RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 89


__ADS_3

Praaaaaankkkkkkkkkkkkk


Aku terkejut kaca mobil samping tempat dudukku tiba -tiba pecah .Dan aku merasa ada seseorang yang menarik kepalaku kedalam dadanya. Bis pun berhenti.


Aku pun langsung bangun dan kuliat kak Verdy di sampingku .Dia yang memelukku dan melindungiku dari pecahan kaca .Entah sejak kapan dia pindah duduk di sampingku.


"Kakak kok ada disini ???" tanyaku


"Iyya tadinya aku ingin ngasih kamu Roti tapi tidurmu nyenyak banget jadi gak tega bangunin eh saat aku mau balik ke kursi kacanya pecah " ucap kak Verdy


"ohh Iyya kak " ucapku lirih karena syok


"Kamu gak apa -apa Rin ?" Tanyanya seraya memeriksa tangan ,kepala dan wajahku


"Aku baik-baik aja kak ...cuman sedikit kaget" ucapku


"Kamu minum dulu Rin "Ucapnya seraya menyodorkan air mineral


Perlahan aku minum dan kak Verdy terus menatapku


"Kalian gak apa-apa anak-anak ???" tanya supir bis


"Gak apa -apa pak ...." Ucap kompak kawan-kawan


"Syukurlah kalau gitu ... Kita istirahat dulu ya ... Sambil bersihkan bekas kacanya " ucap supir


Kawan -kawan lain semua turun dari Bis ...Aku pun berusaha untuk mengatasi rasa kaget yang membuat kepalaku agak pusing .


"Rin ... Aku bersihkan dulu kacanya ...kamu berdiri dulu ya " ucap kak Verdy


Aku hanya mengangguk dan berdiri seraya memegang jok kursi untuk menopang tubuhku yang lemas . Kuliat dia dengan hati- hati membersihkan kaca dari kursi yang kami duduki dengan sapu lidi.


"Ayo Rin duduk lagi udah bersih kacanya "ucapnya


Aku mengangguk dan duduk. Pak Supir memberinya tripleks. Kak Verdy pun mengambil triplek itu lalu dia letakan di jendela yang pecah. Lalu mengambil tali di tasnya dan mengikatnya dengan sarung untuk dijadikan gorden sebagai penutup jendela tripleks.


" Hemmm lumayan ... Semoga ini bisa menghalangi angin tidak terlalu masuk " ucapnya seraya kembali duduk di sampingku


Aku hanya terdiam seraya masih sedikit kaget dengan yang terjadi . Kak Verdy menatapku.


"Rin kamu bener tidak apa-apa kan ?" tanyanya seraya menangkup wajahku dengan kedua tangannya.


"Ak...aku ... Aku baik- baik aja kak ... " ucapku terbata - bata


" Kamu masih syok ???" tanyanya lembut


Aku mengangguk dan tersenyum . Perlahan kuraih kedua tangannya yang masih menangkup wajahku.Aku terkejut karena melihat lengan kak Verdy berdarah .


"Kak ... Tangan kakak berdarah lho " ucapku

__ADS_1


"Ehh Iyya ... Ini cuman luka tergores aja kok Rin ... Aku justru khawatir sama kamu Rin ... Mukamu pucat gitu " ucapnya


"Kak... Aku baik- baik aja ... Yang terluka itu kakak lho ... Jadi plisss kakak diem ya biar aku bersihkan dulu luka kakak supaya tidak infeksi nanti " ucapku seraya mengambil tas ranselku di bagasi atas kami duduk. Kuliat sekeliling di bis kosong hanya ada kami berdua saja.


Aku pun mengambil tisu basah dari Tas , betadine dan plester obat .Dengan hati- hati aku membersihkan darah di lengan kak Verdy dengan tissu basah.


"Aahhh "


"Sakit kak ???" Tanyaku


Dia tersenyum dan menggeleng . Aku pun melanjutkan mengoleskannya betadine .


"Auuuhh "


"Maaf kak ...sakit ya ???" tanyaku


"Enggak Rin " jawabnya seraya menatapku


Aku pun menempelkan plester obat untuk menutupi lukanya.


"Kalau gak sakit kenapa dari tadi bilang Aahhh ....Auuuhhh " tanyaku kesal


"Ya luka ini gak seberapa Rin sakitnya ... Hanya luka kecil aja ... karena merasa lebih sakit saat melihat kamu dipeluk dan dicium cowok lain " ucap kak Verdy seraya menatapku tajam.


"Ehhh Maaf kak ... Itu tadi kejadiannya aku gak tau kalau kak Bram bakal lakukan itu ... Tapi kami bener tidak ada hubungan apa-apa kok kak ..."


Kak Verdy tidak bereaksi dan hanya diam menatapku .


Dia masih terdiam seraya menatapku ... Aku pun jadi salah tingkah di tatapnya seperti itu.


"Kak jangan menatapku seperti itu ...aku minta maaf kak ... Tapi aku gak bohong sama kakak... Aku tidak ada hubungan apa- apa dengan kak Bram ...dia itu tadi sengaja lakuin itu .." ucapku berusaha menjelaskan apa yang terjadi.


Tiba - tiba kak Verdy mencium pipiku lembut ... Aku terkejut. Pipiku merona kemerahan.


"Maaf Rin ... Tapi aku tidak bisa membohongi diriku ...aku cemburu melihatnya " ucapnya lirih


Aku tersenyum dan perlahan ku dekatkan wajahku ke wajahnya .


"Cieee ada yang cemburu nich " godaku


Kak Verdy pun tersenyum dan aku terkejut karena ia mencium bibirku lembut. Aku hanya terpaku karena ini adalah ciuman pertamaku .Rasanya benar - benar aneh membuat dadaku berdebar kencang .Kak Verdy melepaskan ciumannya dan menatapku lembut .


"I love u Rin " bisiknya


Aku masih terdiam dan berusaha mengatur nafasku yang terengah-ngah . Kak Verdy pun tersenyum dan meraihku kedalam pelukannya .


"Cieeeee yang lagi pacaran " ucap kak Amri


Aku pun menarik tubuhku menjauh dari tubuh kak Verdy .

__ADS_1


"Si...siapa yang pacaran " elakku


"Aku laporin lho ke ceweknya Verdy " ucap kak Amri seraya mendelikkan matanya


"Lapor aja sana ... Dasar tukang ngadu" ucap kak Verdy kesal


"Yeiiii .. Verdy aku laporin juga kamu ke om polisi biar kamu di DOR " balas kak Amri seraya menunjukkan jari telunjuk dan ibu jarinya kearah kepalanya.


"Amri ...Awas ya kalau kamu minta ke aku untuk ngerjain tugasmu " ancam kak Verdy


"Waduh .... Main ngancam gitu dech Abang ganteng ini " ucap kak Amri


"Rasain .. Emang enak " ucap kak Verdy


"Ya deh aku nyerah ... Emang ya kalau orang lagi jatuh cinta tuh serasa dunia milik berdua dan semua terasa indah ya " ledek kak Amri


"Diam gak loe " ucap kak Verdy mulai kesal


"Hahahah .... Ya oke aku diam ....eh karin sayang sini yuk duduk disamping kak Amri ...disitu kan kacanya pecah ...nanti kamu masuk angin lho cantik" ucap kak Verdy seraya menepuk kursi disebelahnya seraya tersenyum


"Amriiiiiiiiiii" teriak kak Verdy


"Hahahhaha....." kak Amri tertawa


"Awas ya kamu " ucap kak Verdy


Aku hanya tersenyum dan geleng- geleng melihat tingkah kak Amri .Meski begitu kak Amri orangnya baik dan setia kawan .Kuliat pak Supir menyuruh kawan - kawan lain naik ke Bis .


"Kak udah gak usah diladenin " ucapku


"Ya Rin...aku cuman gak suka kalau kamu di usilin.... Tapi Kamu lapar gak sayang ???" tanya kak Verdy


"Enggak kak ... Aku belum lapar nanti aja ... Di tasku juga ada makanan kak ...ada bakso dan ayam goreng ...kalau kakak lapar ambillah " ucapku lirih


"Dari Bram ???" tanyanya


"iya kak ... "


"Gak usah ... aku makan ini aja " ucapnya seraya mengecup keningku.


"Kak nanti diliat orang " ucapku malu


"Maaf .... Aku sayang kamu Rin ... Aku gak mau pisah dari kamu " ucapnya seraya menggenggam tanganku


Aku hanya tersenyum dan bis pun kembali melanjutkan perjalanan yang masih sangat jauh . Kak Verdy menyelimuti tubuhku dan aku pun kembali terlelap .


NB.


# Mohon kritik dan Saran

__ADS_1


# Mohon Like,komen ,dan Vote


__ADS_2