RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 62


__ADS_3

Perlahan aku menoleh kearah suara yang kudengar barusan. Aku takut salah menebak. Di teras atas kulihat berdiri sosok yang sudah lama tak kulihat .


"Kak Braaam ???" ucapku terheran saat melihat nya.


Dia tersenyum dan berjalan perlahan kearah ku . Dia menarik pergelangan tanganku ke arah teras.Aku yang masih bingung seperti kerbau di cucuk hidung menurut saja.


"Karina ... aku kangen " ucapnya lirih seraya memegang kedua tanganku.


Aku tersadar dan perlahan ku lepaskan tanganku dari genggamannya.


"Kok kakak ada disini ???" tanyaku masih penasaran


"Lhoo ...ini kan rumahku sayang " ucap Kak Bram


"Kakak tinggal disini ??? lalu kami ..???" tanyaku penuh kebingungan


Kedua bola mataku memutar mencoba mencari jawaban . Mengapa kami ditempatkan di rumah kak Bram ??? Apakah ini maksud dari pihak sekolah menyiapkan rumah untuk kami...???


"Aduhh bingung " ucapku lirih


"Gak usah bingung Rin ... saat aku tau kamu akan bertanding ke kota M ... aku bujuk mamaku untuk menempatkan kalian di rumah ini aja karena dekat dari Gedung Olahraga " ucap Kak Bram seraya meraih kembali kedua tanganku.


"Untuk apa kak ???" tanyaku lirih


"Aku kangen kamu Rin ... Aku sadar jika telah mengabaikanmu tapi itu karena sibuk kuliah bukan karena wanita lain " ucap Kak Bram menatap mataku


Aku hanya terdiam .Kami tidak menyadari jika sedari tadi kak Verdy mendengar percakapan kami .


"Heemmm ...." Dehem kak Verdy


Spontan aku menarik tanganku dari genggaman kak Bram . Bergegas aku mendekati kak Verdy yang berdiri di dekat tangga . Aku merasa canggung

__ADS_1


"Ma... Maaf ... ini koper kamu Rin " ucap Kak Verdy tersenyum getir.


"Ehh ...iyya kak ...makasih ya " ucapku kikuk


"Sama - sama Rin ...aku turun dulu ya " ucap Kak Verdy


"Iyya bro ... jangan naik ke lantai atas lagi ya ...karena disini khusus perempuan " Celetuk kak Bram


"Iyya Maaf ya ...aku permisi " ucap Kak Verdy dengan raut wajah kecewa


"Kak Verdy ...." panggilku lirih


Kak Verdy yang sudah menuruni anak tangga seketika langkah kakinya berhenti dan tubuhnya berbalik ke arahku .


"Ya Rin ???" tanyanya


"Makasih ya kak ... kabari aku jadwal pertandingannya ya kak" ucapku lirih


Kak Verdy tersenyum dan mengangguk kecil


"Kakak juga jangan lupa istirahat ya ..." ucapku agak lantang


Kak Verdy melambaikan tangannya padaku . Saat aku hendak membalas lambaian itu kak Bram menahan tanganku. Dia menarikku kembali ke teras.


"Ada hubungan apa antara kamu dengan laki- laki tadi ???" tanya kak Bram serius


"Apa maksud kamu kak ????" tanyaku bingung


Bram mencekal kedua bahuku .Dia mencengkeramnya dengan kuat .Menatapku dengan tajam .


"Kariin ...Aku cuman mau tau ...apa hubungan kalian ???" tanya kak Bram

__ADS_1


"Tidak ada kak ...kak Verdy itu pelatihku ... dia sering membantuku ... itu aja " jawabku kesal


"Jangan bohong Karina ...aku bisa melihat cinta di matanya untukmu " ucap kak Bram masih mencengkram bahuku dengan kuat


"Uccchhh ....sakit kak ... lepaskan " ucapku seraya sedikit memberontak .


Kak Bram yang melihatku kesakitan pun tersadar .Perlahan dia melepas cengraman dibahuku.Dia ingin memelukku namun aku menghindar.


"Cukup kak ...sudah cukup ... jangan mendekat " ucapku kesal


"Rin ... maafkan aku ... aku tidak suka kalau kalian dekat dan akrab " ucap kak Bram lirih


"Sudahlah kak ... aku dekat dengan siapa saja bukan urusan kak Bram lagi... atas dasar apa kakak melarangku ??? " ucapku lirih berusaha menahan butiran bening dari mataku.


"Aku berhak Rin .... aku pacar kamu " jawab kak Bram lirih


"Pacar kakak bilang ??? kak Bram lupa kemana saja selama ini ??? ada kah kakak mengingat ku ??? " tanyaku kesal


"Jangan ngomong gitu Rin ... aku sayang banget sama kamu ... aku salah karena tidak pernah mengabarimu tapi itu karena aku sibuk kuliah ....maafkan aku Rin " ucap kak Bram dengan raut wajah memelas


"Sibuk ???? jadi terlalu sibuk hingga untuk sekedar mengabariku pun tidak ada waktu ...??? Nomor ponsel kakak pun tidak pernah aktif .... apa itu bukan sengaja ingin menghindariku????" tanyaku


"Tidak Rin ...kamu salah paham ... tolong maafkan aku yaa ... " ucap kak Bram


"Sudahlah kak ....aku cape ...aku ingin istirahat dulu " ucapku lirih


"Baiklah kalau gitu kamu istirahat dulu ...ayo ikut aku " ucap kak Bram seraya menarik tanganku.


Aku terdiam saja dan mengikuti langkah kak Bram.Dia membawaku ke sebuah kamar yang letaknya ada di teras belakang lantai 2 .Tangan satunya menarik koper kecilku.


NB

__ADS_1


# Mohon Kritik dan Saran


# Mohon Like , koment dan vote


__ADS_2