubuhku .Begitu cocok terlihat ukurannya melekat di tubuhku.
Ku padukan dengan sepatu high hells diameter 7 cm berwarna hitam yang bisa menambah rasa percaya diriku. Untung saja tidak lupa kak Any memasukkan sepasang sepatu high hells kesayanganku ini . kalau tidak aku pasti akan kebingungan lagi .
Perlahan pintu kamarku di ketuk seseorang . Ku raih tas mungil berwarna hitam yang tergeletak di atas meja .Kutarik handle pintu kamar .Ternyata kak Bram berdiri didepan kamarku. Dia termangu menatap ke arahku
"Halooo kak Braaam " ucapku seraya menepuk lengannya pelan
" Ehh Maaf ... Aku begitu takjub melihat kesayanganku cantik banget ... " puji kak Bram
" Ahh kak Bram " Desahku menahan rasa malu
" Cieee yang mukanya merah karena malu " Goda kak Bram
"Ihhh apaan sih kak Bram ini " Ucapku dengan wajah memerah
"Kamu udah siap rupanya Rin " ucap kak bram
" Hemmm ... tapi kok kak Bram bisa datang tiba - tiba ???" Tanyaku heran seraya menautkan kedua alisku
" Yaa sayang ... kamu gak senang ya kalau aku pulang ??? Apa kamu lagi nunggu seseorang datang ??? " Tanyanya seraya menatapku tajam
" Ya gak gitu maksudku kak ... Kan tadi sewaktu ditelfon kakak ngomong sibuk jadi gak bisa pulang " Ucapku menunduk
" Hemm ... Iyya aku pulang karena ganti baju soalnya udah dari kemaren gak ganti ... tapi ini juga udah mau balik lagi " ucap kak Bram
"Ohh gitu ... trus gimana masalah kemaren yang salah ketik tanggal , apa udah beres ???" Tanyaku penasaran
"Udah sayang ... pelanggan yang pesan lumayan puas ...itu semua berkat ide kamu lho Rin..... Kamu ini keren banget pokoknya bener- bener keren ... makasih ya sayang kamu tuh idaman pokoknya " Pujinya seraya tersenyum dan mengusap pucuk rambutku
__ADS_1
"Akhh kak Bram mulai dech lebay banget gitu gombalannya " ucapku lirih
"Hemm tapi kok kamu manggil aku kakak terus sih " ucapnya merajuk
"Trus mau dipanggil apa kak ? abang ? Mas ? Aa ? " tanyaku
" Gak usah macam-macam ... Manggil sayang aja gitu biar aku tuh berasa di charge jadi semangaat " ucap kak Bram
"Hemm ... klau kak Bram ngomongnya ngaco terus aku gak mau lho ngomong sama kakak lagi " ucapku kesal
"Heheheh ... ya udah ... aku akan nunggu sampai kamu siap manggil aku dengan kata sayang kayak dulu lagi " Ucapnya
" Hemmmm "
"Oh ya Rin aku udah mau pergi ...apa kamu mau ikut bareng aku ... sekalian nanti aku antar kamu ???" ucap kak Bram menawarkan
"Ehh ... maaf kak kayaknya aku bareng sama yang lain aja ya ... soalnya aku gak tau juga tempatnya tuh dimana " ucapku lirih
"Siip kak ...makasih ya " ucapku tersenyum
" Sama - sama sayangku ... jangan lupa kamarnya kamu kunci dan nanti hubungi aku kalau kamu udah pulang " ucap kak Bram seraya melangkah pergi
"Ok kak siap " Ucapku
Kak Bram berbalik badan dan tersenyum memamerkan kedua lesung pipinya . Aku terdiam memandangi tubuhnya menuruni tangga hingga menghilang dari pandangan. Aku lalu bergegas mengunci pintu kamar dan melangkah ke teras lantai dua .
Kulihat kak Bram mengeluarkan mobilnya dari garasi. Dia menengok ke atas dan tersenyum ke arahku. Aku balas tersenyum dan melambaikan tangan kearahnya .Terdengar dia membunyikan klakson mobilnya lalu melajukan mobil miliknya perlahan menjauh dari kediamannya .
Nampaknya dia memang terburu - buru . Jika tidak dia pasti akan bersikeras mengantarku . Perlahan ku melangkah menuruni anak tangga satu persatu .
__ADS_1
Dilantai bawah terdengar Kak Amri tengah mengobrol dengan Teman - Teman yang lain .Mendengar langkah kakiku yang mendekat mereka semua mengalihkan pandangannya kearahku.
"Ehh karina ... kamu cantik banget " ucap kak Amri seraya matanya tak lepas menatapku
Aku hanya tersenyum seraya mengedarkan pandanganku mencari seseorang .
"Kamu cari Verdy ya Rin ???" Tanya kak Amri
Aku hanya mengangguk
"Verdy blum keluar dari kamar ... Entah tuh anak macam anak gadis dandannya lama "
Hahahahaha semua tertawa mendengar omongan kak Amri . Namun aku hanya tersenyum.
"Amri ... Apaan sih kamu " ucap kak Verdy yang tiba -tiba muncul di belakang ku
Perlahan aku membalik badan .Dan pandangan kami bertemu .Kak Verdy terdiam menatapku seakan tak berkedip .
"Cieeeeee ada yang terpesona .... Cieeee " ledek kak Amri
"Terpesonaaaa nichhhh yeeeee" Ledek yang lain
Kak Verdy gak perduli dengan ledekan mereka . Dia tetap saja menatapku dan tersenyum . Aku pun tersipu ... Hari ini kak Verdy nampak begitu gagah mengenakan kemeja panjang berwarna biru dan celana jeans hitam serta sepatu pantofel berwarna hitam. Kami saling tatap cukup lama.
"Sampai kapan nich mau tatap-tatapan gitu ??? Jadi berangkat gak kita atau nungguin orang yang lagi pacaran " goda kak Amri
Kami pun tersadar . Kak Verdy pun meraih tanganku dan menggenggamnya lalu kami berlalu dan bergegas naik ke atas bus meninggalkan mereka yang masih saja bersorak meledekin kami berdua.
NB
__ADS_1
# Mohon kritik dan Sarannya
# Mohon like dan koment