RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 76


__ADS_3

Kak Verdy dengan sabar membantuku menaiki anak tangga hingga masuk ke dalam kamar . Dengan hati - hati dia menuntunku duduk di pinggir tempat tidur.


" Hati - hati Rin ..." ucapnya


" iya kak .. makasih " Jawabku


" Hemm ... kamarmu bagus dan nyaman banget ya Rin .... ada Ac dan kamar mandinya juga di dalam " ucap kak verdy seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


" iya kak heheheh ... ini kamar anak dari yang punya rumah kayaknya kak " ucapku lirih


" Oohh gitu ... kamu sudah makan ???" Tanya kak Verdi


Aku hanya menggelengkan Kepalaku .


" Duhh... Kalau gitu tunggu bentar ya aku belikan kamu makanan dulu ... karena kamu harus makan dulu sebelum minum obatnya " ucap kak Verdy


" Kak ini uangnya " ucapku seraya membuka tas pinggang ingin mengambil dompet.


" Gak usah Rin ...aku ada kok " Ucap kak Verdy tersenyum


" Tapi kak ... Aku gak enak ngerepotin kakak terus " ucapku


" Aku gak merasa tuh kamu repotin " Ucap kak Verdy seraya mengedipkan sebelah matanya


" Ihh apaan tuh ??? Kakak genit hehehhe "


" Hehehe.... Ya udah aku pergi dulu ya "


" Eh jangan lupa beli juga buat kakak ya " ucapku


" Iyya Rin " ucap kak Verdy seraya menutup pintu kamar .


Setelah ku Pastikan kak Verdy pergi... perlahan aku meraih handuk dan masuk ke kamar mandi . Ku lepas baju dan celana olahragaku dan memasukkan nya ke tempat baju kotor.


Dengan perlahan ku basuh wajahku dengan air lalu ku usap perlahan dengan sabun khusus pembersih wajah . Lalu pelan - pelan ku usap -usap tubuhku dengan air tanpa mengenai bagian lutut .Kemudian ku gosok gigi lalu berkumur .


Setelah merasa tubuhku sudah segar kembali kuraih handuk dan keluar dari kamar mandi bergegas aku berpakaian sebelum kak Verdy kembali dari membeli makanan.


Setelah berpakaian aku pun memoles wajahku dengan sunscreen dan cream siang ... Saat aku tengah menyisir rambutku pintu kamar terbuka . Dan ternyata kak Verdy yang datang membawa makanan .


" Rin ini ... eh .. kamu sudah mandi ??? " Tanya nya seraya menatapku


" Gak mandi kak ... cuman ganti baju aja karena kata dokter perbannya jangan basah dulu " ucapku lirih


" Ohh iyya ... kamu juga jangan banyak gerak dulu Rin ... supaya besok lusa kakiku sudah sembuh " ucap kak Verdy

__ADS_1


" Iyya kak .. maaf ya kak aku gak bisa jaga diriku sendiri ... jadi ngerepotin semua orang " ucapku lirih


" Gak ada yang merasa direpotkan kok Rin ... Ayo sini kamu makan dulu trus minum obatnya " ucap kak Verdy seraya memapahku kearah kursi .


" Aku bisa sendiri kok kak " ucapku


" Gak apa Rin ... kalau gak ada aku ya kamu usaha sendiri tapi Kalau aku ada masa gak aku bantuin " ucap kak Verdy


" Hemmm ... kak gak usah bilang - bilang sama papi mamiku , Kalau aku terluka ya kak ... aku gak mau Mereka khawatir "


" Iyya tenang aja ... ayo cepat di makan gado - gadonya Rin ... Aku kupasin telurnya ya "


" Gak usah kak ... nanti aku aja " ucapku sungkan


" Udah jangan malu- malu kalau sama aku Rin ... nih dimakan " ucap kak Verdy seraya memberiku telur rebus


" Kakak juga makan dong... pasti dari pagi belum makan juga kan ???"


" Heheheh iyya Rin ... karena aku kaget banget pas kembali bawa obat merah tapi kamu gak ada ...eh si Amri bilang kamu di culik sama 3 cowok ganteng ... gimana aku gak panik " ucap kak Verdy seraya menggaruk - garuk tengkuknya yang mungkin tak gatal.


" Hehehhe diculik .... ada - ada aja tuh kak Amri ... mereka itu catering di mami kak ... kemaren mereka udah mau balik ke Tor*j* "


" Trus ... ?" Tanya kak Verdy seraya menggigit bakwan dan mengunyahnya.


" Ya mereka itu ngeliat aku lagi joging gitu ... jadi mereka bunyiin klakson dan manggil - manggil namaku gitu ...Aku nengok ke belakang kak dan hilang keseimbangan dan akhirnya seperti ini ... nah mereka merasa bersalah jadi membawaku ke Dokter " ucapku lirih


" Iyya kak ... maafin aku " ucapku


" Kamu gak salah kok Rin ... kamu kan juga gak mau terjadi seperti ini ... Kalau memang kita harus gugur dalam pertandingan gak masalah yang terpenting itu kesehatanmu " ucap kak Verdy seraya menatapku


" Aku pasti bisa kok kak ... ini cuman luka kecil aja ... aku pasti sembuh dan kita menang " ucapku


" Aamiin ... Ayo dihabiskan makannya " ucap kak Verdy


" Hehehe iyya kak ... makasih ya kak "


" Makasih untuk apa ??? "


" Untuk semuanya kak ... makasih karena kakak udah baik , sabar dan perhatian ke aku " ucapku tersenyum


" Huukk ...Huuukkk ....Hukkkkk" kak verdy terbatuk


" Pelan - pelan kak " Ucapku seraya menyodorkan botol air mineral padanya


" Makasih ya Rin " ucap kak Verdy seraya meneguk air

__ADS_1


" Iyya kak ... aku mau minta tolong boleh kak ? " tanyaku


" Apa itu Rin ???" Tanya kak Verdy seraya membereskan bungkus sisa makanan kami


" Boleh gak kakak janji kedepan Kalau aku ada salah itu dimarahin aja ... kakak omelin aja aku jangan di cuekin ... kan aku jadi bingung salahku apa sama kakak " ucapku lirih


" Iyya Rin ... kamu sebenarnya gak ada salah kok Rin " ucap kak Verdi


"Maafin aku ya kak .. Aku sadar kok kak kalau sering buat kakak marah " ucapku lirih


" Gak kok Rin ... kamu itu gadis yang baik sangat baik malah ..." Ucap kak Verdy


" Iyya baik karena aku gak makan sabun kan ??? " Ucapku


" Hehehh gak ... Bener kamu itu baik banget Rin ... ya udah ... ini obatnya kamu minum dulu trus kamu istirahat ya ... ingat jangan banyak gerak dulu " ucap kak Verdy


Aku meraih obat dari telapak tangan kak Verdy . Dan menelannya ... kuliat kak Verdy menatapku dan tersenyum sangat manis sekali dengan lesung pipi berhias di kedua pipinya .


" Kenapa menatapku begitu kak ???" Tanyaku kikuk


" Gak kamu lucu kalau minum obat " Ucapnya


" Hehehe ... Iyya aku harus minum airnya dulu baru masukin obatnya karena gak tahan pahitnya kak kalau obatnya duluan "


" Ya udah ayo aku bantu lagi ke tempat tidur "


Aku mengangguk .Kak Verdy menuntun langkahku pelan - pelan dan membantuku berbaring.Dia mengambil badcover yang terlipat rapi dan menyelimuti tubuhku .


Dengan lembut mengusap Kepalaku.Aku sdikit terkejut . Pandangan kami pun bertemu.


" Tidur ya Rin ... nanti kalau udah bangun telfon aku aja " Ucap kak Verdy


" Iyya kak ... makasih ya "


" Sama - sama ... Aku turun dulu ya ... "


Aku mengangguk dan tersenyum . Kak Verdy pun melangkah keluar dari kamar dan meninggalkan ku yang tengah berbaring .Mataku seraya amat berat dan rasa kantuk datang . Mungkin efek dari meminum obat .


Saat kesadaranku akan hilang ponselku berdering . Dengan mata terpejam ku raih ponselku dan melihat nama dilayar tertulis kak Bram . Aku gak tahu Kenapa kak Bram menelfonku bukankah dia lagi ada mata kuliah sampai malam.


Rasa kantuk membuatku malas untuk mengangkat telfon. Namun ponselku terus berdering karena kak Bram tidak berhenti menelfonku itu malah membuatku semakin tidak bisa tidur .


NB.


# Mohon Kritik Dan Saran

__ADS_1


# Mohon Vote, like dan komen


__ADS_2