
Aku menengok ke arah mobil hitam yang membunyikan klakson dan memanggil namaku. Hingga tubuhku ini kehilangan keseimbangan dan terjatuh .
"Aauuuuuhhh " jeritku
" Karinaaaaaaa " Teriak Kak Verdy yang langsung bergegas berlari ke arahku dan membantuku berdiri. Kak Amri pun kembali menghampiriku .
"Auuuhhh ..." ucapku lirih
" Sakit ya Rin ...???" Tanya kak Verdy
" Lumayan kak " ucapku
"Kamu juga sih lari gak hati - hati ... jadinya jatoh kan jadi ngerepotin orang " ucap kak Cindy kesal menatapku
"Cindy kamu diam ... Karin ini sedang terluka ". ucap kak Verdy geram
" Iya kak maafin aku ... aku yang lari kurang hati - hati jadi jatuh dan ngerepotin kalian " ucapku seraya meniup telapak tanganku yang terluka.
" Udah gak usah dengerin Cindy ... kamu duduk dulu ya ... sini aku liat yang mana terluka " Ucap kak Verdy seraya memeriksa tubuhku
" Aku gak apa - apa kok Kak cuman luka- luka kecil aja ... nanti aja udah kering " ucapku
" Telapak tangan dan lututmu terluka Rin ... lututmu lumayan parah lecetnya " ucap kak Verdy
" Alllaaa itu kan cuman luka kecil aja .. cengeng banget " ucap Cindy jutek
"Cindy kamu bisa diam gak ... heran deh kamu itu ada teman terluka gak ada simpatimu sama sekali " ucap kak Amri
Kak Cindy mendengus kesal dan memutar kedua bola matanya malas .Kak Verdy memegang telapakku dan neniupnya perlahan.
"Rin... Lukamu ini harus di bersihkan biar gak infeksi ... apalagi kita kan mau bertanding ... Lukamu harus sembuh " ucap Kak Verdy
" Aduh Rin maafin aku ya ... kalau aja kita gak berlomba kamu gak bakal jatoh dan terluka gini " ucap Kak Amri khawatir
"Aku gak apa - apa kok Kak ... nanti juga sembuh " ucapku dengan meringis menahan nyeri pada lutut
" Kamu tunggu dulu ya Rin aku cari obat merah dulu ... jangan kemana - mana " ucap Kak Verdy seraya bangkit berdiri seraya menengok kanan kiri mencari toko terdekat.
" Ver ... aku ikut kamu " ucap Kak Cindy
" Maaf ya broo kalau aja aku gak mengikuti kemauan Karin untuk berlomba dia tidak akan jatuh dan terluka kayak gini " ucap Kak Amri sedih
" Kamu jagain Karin disini ... awas " ucap Kak Verdy dengan kesal seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah wajah Kak Amri.
" Iyya broo ...aku akan jagain Karina disini ... tenang aja " ucap Kak Amri dengan wajah yang merasa sangat bersalah.
__ADS_1
Kak Verdy pun berlari disusul Kak Cindy .
Seseorang turun dari mobil hitam dan mendekat ke arah kami.
" Kariin ... kamu baik - baik saja ? " Tanya pria itu dengan nada panik
" Kak Andi ...? "
" Ya Karin ... Aduh maafkan aku ya sayang ... aku sudah bikin kamu jatuh dan terluka seperti ini... ayo kita kedokter kita obati Lukamu " ucapnya panik seraya mengecek lututku yang terluka.
" Gak usah kak ... Ini hanya luka kecil aja kok Kak " jawabku tersenyum
" Pokoknya kamu harus diobati ...Lukamu ini harus di bersihkan supaya tidak infeksi... ayo kita kedokter " ucap Kak Andi seraya meraih tubuhku lalu menggendongku .
" Ehh tunggu kamu ini siapa broo ?? Datang - datang kok langsung gendong anaknya orang .... karin kamu kenal dengannya ??? " Tanya kak Amri bingung menatap ke arah kami.Namun kami gak ada yang menjawab pertanyaan kak Amri
" Kak tolong turunin aku ... ini hanya luka kecil kak ... turunin aku yaaa ... plisss " ucapku penuh harap
Aku melihat ke arah kak Amri yang kebingungan ... Dia berusaha mengejarku.
" Kak tolong turunin aku ya ... pelatihku sudah mencari obat merah ...ini hanya luka kecil " ucapku berusaha berontak
Kak Andi tidak memperdulikan ucapanku ... Dia tetap membawaku dalam gendongannya menuju mobilnya yang diparkir .
" Biarin aja ... Aku harus membawamu ke dokter Rin " ucapnya dengan wajah serius
"Eh Broo turunin itu anak gadis orang jangan main paksa gitu " Ucap Kak Amri panik saat melihatku sudah di atas mobil.
Namun kedua teman Kak Andi menghalangi Kak Amri . Jadi dia tidak bisa berbuat apa - apa . Pandangan kami bertemu .
Kak Andi perlahan melajukan mobilnya meninggalkan kak Amri yang teriak - teriak karena kebingungan . Aku pun melihat dari spion kak Verdy telah kembali dan kak Amri menunjuk ke arah mobil yang membawaku.
Bergegas aku meraih ponselku dan kuketik pesan melalui aplikasi berwarna hijau .
" Kak jangan khawatir ... aku di bawa ke dokter sama kak Andi ke dokter "
Gak lama pesanku centang dua biru dan gak lama ada balasan
" Kak Andi siapa ??? kamu kenal ???"
" Iya aku kenal Karena kak Andi biasa kerumah ... dia catering sama mamiku kak "
" Ohh ... kalian ke dokter mana ??? apa perlu aku susul ???"
" Aku juga gak tau kak ... kakak tunggu aja di Rumah nanti dia yang antar aku pulang" balasku
__ADS_1
" Tapi kamu yakin aman kan ??? Karena kata Amri tadi kamu dipaksa gitu naik mobilnya "
" Iyya aman kak ... dia paksa Karena aku tolak dibawa kedokter ... dia merasa bersalah kak karena sudah bikin aku jatuh saat lari ... tadi aku menengok saat dia memanggilku jadi aku terjatuh"
" Salah Amri juga udah ajak kamu berlomba "
" Aku yang ajak kak Amri berlomba ...jangan salahin dia ... kasihan kak "
" Tapi aku tidak tenang Rin " balas kak Verdy
" Jangan khawatir kak ... aku akan telpon kakak kalau ada apa- apa "
" Iyya Rin ... Aku tidak bisa tenang jika kamu belum pulang... maafkan aku ya Rin udah gagal jagain kamu "
" Hemmm ... asyik banget ya sepertinya lagi chat tan sama seseorang " ucap kak Andi mengejutkanku dan membuatku menyimpan ponselku kembali ke tas tanpa sempat membalas kembali pesan kak Verdy
" Chat dari pelatihku kak ... dia bertanya kenapa aku gak ada ditempat tadi "
" Ohh ... bilang aja aku diantar sama pacarku kedokter " ucap kak Andi tersenyum
" Ahh aku malu kak ngomong gitu " ucapku
" Jadi kamu malu akui aku pacar kamu ??"
" Gak gitu kak ... maksudku itu aku malu kak ... "
" Hemmm ..."
Aku melihat kak Andi fokus menyetir mobilnya . Dan berhenti di depan klinik .
" Ayo kita turun ... atau mau aku gendong lagi ???" tanya kak Andi
" Akhh jangan kak ... aku bisa jalan sendiri " ucapku
" Hehehe ... eh Leting bentar ya aku antar dulu calon nyonya berobat ... maaf ya kalian jadi menunggu "
" Gak apa kok let ... nyantai aja " ucap salah satu rekan kak andi
Aku pun perlahan turun dari mobil . Rasanya lututku sangat nyeri ... Kak Andi bergegas membantuku .Dia merangkul pundakku dan memegang tanganku .
NB
# Mohon Kritik dan Saran
# Mohon vote. like dan komen
__ADS_1