RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 83


__ADS_3

Kak Verdy mengacungkan kedua jempolnya arahku saat aku melakukan pukulan smash dan shuttlecock dengan indah jatuh di lapangan lawan . Kulirik ke arah lapangan sebelah kak Amri pun tengah berjuang . Ya hari ini adalah hari penentuan kami berdua. apakah bisa menjadi sang juara dan membawa pulang piala .


Aku mengusap kasar dahiku yang berkeringat . Aku merasakan tenggorokanku kering dan kakiku terasa nyut - nyut .


Babak pertama tadi aku dapat memenangkannya dengan cukup baik . Dan kini kami tengah bermain di babak kedua . Poinku di babak kedua saat ini pun masih unggul yakni 19 point dan lawanku 15 poin.


Aku melihat lawanku diseberang pun nampak kwalahan . dan berkali - kali dia terlihat mengatur nafasnya .... Sangat nampak jelas dia tengah kelelahan .Beruntunglah aku selama ini sering latihan fisik hingga kondisiku saat ini masih baik - baik saja .


Aku meminta ijin istirahat pada sang Wasit . Aku ingin minum . Kami di beri waktu 3 menit untuk istirahat . kak Verdy pun bergegas menghampiriku.


" Kamu baik - baik aja Rin??? " Bisiknya


" Kak ...Kakiku agak terasa nyeri ... kakak bawa cream yang kemaren tanyaku ???"


"Ada Rin ...ayo aku bantu mengolesnya ... kamu duduk dulu " ucap kak Verdy


Kak Verdy pun mengambil cream di tas pinggang nya . Kemudian dia berjongkok di hadapanku . Aku meneguk air seraya memperhatikan kak Verdy yang perlahan mengusap kakiku dengan cream.


Diusap - usapnya hingga merata dan terasa hangat di kakiku.


" Apa masih kamu rasakan sakit Rin ?" Tanyanya seraya mendongakkan kepalanya menatapku


Aku hanya menggeleng perlahan seraya menutup botol air mineral.


" Hati - hati ya Rin ... jangan dipaksa kalau kakimu sakit " ucap kak Verdy


Aku mengangguk dan tersenyum . Lalu ku letakkan botol mineral di samping tas dan kuraih raketku . Kulihat lawanku tengah berbincang dengan pelatihnya di samping lapangan.


" Kamu pasti bisa Rin ... aku percaya kamu bisa mengalahkannya " ucap kak Verdy menyemangatiku


" Doain ya kak " ucapku lirih


" Pasti Rin ... kamu main aja selepasnya jangan sampai ada beban fikiran ... fokus aja gak usah mikir menang yang terpenting kamu bermain dengan baik ... karena juara sejati itu yang bisa mengendalikan dirinya sendiri " ucap kak Verdy


Aku hanya terdiam dan mengangguk anggukkan Kepalaku . Wasit kembali membunyikan pluit pertanda 3 menit telah berlalu dan istirahat selesai.


Kami pun kembali melanjutkan pertandingan . Kami berdua memasuki lapangan dan mengambil posisi masing - masing . Pihak lawan diberi kesempatan servis .


Ku perhatikan dengan seksama gerakan lawan saat akan menservis ... Bola melambung tinggi ke atas dan aku yang posisi berada di tengah lapangan tentu telah siap ... segera Ku undurkan langkahku kke arah belakang menunggu datangnya bola .


Aku pun melambungkan bola ke atas kembali bahkan lebih tinggi ... dan kali ini lawan pun dapat mengembalikannya ke arahku namun posisi bola agak tanggung .

__ADS_1


Kuperhatikan bola ke arah kiri lapangan hingga aku pun melakukan smash dengan sedikit meliukkan tubuhku dan kulakukan smash dan lawan menangkisnya ... kembali kulakukan smash berulang kali hingga sang lawan tak bisa lagi menangkisnya .


Hal itu pun menguntungkan bagiku Poinku bertambah kini menjadi 20 poin . Dan saat ini giliranku kembali mengservice .


Ku ambil gaya terbaikku untuk mengservice bola .... seperti biasa ku lambungkan bola tinggi ke atas . Kulihat Sang lawan telah bersiap menangkis ... Dia nampak melompat ingin mengembalikan bola dengan kearah menyilang ke sebelah kiri .Aku pun melakukan backhand smash .


Lawanku berusaha menangkis dan mengembalikan ke arah menyilang .Aku pun melakukan drop shot dan hal itu terlihat dia semakin kwalahan .


Dia berusaha mengembalikannya lagi namun sangat tanggung ...kemudian aku pun melakukan jumping smash dengan mengarahkan menyilang ke kiri lawan .


Jumping Smash yang kulakukan berhasil . Bola badminton jatuh dengan indah di lapangan lawan . Aku pun tersenyum puas dan terlihat lawanku nampak kesal .


" Sekali lagi " Ucap Wasit


" Kamu pasti bisa Rin ...semangaat " Teriak kak Amri yang memberiku support


Aku tersenyum dan mengangguk padanya . Kemudian ku kembali diposisi ingin lakukan service kembali . Ku lihat lawan nampak sudah bersiap dan terlihat tidak sabar menanti bola datang .


Aku pun menservise bola .Kali ini aku mengservice bola pendek dan hal itu membuat lawan terkejut . Dia pun mengangkat bola tinggi ke atas . Ku tangkis dengan sedikit mengeluarkan taktik .


Aku berusaha mengecoh lawan dengan berpura - pura mengembalikan bola dengan melakukan jumping smash . Terlihat lawan sudah bersiap hendak menangkis smash ku .


Lalu ku angkat kembali bola melambung tinggi ... hingga dia kembali berlari ke arah belakang mengejar bola. Nampak terlihat dia kini mati langkah . Namun dia tetap tidak menyerah karena dia selalu berlari dan berlari kanan kiri depan belakang .


Aku pun semakin tidak memberinya kesempatan . Aku terus menerus menyerangnya dengan smash .Hingga lawan terduduk lemas di lapangannya karena tidak bisa lagi menangkis smash ku yang menukik tajam .


Wasit pun membunyikan pluit pertanda permainan telah usai dengan skor poinku 22 : lawan poin 15 . Kak Verdy pun berlari ke arahku. Aku pun langsung memeluknya .


" Aku menang kak .... aku menang " seruku seraya menghapus air mataku


" Selamat ya Karin " Ucap kak Verdy seraya mengusap- usap Kepalaku lembut


" Makasih kak ...aku menang kak ...apa aku saat ini lagi bermimpi ???" ujarku


" Tidak Rin kamu gak mimpi ... kamu memang juara " Ucap kak Verdy


"Cieeeee sepasang kekasih ini pacaran terus " Ledek kak Amri


Aku pun tersadar lalu melepaskan pelukanku pada kak Verdy . Kuliat kak Amri cengar cengir


" Maaf kak aku gak sengaja " ucapku

__ADS_1


" Iyya gak apa - apa Rin " ucap kak Verdy


" Akhirnya kita menjadi juara Rin " ungkap kak Amri


" Kakak juga menang ???" Tanyaku


" Iyaa Rin ... apakah kamu gak ingin memelukku ??? " tanya kak Amri


" Hemmm ...hemmm " dehem kak Verdy


" Hahahha .... ada yang panas tapi bukan kompor " ledek kak Amri .


Kak Verdy hanya mendelikkan matanya ke arah kak Amri .Aku hanya tersenyum


" Selamat ya Karin ....akhirnya kamu bisa menjadi juara ... " Ucap pak Ilham


" Terima kasih banyak pak " Ucapku


" Tidak sia - sia latihanmu selama ini Rin " ujar pak Ilham


" Berarti nanti malam kita party dong pak " Ucap kak Amri


" Pasti dong ... pokoknya malam ini kita makan enak " ucap pak Ilham


" Bener pak ???" Tanya kak Amri


" Pokoknya kalian tenang aja ... karena istri saya yang akan siapkan semuanya... nanti kalian jam 7 malam datang ke tempat yang saya infokan " ucap pak Ilham


" Asyikkk ... tapi ngumpul duit lagi gak pak nanti ???" Tanya kak Amri


" Ya Tidak lah ... Pokoknya ini Dana dari pemerintah buat ngerayain kemenangan kalian yang telah mengharumkan kota kita " Ucap pak Ilham


Aku dan kak Verdy hanya terdiam mendengar obrolan kak Amri dan pak Ilham. Aku tengah berfikir nanti akan memakai baju apa ... karena aku tidak membawa gaun .


Aku pun menatap kak Verdy yang ternyata tengah menatapku . Kemudian dia tersenyum manis padaku.


NB :


# Mohon kritik dan saran


# Mohon like ,koment dan vote

__ADS_1


__ADS_2