RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 44


__ADS_3

Perlahan kurapikan buku - buku dan memasukkannya ke dalam tas . Hari ini kami cepat pulang karena para guru akan mengadakan rapat.


Aku yang merasa mengantuk akibat karena semalam kurang tidur merasa senang saat mendengar pengumuman dari kepala sekolah . Aku ingin bergegas pulang dan tidur.


"Riin ... temeni aku beli majalah yuk " pinta Nita


"Hemm ... Lain kali bisa gak ???" ucapku seraya merapikan rambutku dengan jemari tanganku.


"Masalahnya itu nanti majalahnya habis ... kan aku pengen baca lanjutan cerpennya ... kamu mau ya Rin temenin aku ....plisss " ucap Nita dengan muka memelas .


"Tapi Nit ... aku ingin ..." ucapku lirih tak bersemangat karena rasanya aku ingin segera berbaring.


"Kamu mau pergi juga??? sekalian aja kita bareng ...nanti aku antar ... kamu mau kemana sih ??" tanya Nita memotong ucapanku


"Pulang tidur " jawabku datar


"Ya ampun nona Karin ...si Ratu Molor ... temani aku dulu yaa ...bentar aja ...nanti aku traktir es cream dech .... mau yaa " ucap Nita membujukku.


Aku menarik nafas panjang dan mendengus pelan . Ku tatap Nita yang memasang wajah penuh harap .Aku pun menjadi tak tega melihatnya.


"Oke dech ...emangnya beli majalah di toko mana ???" tanyaku


"Kamu pokoknya ikut aku aja ...yuk " ucap Nita menarik pergelangan tanganku


"Iyya ...iyaa ....sabarlah dikit " ucapku mengikutinya


"Hehehe ...aku takut kehabisan Rin " jawab Nita

__ADS_1


"Kan minggu depan majalahnya terbit lagi " ucapku


"Itu udah beda lagi sayangkuu .... aku tuh ngikutin tiap minggu "


"Waah ...artinya kamu beli majalah tiap minggu ??" tanyaku


"Iyya Rin ... aku kan koleksi majalahnya" ucap Nita seraya membuka pintu mobilnya.


"Trusss ....biasanya kamu beli sama siapa Nit ?" tanyaku seraya masuk mobil dan duduk di sampingnya.


"Aku di temenin kak Edo ... tapi dia lagi sakit " jawab Nita


"Lhoo ...sakit apa ??? kamu gak menjenguknya Nit ??" tanyaku


"Aku malu Rin ...aku dan kak Edo kan beda keyakinan ... orang tua kami pasti gak setuju dengan hubungan kami" jawab Nita sedih


"Belum Rin ...tapi aku takut jika mereka tahu ...pasti mereka akan sangat marah " ucap Nita dengan mata berkaca - kaca


"Hemmm ... sabar yaa ... semoga kalian nanti bisa mendapat jalan keluar " jawabku


"Susah Rin... kecuali aku yang ikut agama dia ...tapi itu tak mungkin Rin .... kamu tahu sendiri orang tuaku gimana ....tapi aku sangat mencintai kak Edo hiksss " ucap Nita terisak


Aku merangkul Nita yang tengah terisak . Ternyata di balik sikap cerianya Nita menyimpan masalah yang rumit . Aku merasa iba melihatnya sedih seperti itu.


Mobil berhenti di depan toko buku terbesar dikota kami . Aku memberi kode pada supir pribadi Nita yang hendak memanggil nona majikannya .Aku memintanya meninggalkan kami berdua di mobil.


Aku membiarkan Nita menangis dalam pelukanku . Mungkin dengan menangis bisa membuatnya merasa sedikit lega. Secara aku tidak bisa membantunya banyak .

__ADS_1


Aku mengusap rambutnya dan memberinya tissu.Tangisan Nita pun reda .


"Sabar ya Nit ... sekarang lebih baik kamu fokus belajar aja dulu ... gak usah dulu fikir masalah hubungan rumit kalian ...jika emang jodoh kalian pasti bakal bersatu kok Nit " ucapku lirih


"Tapi aku sangat mencintainya Rin ..." ucap Nita dengan masih sesegukkan


"Iyya aku paham ...itu memang sangat berat ...tapi percayalah ...waktu akan menjawab semuanya ... seiring berjalannya waktu kamu akan tahu gimana kedepannya ... yang terpenting kamu tidak putus asa .... kamu banyak berdoa Nit " ucapku memenangkannya.


"Aku rasanya berat jika harus berpisah dari dia Rin ...tapi aku pun bingung mau di bawa kemana hubungan kami " ucap Nita


"Heiii nona cantik ...emang kamu mau nikah cepat ???" tanyaku


"Enggak " jawab Nita


"Lhaa terus ...??? ngapain kok kamu harus berfikir jauh ??? kamu kan masih mau sekolah ....msih mau mengejar cita - cita yang tinggi bukan???" tanyaku


"Aku berat jika harus melupakannya Rin " jawab Nita


"Hei ....yang suruh kamu lupakan siapa??? Aku cuman mau bilang gak usah dulu mikir aneh- aneh ... kamu sekarang jalani aja semuanya biarlah waktu yang menjawabnya " ucapku tersenyum


Perlahan Nita melepaskan pelukannya dariku. Aku merapikan rambutnya yang acak - acakkan karena habis menangis .Ku hapus dengan lembut sisa - sisa air mata di pipi mulusnya.


NB .


# Mohon kritik dan saran


# Mohon like ,koment dan vote

__ADS_1


__ADS_2