RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 48


__ADS_3

Matahari telah masuk menyusup masuk kedalam kamar melewati celah - celah ventilasi udara . Ku buka perlahan kedua mataku.Tubuhku masih terasa lemas meski sudah tidak lagi demam namun kepala ini masih terasa pusing.


Kuraih ponsel yang tergeletak di atas meja samping tempat tidur . Ku kotak katik telfon genggam kesayanganku mencari nomor kontak sahabatku Nita.


Tuuuuutttt......tuuuttttt ......tuuuuttttttttt


"Halo Rin ...kenapa ??" jawab Nita dari seberang saat mengangkat telefonku.


"Nit... aku hari ini gak pergi sekolah" ucapku lirih


"Lhoo suaramu kenapa Rin ??? apa kamu lagi sakit??" tanya Nita


"Hooh ...aku lemes banget Nit ... aku minta tolong ya .... kamu ijinkan aku ke wali kelas kalau aku sakit " ucapku


"Ya ampun Rin...kamu sakit apa sih ???" tanya Nita panik


"Gak tau juga nih ... bangun tidur badanku tiba - tiba demam gitu ...kepala sakit ... trus aku mual - mual " ucapku lirih


"Kamu sudah berobat kedokter???" tanya Nita


"Belum sih Nit ...aku paling cuman masuk angin aja kok ...nanti juga baik sendiri kalau udah istirahat " ucapku lirih


"Hemmm... ya sudah ....kamu sekarang istirahat ya Rin ...nanti pulang sekolah aku kesitu " ucap Nita


"Iyya Nit ... tapi jangan lupa ya ijinkan aku ke wali kelas ... sampein kalau aku lagi sakit " ucapku


"Siaap bos bawel !!! aku sekolah dulu ya Rin "


"Hehehe ...makasih ya "


"Sama - sama Rin ...byee "


Telefon pun terputus . Saat akan kuletakkan kembali ponsel ke meja, ponselku kembali berdering. Terlihat di layar panggilan WA dari kak Andi . Aku segera menjawabnya


"Halo kak " sapaku lirih

__ADS_1


"Lhoo ...jam segini baru bangun ...gak sekolah ??" tanya kak Andi


"Enggak kak ... aku kurang enak badan " jawabku


"Kamu sakit apa Rin???" tanya kak Andi


"Kecapean kali kak ...jadi badan lemes gitu " ucapku lirih


"Hemmm ... kamu harus jaga kesehatan Rin...gak boleh terlalu kecapean... " ucap kak Andi


"iyya kak " jawabku lirih


"Hemmm ... sudah minum obat ???"tanya kak Andi


"Sudah kok kak " jawabku


"Ooh ya sudah ....kamu sekarang istirahat yaa ... ingat kamu harus istirahat yang cukup supaya cepat sembuh jangan latihan dulu " ucap Kak Andi


"Iyya kak ... " ucapku lirih


"Kalau gak ada perubahan periksa ke dokter ya " ucap kak Andi


"Heemm ... sama - sama ...ehh nanti aku telefon lagi yaa ...aku mau ke Kanor dulu" ucap Kak Andi


"Iyya kak ...sekali lagi makasih ya "


Tak ada lagi sahutan dari sebelah. Aku tersenyum - senyum seorang diri seraya memutuskan sambungan telefon . Aku tidak menyadari jika ada Mami tengah berdiri di pintu memperhatikanku.


"Hemmmm...." Mami berdehem


Aku terkejut dan menatap ke arah Mami .Entah sejak kapan Mami ada disitu .


"Telfon sama siapa itu ???" tanya Mami


"Ehh Mami...sejak kapan Mami berdiri disitu ...???" ucapku

__ADS_1


"Mami tanya telefonan dengan siapa kamu tadi??? kok senyum - senyum sendiri " ucap Mami yang kini telah duduk ditepi ranjang .


"Teman kok Mam ...eh itu bawa bubur ya ?" tanyaku


"Hemmm ... makanlah baru minum obat " ucap Mami


"Iyya Mam...biar aku makan sendiri aja " ucapku


"Baiklah kalau kamu bisa ... tapi ingat kalau kamu tidak ada perubahan kita kedokter ya " ucap Mami


Aku mengangguk seraya menyendok bubur sedikit demi sedikit dan memakannya. Mami hanya terdiam menatapku .


"Mam ...aku tidak bisa menghabiskannya" ucapku lirih seraya menyodorkan mangkuk yang berisi bubur.


Mami melotot melihat mangkuk dan menatapku. Aku menggeleng lemah.


"Kenapa tidak di habiskan ??? gimana kamu mau cepat sembuh kalau perut kamu kosong" ucap Mami lirih


"Mual Mam ... rasanya gak enak " ucapku


"Kamu masuk angin sepertinya ...Mami kerok ya ...bentar Mami ambil balsem dan koin" ucap Mami .


Aku hanya mengangguk dan Mami pun melangkah pergi keluar kamar meninggalkanku. Tidak lama Mami pun kembali dengan balsem di tangannya.


"Ayo sayang ...Mami kerok punggung kamu" ucap Mami lembut


Mami membantuku membuka baju yang kukenakan .Aku pun mengubah posisi tidurku menjadi tengkurap.Mami pun mulai mengerok tubuhku perlahan.


"Auuu...pelan -pelan dong Mam " ucapku


"wah ... kamu memang masuk angin ...ini di kerok merah sekali " ucap Mami terus mengerok punggungku.


"Tapi pelan - pelan Mam" ucapku


Mami hanya terdiam .Namun Mami mulai mengurangi tekanannya sedikit pelan.Aku hanya pasrah . Yang terpenting aku sembuh dan bisa sekolah dan beraktivitas lagi..

__ADS_1


NB.


#Mohon kritik dan saran


__ADS_2