
Pesta pun berjalan dengan lancar . Nampak kami semua sangat menikmati meski kak Verdy hanya terdiam bahkan terkesan menghindari ku. Namun saat dia melihatku dan kak Amri tengah berdansa dia langsung menarik tanganku.
"Kak ...?" ucapku
"Ikut aku bentar " ucap kak Verdy.
"Apalah kamu Ver ... Kok ganggu aja " ucap kak Amri
"Diamlah Riii !!!" Ucap kak Verdy tegas
"Ayo Rin " ucap Kak Verdy lirih
Aku pun mengangguk lirih dan mengikuti langkahnya .Kak Verdy masih memegang erat pergelangan tanganku lalu langkahnya berhenti di pojok ruangan .
"Rin...." panggilnya lirih
"Ya kak ? " jawabku
" Rin... Kamu tau kan kalau aku itu sangat menyayangimu " ucap kak Verdy menatapku
" Hemm "
"Aku rasanya terbakar oleh cemburu jika melihatmu dekat dengan orang lain .... hatiku sakit banget Rin " ucap Kak Verdy seraya menunjuk kearah dadanya.
"Tapi aku dan kak Amri kan emang akrab... kakak tau kami gak ada hubungan apa-apa selama ini ..." . sanggahku
"Bukan hanya Amri Rin " ucap kak Amri
" Lalu maksud kakak siapa?" tanyaku
"Aku memang gak suka jika kamu dekat sama Amri seperti tadi tapi aku rasanya lebih sakit jika melihatmu dengan Bram " ujar kak Verdy
"Ohh kak Bram ... kakak kan tau kalau aku dan dia sekarang gak ada hubungan apa - apa " jawabku
"Tapi dia masih sangat mengharapkan kamu Rin " ucap Kak Verdy seraya menggenggam kedua tanganku
"Itu hak dia kak ... Yang jelas aku sudah tidak bisa lagi dengannya " ucapku
"Oke ...lalu bagaimana dengan Andi ???"
"Ya kalau masalah kak Andi ... Itu sama juga halnya gimana kakak dan pacar kakak ???"
"Aku tidak mencintainya Rin "
"Sama kak ... Aku pun demikian... Kalau aku tidak mencintai kak Andi .... Bukankah kita pernah membahasnya " ucapku tegas
"Aku akan segera menyelesaikan urusanku Rin... Aku akan memutuskannya "
"Apakah aku yang menjadi penyebabnya kak ???... Aku pasti bakal di katain sama orang - orang sebagai wanita perebut pacar orang "
" Peduli omongan orang .... Yang terpenting Kita saling mencintai Rin " jawab kak Verdy
"Tapi perasaan kita akan menyakiti orang lain kak ??? Bukankah kita akan mengorbankan hati orang yang tidak bersalah ???" Tanyaku
"Kita akan menghadapi bersama Rin ... Karena percuma jika kita menjalankan hubungan tanpa dilandasi oleh rasa cinta Rin ... Sama aja kita menipu pasangan kita bukan ??? Aku cuman bahagia bersamamu Rin " Ucap Kak Verdy
__ADS_1
" Aku bingung kak " ucapku terisak
Sontak Kak Verdy menarik tubuhku kedalam pelukannya . Aku pun mendengar isakan tangisnya . Aku merasa nyaman dalam pelukannya . Kami pun mengeratkan pelukan satu sama lain seakan tak ingin berpisah.
"Rin ... Aku takut kehilanganmu ...I love you Karin " ucap kak Verdy
" Aku juga kak " balasku
"Mau gak klau kita keluar jalan - jalan " bisik kak Verdy
"Kemana kak ???"
"Kesuatu tempat " jawab kak Verdy seraya menyatukan dahi kami
"Tapi pestanya gimana ????"
"Sudah mau selesai juga ... Biar aku yang pamitan dengan pak Ilham yang penting kamu mau kan ?" ucap Kak Verdy
"Boleh deh tapi aku gak kuat jalan kaki dengan pakai ini kak " Ucapku seraya menunjuk ke arah kedua kaki jenjang ku yang memakai high hells .
"Gak mungkinlah jalan kaki kita naik Taksi " ujar kak Verdy
"Oke deh kalau gitu " ucapku
"Ya udah ... kamu tunggu aku diluar ya Rin...aku pamit dengan pak Ilham dulu" ucap kak Verdy
Aku mengangguk kecil dan kak Verdy tersenyum seraya berlalu meninggalkanku . Aku pun berjalan melangkah ke arah pintu keluar .Dan menunggu kak Verdy di teras depan rumah pak Ilham.
Beberapa saat kemudian kak Verdy pun kembali .Dia merangkul tubuhku
"Ayoo sayang "
"Lhoo kan kita udah jadian ... Masa gak boleh aku panggil pacarku sendiri dengan kata sayang "
"Hahaha ... Lucu kak rasanya aneh mungkin karena belum terbiasa "
"Hehehe Aneh ya ... Maklum ini pertama kali aku memanggil seorang wanita dengan kata sayang "
"Maksud kakak ??? " tanyaku bingung
"Gak maksud apa - apa ...Ayo masuk " ucapnya seraya membukakan pintu Taksi untukku
Aku pun menurut masuk ke dalam taksi yang melaju membawa kami berdua . Kak Verdy merangkul dan menggenggam tanganku dengan lembut. Bahkan sesekali mencium punggung tanganku .
"kita mau kemana kak ??" Tanyaku
"Ke pantai " ucapnya
"Serius kak ???" tanyaku
"Iyya sayang ..."
Aku pun tersipu saat kak Verdy kembali mengatakan sayang padaku.Entah rasanya aku sangat bahagia .Rasanya ingin selalu mendengar kata itu terucap dari bibirnya.
Taksi yang kami tumpangi pun berhenti di pantai yang terkenal di kota ini . Kami pun turun dan Kak Verdy membayar ongkosnya.
__ADS_1
Kami berjalan ke arah tempat duduk panjang yang terbuat dari beton di pinggir pantai .Lalu aku pun duduk dan kuliat kak Verdy berjalan ke arah penjual minuman .Dia membeli sebotol air mineral . Dan memberikannya padaku.
"Kamu suka tempatnya Rin ??" tanyanya
"Iyya kak ...suka banget ... Tapi kakak kok bisa tau aku suka pantai ?"
"Apa yang gak aku tau darimu Rin ???" tanya kak Verdy
"Emang kakak tau aku suka warna apa ?" tanyaku
"Hijau " jawabnya
"Hemmm ... Kalau aku hobby apa hayooo??" tanyaku lagi
"Badminton , membaca , menulis " jawabnya seraya menatapku
"Makanan favoritku ???" tanyaku lagi
"Bakso , nasi goreng dan sate " jawab kak Verdy
"Terus kenapa aku suka pantai ???"
" Karena Kamu paling suka melihat ombak " ujar kak Verdy
"Kok kakak bisa tau semua tentangku ... sedangkan aku sendiri gak banyak tau soal kakak "
"Nanti seiring berjalannya waktu kamu pasti akan tau Rin " ucapnya seraya mencolek daguku
"Apa kakak suka pantai ???" tanyaku
"Suka "
"Apa yang kakak suka dari pantai "
"Aku suka mandi tapi sayangnya ini malam jadi gak mungkin banget kalau berenang ... Tapi aku gak suka ombak " ucap kak Verdy
"Kenapa kak kan indah ombak menggulung gitu ?"
"Yaa kalau ditatap ombak emang indah tapi kalau kita lagi berenang ... saat ombak datang airnya masuk mata rasanya pedis banget " ucap kak Verdy
"Aku pun gak suka mandi di laut kak " ucapku lirih
"Aku tau ... Karena itu aku gak akan memaksamu untuk mandi Rin ...Tapi kamu cukup menemaniku duduk ditepi pantai seraya menatapku dan juga ombaknya " ujar kak Verdy
" Iihh Soo sweet banget deh ..." ucapku
"Hehehe ... Karena aku sayang kamu" ucap kak Verdy seraya tersenyum
"Hemmm ... Kak Apa kita bisa lagi seperti ini ??? Berdua di pantai seperti saat ini ???" tanyaku seraya menatap manik matanya
"Pasti sayang ...kalau ada kesempatan aku akan membawamu ke pantai lagi " ujarnya
Aku pun tersenyum .... Rasanya aku sangat bahagia. Entah kapan kami akan bisa lagi seperti ini .Aku berharap malam ini tidak cepat berlalu.
NB
__ADS_1
# Mohon Kritik dan Saran
#Mohon vote ,like dan koment