RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 66


__ADS_3

Aku mengatur nafas dan berusaha menambah kecepatan langkah kakiku . Kak Verdy yang berlari di samping ku tersenyum - senyum melihatku. Entah sudah berapa Kilometer kami menempuh jarak saat berlari .


"Kamu harus semangaat Rin ...kamu pasti bisa" ucapnya memberi semangat .


Aku hanya mengangguk - anggukan kepalaku sambil terus berlari.


"Sampai depan kita putar balik Rin " ucap Kak Verdy


Aku menatap ke arah depan sisa beberapa meter lagi kami jangkau .


"Kita boleh istirahat dulu gak kak ???" tanyaku penuh harap


"Gak bisa... pokoknya sampai ditempat start tadi baru kita istirahat " ucap Kak Verdy


Aku pun terdiam karena percuma mau merajuk pun kak Verdy tidak akan memenuhi . Begitulah dia saat melatih sangat tegas .


"Ayo semangaat ....Atur nafas kamu Rin ...jika merasa lelah kurangi kecepatan " ucapnya menambahkan


Aku mendengar aba - aba darinya dengan baik .


Dia tersenyum melihatku .Aku pura - pura tak melihat nya.


Sekitar 30 menit kami pun kembali ketempat start awal . Rasa nafasku tak beraturan .Kakiku pun terasa ngilu .


"Rin ...jangan jongkok ya .... kakimu luruskan " ucap Kak Verdy seraya mengulurkan air mineral.


"Iyya kak " ucapku seraya mengambil air mineral dan berkumur sebelum meminumnya.


"Kamu bagus larinya ...sudah gak ada lagi jalannya ... kamu tadi berlari terus" ucap kak Verdy


Aku tersenyum dan mengingat dulu awal - awal latihan bareng kak Verdy ...lebih banyak jalannya ketimbang berlarinya.


"Hemmm kamu lapar Rin" tanya kak Verdy


"Iyya kak ...tapi bentar dulu .... kasih hilang rasa lelah dulu " ucapku

__ADS_1


"Iyya nanti kita singgah makan nasi pecel di warung depan ... kayaknya enak " ucap kak Verdy


"Warung mana kak ???" tanyaku


"Itu Rin ...sebelah kanan " tunjuk kak Verdy


"Oohh itu ... iyya katanya sih itu enak kok kak " jawabku


"Kan baru katanya orang .... kamu sendiri pernah nyobain makan disitu gak ???" tanya kak Verdy


"Belum pernah sih kak ... hehehe ...tapi kan kalau banyak pelanggan bilang enak ya mungkin memang enak " ucapku


"Nanti kita cobain sendiri hehehe " ucap kak Verdy


Kami mengobrol dengan asyik seraya memperhatikan orang berlalu lalang di taman itu. Hari minggu tentu rame orang berolahraga .


Telefon kak Verdy berdering ...ternyata dari ketua Club yang menanyakan keberadaan kami berdua. Pak ketua Club mengabari kami akan berkumpul siang ini di Gedung Olahraga untuk menghadiri acara pembukaan .


"Kak kita pulang aja yaa " ucapku


"Tapi kita belum makan Rin " ucap kak Verdy


"Baru juga jam 9 pagi ... eh ponsel kamu mana ???" tanya kak Verdy


"Aku lupa bawa kak " ucapku seraya menggaruk kepala yang tidak gatal


"Hemm ... ya sudah kalau gitu kita pulang " ucap Kak Verdy


"Kita pulang sambil lari yuk kak ...lumayan kan sekitar sekilo dari sini ... keluar keringat lagi " ucapku


"Ayoo ... tetap atur nafas ya " ucap Kak Verdy


"Siaap kak ... ayukk kak " ucapku sambil mulai berlari ditempat perlahan .


Kami berdua pun berlari hingga sampe di depan pagar rumah .Diteras rekan - rekan lain juga pada olahraga . Mereka ada yang push up ...lari di tempat .... sit up .

__ADS_1


Pak Ilham melihat kami berdua langsung memanggil kami .


"Karin ... Verdy ..."


"iyya pak ... maaf kami baru dari joging " ucap kak Verdy


"Ponsel karin ... saya telfon gak diangkat - angkat " ucap pak Ilham ketua club olahraga .


"Maaf pak ... saya lupa bawa ponsel " ucapku


"Dengar ya ... jam 1 kalian sudah harus siap semua ... kita berangkat kegedung ...karena jam 2 acara pembukaan dimulai " ucapnya


"Baik pak " ucap kak Verdy


"Ohh ya ... kita kekurangan pemain ganda campuran ....apa kalian bisa ???" tanya pak Ilham


"Kami ??? " tanyaku heran


"Iyya kalian ... ada masalah ???"


"Saya kan main single dan ganda putri pak ...kalau main di ganda campuran lagi ...aku takut gak bisa .... takutnya waktunya barengan " ucapku takut mengecewakan pak Ilham


"Kita tidak ada ganda campuran ... harapan saya cuman kalian ....karena kalian sudah akrab ... sudah sering latihan bareng ..." ucap pak Ilham dengan raut penuh harap


"Saya bersedia pak ...tapi jika bertanding waktunya bersamaan gimana ???...tentunya saya lebih memilih main single ... apa bapak gak marah jika tim ganda campuran di gugurkan nantinya ???" tanyaku


"Kalau masalah waktu bermainnya kita bisa bicara dengan panitianya ... yang terpenting kalian di daftar terlebih dahulu" ucap pak Ilham


"Baik pak ...saya bersedia " ucapku


"Kariin ....kamu yakin ???? " tanya kak Verdy dengan berbisik lirih


Aku hanya mengangguk dan tersenyum . Kak Verdy pun terdiam dan mengalah .Pak Ilham tersenyum dan mengacungkan kedua jempol tangannya pada kami .


NB.

__ADS_1


# Mohon Kritik dan Saran


# Mohon like , koment dan vote


__ADS_2