RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 79


__ADS_3

Kak Verdy mengulurkan tangannya memberiku sebotol air mineral .Kulihat ia pun memegang botol lain dan meneguknya .Aku termangu melihat leher putihnya yang bergerak saat menelan air.


" Verdy ... Karina...permainan kalian hebat " Puji pak Ilham


" Terima kasih pak " ujar Kak Verdy


" Babak kedua kalian musti lebih hati - hati bermain supaya tidak longset karena jika sampai terjadi longset itu akan menguras tenaga kalian lebih banyak... apalagi saya perhatikan kaki Karin masih belum benar - benar pulih"


" Saya pasti akan berusaha semampu saya pak " ucap Kak Verdy meyakinkan


Aku hanya terdiam mendengar obrolan pak Ilham dan kak verdy ... karena aku merasa bersalah melihat Kak Verdy yang begitu nampak melindungiku dalam permainan tadi. Dia tidak membiarkanku bermain kayak biasa .


Sejujurnya aku agak merasa risih karena lebih banyak kak Verdy yang bermain dalam permainan tadi. sedangkan aku cuman disuruh berjaga di depan .


" Yang terpenting itu kekompakan kalian ... saya rasa kalian Sudah lebih tau karena kalian kan sering latihan bersama " ucap pak Ilham


" Iyya pak ... kami pasti akan bermain semampu kami " ujar Kak Verdy


" Oke ... saya percaya sama kalian berdua "


" Makasih banyak pak ... Doakan supaya kami bisa memenangkan pertandingan ini " ucap kak Verdy


"Pasti saya berdoa yang terbaik untuk kalian dan tim kita "


" Aamiin ...Makasih pak " ucap kami


" Sama- sama ... Semangaat " ucap pak Ilham seraya mengepalkan tangannya


Wasit meniup pluit tanda babak kedua akan segera dimulai. Wasit pun telah kembali di tempat duduknya . Kak Verdy meletakkan air mineral yang dipegangnya di samping tas raketnya .


" Ayo Rin kita lanjutkan lagi pertandingannya"


" Kak tunggu ." panggilku lirih


" Yaaa ... kenapa Rin ???" Jawabnya lembut


" Kak bisa gak kalau nanti kita bermain seperti biasa ???" ucapku ragu


" Gimana maksud kamu ???" Tanya kak Verdy


" Itu Kak ... aku agak merasa gak nyaman aja kalau cuman menunggu didepan sedangkan kakak berjuang sendiri Dibelakang ... Aku kasihan lihat kakak " ucapku lirih

__ADS_1


"Tapi Rin ... kamu besok akan bertanding lagi single ...kamu itu butuh tenaga lebih banyak ... kalau hari ini kamu kelelahan aku khawatir ...kaki kamu kan masih sakit " ucap kak Verdy seraya menggenggam tanganku


"Aku baik- baik aja kok kak percayalah ... rasanya gak enak banget ... kita ini satu tim tapi kak Verdy saja yang berjuang " ucapku


" Hemm ... ok tapi kalau nanti saat bermain kamu merasa kaki sakit... pokoknya kamu langsung kedepan aja ya " Ucap kak Verdy mengalah


" Siaap kak ... Makasih ya "


" Iya Rin ... ingat ya Rin kakimu kalau terasa sakit jangan dipaksa " Ucap kak Verdy lagi mengingatkan


" Ok kak ... makasih banyak ya kakak "


" Sama - sama "


Kami pun tersenyum ...dan tiba - tiba kak Verdy berjongkok dihadapanku . Dia mengikat tali sepatuku yang terlepas dan aku cukup merasa terkejut .


" Kak ... Ngapain ??? Gak usah kak ... Biar aku aja ... kak gak enak diliatin orang " ucapku


" Hemmmm ... biar aja orang ngeliat" Gumam kak Verdy


" Aduh kak malu kak ... " Ucapku lirih


" Hemm ...Makasih kak" Ujarku


" Sama - sama ... ingat ya kakimu jangan dipaksa kalau sakit ... hari ini kita bermain berdua masih ada aku ...besok kamu bermain sendiri kalau kakimu sakit gak ada yang bantu kamu Rin ... jadi hari ini jangan dipaksain " Ucap kak Verdy panjang lebar


"Iyya ...Iyaaa kak... ihh lama - lama kakak ini bawel kayak nenek - nenek deh " Ucapku


" Kamu ya kalau di nasehatin selalu aja gitu "


" Hehehe ... iyya siap pak pelatih " ucapku tersenyum


" Hemmm ...kamu yaa ..." ucap kak Verdy seraya menarik hidungku


" Ihh sakit kak .... kakak kebiasaan dech narik - narik hidung" ujarku cemberut


"Hehehe ... maaf yaa" Ucap kak Verdy seraya mengusap Kepalaku lembut


Wasit kembali meniup pluitnya untuk kedua kali . Aku pun bergegas mengambil raket kesayanganku .


" Verdy ... karin ayo masuk ke lapangan " Teriak pak Ilham

__ADS_1


"Baik pak " ucap kak Verdy


" Rin Ayo " Ucap Kak Verdy seraya menarik tanganku


" Cieee yang sedang pacaran " Teriak kak Amri yang tengah berada samping pak Ilham.


Aku pun melotot ke arah kak Verdy . Namun Kulihat pak Ilham hanya tersenyum.


" Udah gak usah diladenin Rin " Bisik kak Verdy


Kami pun berjalan menuju ke arah lapangan sebelum pluit ketiga di bunyikan. Karena jika pluit ketiga berbunyi kami belum masuk lapanga nanti kami dinyatakan gugur sebelum bermain.


Kedua lawan kami telah lebih dulu berada di dalam lapangan . Aku melempar senyum ke arah mereka namun wajah mereka nampak sinis .


Wasit pun memberi pada lawan kami untuk memukul bola terlebih dahulu.Karena babak pertama kami yang menang jadi pihak lawan diberi kesempatan menservis bola .


Kak Verdy memintaku yang bagian menerima bola pertama kali karena dari sang wanita yang menservis bola.


Pihak lawan bersiap memukul bola dan aku pun bersiap menunggu bola datang.Dia menservis bola melambung tinggi dan syukurlah aku telah bersiap dan dapat mengembalikan bola dengan baik posisi menyilang . Sang pria pihak lawan dapat mengembalikan dengan baik dan mengarahkan kembali ke arahku.


Entah berapa lama permainan kami dan aku merasa pihak lawan kali ini selalu mengarahkan bolanya padaku seorang. Namun aku selalu dapat mengatasi dengan baik hingga saat ini pun skor kami masih unggul dari lawan .


" Rin kamu lelah ???" Tanya kak Verdy yang melihatku mengelap keringat yang bercucuran


" Gak kak... aku baik - baik saja " Ucapku


Aku pun menservis bola ke arah sang wanita kembali. Sang wanita menerima bolaku dan mengembalikan tanggung .Aku pun langsung memberi smash namun dikembalikan oleh lawan yang pria dan bola kembali melambung . Kak Verdy mengsmash dengan posisi meloncat diarahkan ke pria dan dikembalikan lagi ke arahku ... Lalu aku pun dengan gerakan perlahan kuarahkan bola ke depan ...sang wanita lawan berlari namun bola menyentuh net dan kembali ke lapangannya sendiri dan hal itu membuat sang pria nampak kesal.Karena skor kami bertambah .


Kulihat sang pria mengomeli sang wanita . Wajah sang wanita pun memerah padam dan melihat sinis ke arahku... Nampak sekali dia begitu kesal padaku .Namun aku tidak perduli karena ini adalah permainan .


Skor kami pun semakin unggul ...Aku pun bersiap kembali menservis bola kini ke arah sang wanita. Aku menservis bola dengan rendah dan pihak lawan mengembalikan dengan pelan ... aku pun berlari ke arah depan dan mengembalikan bola menyilang ke arah depan ... pihak lawan wanita mengembalikan ke arah depan kembali . kami berdua pun bermain dengan bola kecil .


Penonton bersorak tegang . aku pun berusaha mengimbangi permainan bola kecil sang lawan yang sangat baik. Sedangkan aku ini lebih mengusai permainan bola melambung tinggi ketimbang permainan bola sejajar net macam ini . Aku pun merasa akan kalah jika meladeni terus hingga ku putuskan untuk melambungkan bola keatas posisi menyilang hingga membuat sang pria yang sedari tadi nampak nganggur jadi terkejut .


Sang pria berusaha mengembalikan bola namun tanggung .Aku pun dengan posisi sedikit melompat melakukan smash dan berhasil karena mereka tidak dapat mengembalikannya .Kak Verdy tersenyum dan mengusap Kepalaku lembut .


NB.


# Mohon Vote , Koment dan Like


# Mohon koreksi dan Saran

__ADS_1


__ADS_2