RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 69


__ADS_3

Pelayan membawa pesanan kami . Kak Andi yang duduk di hadapanku terus menatap ke arahku seraya tersenyum. Aku pura - pura tidak melihatnya .


"Mari silahkan Mas ...Mbak " ucap pelayan Wanita itu dengan ramah


"Makasih ya mbak " ucapku tersenyum


"Sama - sama mbak " ucapnya seraya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis dan berlalu pergi .


Aku menatap punggung wanita itu seraya mengaduk perlahan jus alpukat favorite ku.


"Ayo Rin di makan " ucap kak Andi lirih


"Iyya kak ..." jawabku seraya menyendok makanan dan memasukkannya ke mulut.


Kak Andi tersenyum dan kami mengobrol .


"Kakak Cuti ya ???" tanyaku


"Iyya tapi cuman 3 hari ... ibuku sakit jadi mendadak kesini " ucap kak Andi dengan raut wajah serius


"Sakit apa ibunya kak ???" tanyaku menatapnya


"Biasa orang tua ... dia punya keluhan di kepala dari dulu ... kepalanya sering sakit" ucap kak Andi sedih


"Apa sudah diperiksakan dokter kak ??" tanyaku


"Ibuku tidak mau Rin ...dia takut jika mendengar faktanya nantinya " ucap kak Andi


"Hemm ...semoga ibu kakak cepat sembuh " ucapku lirih


"Aamiin makasih ya Rin ..." ucap kak Andi seraya menggenggam jemariku lembut


Aku terkejut dan perlahan kulepas genggamannya. Dia tersenyum dan aku menundukkan kepala.


"Rin ... hari ini kita jalan - jalan ya ... besok aku udah balik lagi ke tempat tugas ... kamu kapan pulang ???" tanya kak Andi


"Belum tahu kak ... sampai pertandingan selesai pastinya baru pulang ... kalau kami menang lanjut lagi " ucapku

__ADS_1


"Ohh ... berarti kamu gak keberatan dong temenin aku hari ini ???" ucap kak Andi


"Mau ke mana kak ??? soalnya aku masih berpakaian olahraga dan bau keringat " ucapku lirih


"Hehehe ... gak masalah ...kamu tetap cantik kok meski begitu " puji kak Andi


Aku tersipu dan wajahku memerah . Kak Andi memang senang menggodaku. Dia tersenyum melihatku malu.


Telefon kak Andi berbunyi . Dia mengangkatnya dan kuliat raut wajahnya berubah . Dia terkejut dan nampak khawatir . Dan kak Andi tidak berkata apa - apa dia meletakkan ponselnya di meja . Aku menatapnya heran .


"Kak ...ada Apa ???" tanyaku lirih


Dia tetap terdiam dan matanya menatapku.


"Rin ...maaf aku harus pulang ... ibu ku pingsan " ucapnya dengan suara berat dan mata memerah .


"kakak tenang dulu ya ... duduk dulu ... kakak minum air dulu ya " ucapku menenangkannya


Kak Andi menuruti ucapan ku . Dia kembali duduk dan meneguk air yang kuberikan.


"Rin ... aku harus cepat pulang ... ibuku tiba - tiba pingsan " ucap kak Andi lirih


"Ayo aku antar kamu pulang Rin " ucap kak Andi


"Gak usah kak ...nanti aku pulang sendiri aja ... kakak segera pulang saja " ucapku lirih


"Baik ... kalau begitu aku pulang dulu ya ... bentar aku telfon " ucap kak andi seraya mengusap kepalaku


Aku hanya mengangguk .Kak Andi meletakkan beberapa lembar uang dimeja .


"Tolong kamu bayarkan yaa Rin ..." ucap kak Andi seraya berlalu pergi meninggalkanku .


Aku mengangguk dan tersenyum.Aku melambaikan tangan memanggil pelayan dan membayar . Uang sisanya aku masukkan ke dompetku .


"Nanti akan ku kembalikan ke kak Andi "fikirku


Aku melangkah meninggalkan restoran menuju rumah kak Bram . Di ujung jalan aku melihat kak Bram mengendarai motornya dan berhenti saat melihatku .

__ADS_1


"Kariin ... udah selesai bertanding??" tanya kak Bram


"Udah kak ... ini mau pulang istirahat " jawabku


"Kamu sudah makan ???" tanya kak Bram


"Sudah kak ... hemm kakak dari mana ???


"Mencari kamu ke gedung olahraga tapi katanya kamu sudah pulang di bonceng motor sama cowok " ucap kak Bram


Aku terdiam mendengar ucapan kak Bram.Kak Bram menatapku dengan pandangan penuh tanya .


"Rin ... siapa yang Bonceng kamu ? Aku tadi tanya Verdy dia juga lagi mencarimu " Ucap kak Bram dengan sorot mata tajam menatapku.


"Tadi ... Itu kak tadi ada temanku gak sengaja ketemu di gedung olahraga ... dia menonton pertandingan " ucapku gugup


"Oohh ... trus kamu pergi kemana sama dia ? "


"Itu kak di Resto ujung jalan ... dia ajak makan gak enak aku tolak "


" Hmm naik lah kita pulang " ucap Bram dengan raut wajah datar


Aku diam dan menurut naik keboncengannya. Aku takut dia banyak pertanyaan lagi.Kak Bram perlahan mengendarai motornya hingga tiba didepan teras rumahnya.Aku pun turun dari boncengannya


"Rin ... Nanti malam aku ajak keluar bisa ?"


"Maaf kak ... aku lelah tadi aku bermain 3 seat" ucapku lirih


"Hemm ya udah ... nanti aku bawakn makanan ke kamarmu kita makan bareng ya "


"Iya kak ... aku masuk dulu ya kak ... mau mandi " ucapku


Kak Bram mengangguk dan tersenyum . Bergegas aku melangkah naik ke atas . karena aku merasa tubuhku sudah lengket karena keringat.Rasanya sudah gak sabar aku berendam dan mengademkan Kepalaku yang puyeng dengan masalah akhir-akhir ini.


NB


#Mohon koreksinya

__ADS_1


#Mohon like , vote dan komen


__ADS_2