RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 61


__ADS_3

Bis telah memasuki Kota M. Hari mulai pagi .Matahari pun mulai terbit dan bersinar dari sebelah timur . Sinarnya menembus jendela bis yang semalam kain Gordennya tidak aku tutup .


Aku terkejut dan beringsut perlahan .saat kubuka mata ... aku melihat tangan kak Verdy merangkul tubuhku. Kepalaku berada di dada kak Verdy.Ku lepas perlahan rangkulan kak Verdy.


Kak Verdy masih tertidur dan semua orang di Bis pun masih tertidur. Kalau nggak mereka pasti akan melihat kejadian barusan dan akan meledekku.


Ku tatap Wajah ganteng kak Verdy . Kulitnya bersih , hidung mancung , bibir tipis , alis tebal menambah kegantengannya .Ternyata dibalik sikap tegasnya saat melatih dia orangnya baik.


Sungguh pria idaman semua wanita.


"Iihh ...Aku mikir apa sih " ucapku seraya memukul jidatku sendiri.


Perlahan ku selimuti tubuh kak Verdy dengan jaketku. Dia masih tertidur dengan nyenyak. Pasti dirinya baru saja tertidur.


Aku memperbaiki posisi dudukku ...saat ku lihat Pak Ilham yang ketua club olahraga kota kami bangkit dari duduknya . Dia berdiri dan berpindah duduk di kursi samping supir.


Sekitar menempuh jalan 15 menitan Bis yang kami tumpangi pun berhenti di depan sebuah rumah berpagar hitam.Pak Ilham pun berdiri membangunkan seisi Bis.


"Ayoo bangun ...kita telah sampai di tujuan " ucap pak Ilham dengan lantang.


Kak Verdy pun bergerak perlahan mengucek kedua matanya . Lalu menyadari jaket yang menutupi tubuhnya.Dia menoleh kearahku.


Aku pura - pura tak memperhatikannya dan membereskan barang - barangku masuk ke dalam tas ransel.Kak Verdy mengulurkan jaket itu kepadaku.

__ADS_1


"Makasih Rin " ucapnya tersenyum


Aku mengangguk kecil tanpa berani melihat kearahnya.


"Ayo kita turun " ajak kak Verdy


"Iyya kak ...biar saja yang lain duluan turun ...aku gak suka dorong - dorongan " ucapku lirih


"Gak bakal di dorong kalau sama aku ...ayo " ucap kak Verdy seraya menarik pergelangan tanganku.


Aku pun berdiri dan kak Verdy merangkul tubuhku . Aku berdiri di depannya.Kami pun berjalan kearah depan bis .


"Kita turun dulu nanti barang- barang kamu biar aku yang turunin " ucap kak Verdy


Aku hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


"Iihh apaan sih kak " ucapku tersipu


"Gak usah di ladenin" bisik kak Verdy di telingaku


Aku pun diam .karena kak Amri emang paling jahil dari semuanya.Dia suka ngeledekin siapapun tapi tanpa dia suasana sepi.


"Kalau orang pacaran berasa dunia milik berdua yee " ledek kak Amri lagi

__ADS_1


Ketika aku mau jawab kak Verdy menggelengkan kepalanya padaku.Kami pun terus melangkah dan saat akan turun bis kak Verdy membantuku .


Kak Amri terus menerus meledek kami. Namun kami mengabaikannya.Karena kalau di ladenin bisa panjang.


Kami pun diminta masuk ke dalam rumah yang katanya pihak sekolahku yang siapin.alasannya rumah ini dekat dari gedung olahraga tempat kami akan bertanding.


"Rin ...kamu masuk dulu ya ...aku ambil koper kamu dulu " ucap kak Verdy


"Iyya makasih ya kak " jawabku


"Sama - sama karin " ujarnya seraya pergi kembali naik ke atas Bis


Aku tidak menyadari jika seorang memperhatikan kami dari lantai atas . Aku pun masuk ke dalam rumah . Pak Ilham menginformasikan pada kami semua .


Lantai 1 khusus untuk laki- laki dan lantai 2 untuk wanita . Jadi kami tidak boleh naik ke lantai 3 karena tuan rumah menempatinya.


Aku pun perlahan menaiki anak tangga satu persatu.Ketika tiba dilantai 2 nafasku tak beraturan karena tangganya tinggi.


"Capek ya ??? " ucap seseorang


Aku terdiam dan seperti mengenali suara itu. Suara yang telah lama tidak lagi terdengar di telingaku .Suara yang telah lama menghilang.


NB.

__ADS_1


# Mohon Kritik dan Saran


# Mohon Like , vote , dan koment


__ADS_2