
Kami semua tengah berkumpul di meja makan . Begitu banyak makanan yang dihidangkan oleh tante Vera . Semuanya adalah menu favoriteku namun itu menjadi tak berselera karena sosok di hadapanku.
Matanya yang terus menatapku sambil senyum - senyum sendiri .Rasanya ingin aku menghilang dari tempat yang tidak membuatku nyaman .
"Nak Karin ...ayo dong dimakan ... di cobain masakan tante " ucap tante Hera sembari menyodorkan ke depanku mangkuk kaca yang berisi sup daging dan jamur.
"Iyya tante ..." ucapku seraya mengangguk
"Sini tante tuangkan ke piring nya ... nak Karin mau yang mana ???" ucap tante Hera ramah
"Tidak usah tante ... tidak usah ... terimakasih ...biar aku sendiri yang ambil " ucapku tersenyum.
"Kalau gitu makan yang banyak ya nak ...dari tadi kok cuman ngambil nasinya aja " ucapnya seraya duduk di kursi samping suaminya.
"Iyya nak ...tuh ada sup jamur kesukaan kamu " ucap mami menimpali seraya tersenyum padaku
Aku mengangguk dan tersenyum kecut . Andai saja tidak ada makhluk yang menyebalkan di hadapanku itu mungkin aku akan dapat menikmati makanan yang lezat - lezat . Namun aku menjadi mendadak kenyang melihat Reymon.
Reymon senyum - senyum sembari terus menatap kearahku . Entah apa di fikiran nya . Mengapa dia menatapku seperti itu.
Apa dia tidak pernah melihat perempuan.Rasanya aku pengen menimpuknya dengan sendok .batinku kesal
Aku pun melotot ke arahnya berharap dia berhenti menatapku . namun masih saja dia mencuri pandang ke arahku.
"Reymon ... heii ....Reymoon " tegur tante Hera menepuk punggung anaknya perlahan
"Iyy...iyya Maa " ucap Reymon terkaget
"Lihatlah ...kamu itu serius mau makan sambel sebanyak itu ??? " tanya mamanya heran
"Ehhh ... ma...maaf Ma ... aduh aku ..." ucap Reymon kikuk dan merasa malu.
syukuriin .batinku dan aku tersenyum lirih.
"Dari tadi ngeliatnya ke nak Karin mulu sih " goda pak Ahonk
Hahaha...hahaha
Mereka semua tertawa . Hanya aku yang tidak merasa hal itu lucu . Aku malah merasa kesal. Reymon pun menunduk dengan wajahnya yang memerah.
__ADS_1
Setelah selesai makan ... Pak Ahonk dan tante Vera mengajak kami naik ke lantai dua . Kata beliau ruang keluarga berada diatas .Asisten rumah tangganya membersihkan dan merapikan meja makan yang telah kami berantakin.
Entah apa lagi yang akan mereka obrolkan.Mengapa kami tidak pulang aja ... kan sudah makan ...batinku.
Aku terdiam dan mengikuti langkah mereka ke lantai dua. Setiba di atas aku tertegun melihat ruang keluarganya .Sangat besar dan indah .Dan dimeja banyak juga tertata bermacam kue - kue dan minuman .
Aku hanya terdiam di ujung tangga bagian atas . Mami pun melotot dan menarik tanganku untuk mengikutinya . Kami duduk di sofa yang rasanya busanya sangat empuk .Mataku mengamati seluruh ruangan.
Heehhh...buat apa pria aneh itu juga naik ke atas ...dengusku kesal
Mami yang melihatku gelisah pun menyikut tanganku.Dia melotot ke arahku .Aku pun kembali tenang.
Reymon duduk di samping Ayahnya . Dia melirik - lirik ke arahku. Tante Vera membuka tutup toples dan memberikan kami minuman bersoda yang telah terhidang.Dia mempersilahkan kami .
"Marii silahkan diminum " ucap Tante Vera
"Kami ini datang malah merepotkan " ucap Papi
"Akkh gak lah pak ...Ayo mari kuenya juga dimakan " ucap Pak Ahonk tak kalah ramah dari istrinya.
"Nak karin ...sering - seringlah main kesini ... supaya bisa lebih saling mengenal dengan anak tante " ucap tante Vera
Hukkk .....hukkk.....
"Nak karin....aduhh pelan - pelan nak ...ayo minum " ucap tante Hera cemas
Semua menatap ke arahku. Reymon pun menatapku cemas .Mami mengulurkan air mineral ke padaku.
"Nih minum ... Makanya pelan - pelan makannya nak " ucap mami seraya mendelik
Bergegas aku meneguk air yang disodorkan mami .Alhamdulillah aku merasa lega. Aku merasa mencium hal aneh dari pertemuan ini.
Aku tidak mengerti untuk apa mereka ingin aku dan Reymon lebih saling mengenal.
"Nak karin kelas berapa ???" tanya pak Ahonk
"Baru naik kelas 3 SMU ...om " ucapku lirih
__ADS_1
"Ohh ...yang terpenting nak karin itu sudah bisa baca dan nulis ...karena untuk bisnis kudu pinter baca dan nulis " sanggah tante Vera
Aku makin bingung dengan omongan tante Vera . Aku hanya terdiam sejenak karena mau nanya ke mamipun rasanya percuma . Pasti yang aku dapat hanya pelotan mata aja .
"Umur nak Karina berapa sekarang ??" tanya Pak Ahonk seraya menatapku tersenyum
"Aku baru 17 tahun om " ucapku lirih
"Oohh ..si Reymon mau 27 tahun... bulan depan dia ultah tanggal 12 agustus ..." ucap Tante Vera menambahkan
Ihhh ....gak ada yang tanya juga tuh cowok aneh lahir kapan ... tapi aku pun jadi tahu Reymon udah berumur 27 tahun ... udah tua .... sudah pantas aku panggil om ...batinku
"Reymon udah pantas nikah ...tapi nih anak gak bisa nyari cewek sendiri ... tapi jangan khawatir Reymon anaknya normal hehehe " ucap pak Ahonk
"Hehehe " papi tertawa lirih lalu menyeruput sirupnya perlahan.
Aduhhh .... Reymon aneh gitu mana ada cewek yang suka ... apalagi bodynya gendut gitu ....perutnya buncit ....ihhhh stylenya om - om banget ...batinku seraya bergidik
"kenapa nak karin ??? minumannya mau nambah lagi ??" tanya tante Vera heran menatapku
Aku terkejut dan tidak menyangka ...tante Vera memperhatikanku.
"Tidak tante ... sudah cukup ...terima kasih " ucapku lirih .
Mami tersenyum kearahku dan merangkulku dengan lembut .
"Kami berharap nak Karina juga bersedia menikah ... tidak tamat SMU gak apa - apa " ucap tante Vera menimpali
"Benar pak Wayan ....bu Sari.... kami mencari menantu bukan melihat dari titlenya " ucap Pak Ahonk
Aku terkejut ....aku hanya terdiam .Aku menatap ke arah papi dan mami. Mereka hanya tersenyum ke arahku.
Reymon tersenyum dan menunduk ... Aku makin kesal melihatnya .Mataku berkaca - kaca , bergegas aku menghapus air mataku supaya tidak terlihat oleh siapapun.
Dasar bujang tua gak tau diri ...batinku
Aku kini mengerti arti pertemuan kedua keluarga. Ini bukanlah undangan makan malam biasa . Namun ini perjodohan.Aku berusaha tenang karena menghargai Papi dan mami.
NB .
__ADS_1
# Mohon Kritik dan Saran
# Mohon like , koment dan vote supaya lebih semangat lagi nulisnya 😍