
Aku mengeliat dan menutup wajahku yang silau karena cahaya matahari yang berhasil menerobos masuk lewat jendela kamar .
"Aachh ... " lenguhku seraya memijit kepalaku yang terasa pening . Ini efek karena semalam aku kurang tidur .
Perlahan aku bangun berpindah ke depan meja rias yang biasa juga kugunakan untuk belajar . Mataku terlihat bengkak .Kuusap kasar wajahku dengan kedua tangan.
Kulirik jam dinding yang menunjukkan pukul 07.30. Teringat semalam aku telah janjian dengan Nita untuk pergi joging bersama .
Nita pasti gak lama datang menjemputku...batinku seraya menyisir rambut panjangku
" Aachh bodoh amat dach ...orang mau bilang apa tentang mataku yang bengkak terserah ..." gumanku lirih seraya membuka pintu kamar.
Mbak Ani sedang menyapu itu tersenyum menatapku yang baru keluar kamar.
"Kamuu sudah bangun dek ??" tanya mbak Ani
"Hemmm " aku berdehem
Aku terus berjalan ke kamar mandi . Mbak Ani hanya menggeleng pelan seraya melihatku .
"Karin sudah bangun ya Ni ?" tanya Mami
"Iyya Mam ...itu baru saja kekamar mandi" jawab mbak Ani sedikit terkejut karena mami yang tiba - tiba bertanya dari belakang.
"Ohh ya sudah ...nanti kamu suruh dia sarapan yaa ... mami sudah masak nasi goreng dan telur ceplok kesukaannya " ucap Mami
Mbak Ani hanya mengangguk dan menatap mami yang melangkah keluar seperti menemui seseorang di teras .
Mbak Ani mengetuk pintu kamar mandi.
Tok .... Took....Toookkkkk
__ADS_1
"Riin ...Kariin...kamu jangan lupa sarapan yaa ...ada nasi goreng dan telur ceplok" teriak mbak Ani
"Hemmm ...iyaaa mbaaak " balasku berteriak dari dalam kamar mandi.
Mendengar kata nasi goreng perutku pun keroncongan.Bergegas aku menyabuni seluruh tubuhku dan menyiramnya hingga bersih.Setelah aku merasa cukup , aku pun selesai dan keluar dari kamar mandi.
Aku melihat ada parcel buah diatas meja makan. Perutku yang keroncongan membawaku ingin mencicipinya.Aku pun mencomot apel dan langsung menggigitnya .
"Kariin ... kalau makan buah ...itu buahnya cuci dulu dong " ucap mami yang tiba - tiba nongol di belakangku
Aku bersikap seolah aku tidak terkejut . Aku mengambil pisau dan memotong- motong apel itu menjadi bagian kecil lalu menaruhnya di piring kecil .
"Kariiinn ....Pakai baju dulu sana baru makan... nanti handukmu lepas itu gimana ... " ucap Mami mulai mengomel
Aku tidak perduli dengan omelan mami karena aku masih ngambek soal perjodohan semalam .Aku terus saja memakan apel itu sambil berdiri.
"Anii ..." panggil mami
"Iyya Mi " jawab Mbak Ani
Aku yang hendak memasukkan potongan apel yang terakhir ke mulut pun spontan terbengong . Aku bingung dengan ucapan mami yang barusan terdengar jelas di telingaku.
"kiriman buah - buahan dari calon mertua ??? maksud mami mertua siapa yaaa????" batinku
Mami tersenyum lebar kearahku .Beliau pun menarik kursi dan duduk menghadap meja makan seraya memakan anggur.
"Piiii... ayoo makan buah ...enak lhoo dari calon mantu nich " teriak mami dengan lantang
"Apaa Mii pagi - pagi sudah teriak - teriak kayak Tarzan " ucap papi seraya tergopoh - gopoh keluar dari kamar .
"Ihhhh ...papi itu yang Tarzan .... cuman pake sarung " ucap mami mendengus kesal
__ADS_1
"Mami bikin kaget teriak - teriak ...mana sempat pake baju Mi ...ada apa memangnya Mi ???" tanya papi seraya duduk di samping mami
"Nihhh ...papi kita dapat kiriman dari calon besan ... " ucap mami
Papi terdiam dan mengalihkan pandangannya kearahku.Aku pun meletakkan piring kecil yang masih tersisa sepotong apel ke meja.Aku mengerti sekarang jika buah itu kiriman dari keluarga laki- laki aneh itu.
Aku bergegas melangkah masuk ke kamar .Ku hapus dua bulir air yang mengalir dari kedua mataku.
"Riin ... cepatlah pake baju baru kita sarapan bersama...." perintah mami
"Karin tidak lapar Mi !!!" jawabku seraya membanting pintu kamar dengan kencang
"Kariiinaaaaaa " teriak mami dengan kencang
"Miii ...sudahlah .... jangan selalu bahas masalah perjodohan itu ke karin ...kita beri dulu dia kesempatan untuk berfikir " ucap Papi
"Mami cuman ingin yang terbaik untuk anak kita Pi .... anak perempuan kita satu- satunya " ucap Mami
"Aku juga gitu Mii... bahkan entah rasanya papi ini ingin lihat Karin cepat menikah dan kita menimang cucu " ucap Papi
"Lhaa... papi malah mikir cucu " dengus mami kesal
"Hehehe... pasti seru dong Mii ...kita bisa nimang cucu " ucap Papi
"Ihhhh .... mami tuh tidak nuntut Karin nikah sekarang ... tapi mami mau Karin itu nikah dengan Reymon " ucap mami
Papi terdiam seraya mengunyah buah anggur dan memakannya sampe habis tidak tersisa.Hal itu membuat Mami melotot marah .
Haiiii semua 😍😍😍
Terimakasih jika menjadi pembaca setia 😍
__ADS_1
Mohon kritik dan saran 😊
Jangan Lupa Like , koment dan votenya supaya lebih semangat lagi up nya 😍