
Dokter cowok yang menanganiku masih muda dan wajahnya tampan. Dia dengan telaten membersihkan lukaku.
"Auuuhh "
"Tahan ya dek ...ini harus di bersihkan karena banyak pasir yang menempel " ucap Dokter itu
"Iyya Dok " jawabku
Setelah selesai dibersihkan lututku diperban karena lecetnya cukup parah.Telapak tangan hanya di oles obat .
"Jangan dulu kasih kena air ya "
" Trus gak mandi dong dok " Ucapku
"Iyya cuci badan aja dulu untuk beberapa hari ini " ujar Dokter
" Tapi Dok ini kira - kira berapa hari ya sembuh karena saya lusa itu harus bertanding " ucapku
"Wahh ... kalau lutut agak lama biasanya karena disitu selalu bergerak " ucap Dokter lembut
" Tolong kasih obat Dok supaya lukanya cepat sembuh " ucap kak Andi
" Iyya bentar saya kasih resep obatnya ya buat adeknya " ucap Dokter
" Dia pacar saya Dok " ucap kak Andi
" Ehh maaf ... saya kira adiknya " ucap Dokter tersenyum ke arahku
Kak Andi terlihat nampak tidak suka dan sengaja merangkulku dan itu membuatku risih . Dokter itu tersenyum melihat tingkah kami.
" Ini resepnya nanti tebus didepan " Ucap Dokter
" Berapa Dok " Tanya kak Andi
" Nanti semua di bayar di depan sambil tebus obat " ucap Dokter tampan
" Ohh kalau begitu terima kasih Dok " ucap kak Andi
"Iyya sama - sama ... dijaga baik - baik pacarnya ya broo " ucap Dokter
" Pasti Dok " Ucap Kak Andi seraya menggendongku dan membuatku terkejut
"Kak turunin ... kak malu ihh " Ucapku
Namun kak Andi tidak mendengarkan permintaanku . Dia tetap menggendongku seraya mengantri saat menebus obat.m Rasanya aku begitu malu diperhatikan banyak orang .
"Mas itu ada kursi roda buat mba nya supaya mas tidak cape menggendongnya " ucap salah seorang suster
"Tidak apa - apa sis ... Saya suka menggendongnya "
"Ohh ...romantis banget masnya " ucap suster sambil senyum - senyum melihatku
Ya Tuhan rasanya aku ingin menyembunyikan wajahku ini . Setelah membayar obatnya Kak Andi membawaku ke mobil .Temannya membukakan pintu mobil.
Aku hanya terdiam melihat wajah kak Andi yang masih nampak kesal .Kak Andi pun memasangkanku sabuk pengaman . Kemudian dia bergegas ke belakang kemudi .
"Aduh sorry ya let kalau lama menunggu kami" ucap kak Andi
__ADS_1
"Gak masalah let "
" Aku antar Karin dulu baru kita jalan ya "
"Sipp aturlah let ...yang penting saat kita jalan nanti perasaanmu udah tenang karena kamu yang nyetir dan perjalanan kita jauh " ucap salah seorang rekannya
Kak Andi hanya tersenyum lalu melirik ke arahku . Aku pura - pura tidak melihatnya karena aku masih kesal.
"Karin kamu sudah makan ???" Tanya kak Andi
"Sudah " jawabku
"Ohh ya udah kalau gitu aku antar pulang "
"Hemmm "
"Habis antar kamu aku pamit ya ... aku duluan kembali ke Toraj* " Ucap kak Andi
" Hemmm iyya hati- hati " Ucapku
"Kamu marah ya ...??? Sorry ya "
"Hemmm .. aku cuman malu kak tadi diliatin orang " ucapku
"Iyya maafin aku yaa ... jangan marah ya "
"Hemm ... "
" Ayo dong jangan marah ... aku gak bisa kalau kamu marah Rin ... Maafin aku ya ... pliss " ucap kak Andi
"Iyya kak ... Gimana keadaan ibu kakak ???" Tanyaku
"Alhamdulillah ibuku sudah mendingan ... aku gak tega sebenarnya ninggalin dia tapi aku harus kembali tugas ... ijinku hanya 3 hari ... ini aku udah bolos seminggu " Ucap kak Andi
Aku hanya terdiam dan menatap lurus ke jalan . Mobil yang kami kendarai pun telah memasuki lorong ke arah rumah kak Bram.
Kak Andi memberhentikan mobil di depan rumah kak Bram .Dia menatapku dengan pandangan yang susah untuk aku artikan.
"Kamu mau aku antar masuk ???"
"Jangan kak ... Didalam banyak orang ... nanti aku kena hukum kalau di tau pergi gak pamit "
"Kan kamu pergi kedokter Rin ... perginya juga kan sama pacar "
"Hemm kak ... kami dilarang pacaran kalau lagi bertanding "
"Ya udah kamu turun pelan - pelan ya " ucap kak Andi
"Makasih kak " ucapku
"Sama - sama sayang ... nanti aku telfon ya ... ingat jangan banyak gerak dulu " Kata kak Andi
" Hemm iyya kak ...Aku turun dulu ya " Ucapku seraya membuka pintu mobil dan perlahan turun. Rasanya begitu nyeri namun aku tahan Karena takutnya kak Andi menggendongku lagi.
"kami jalan dulu ya sayang ... byee "
Aku hanya mengangguk dan mobil pun pergi meninggalkan ku di depan rumah .Dengan jalan tertatih aku melangkah masuk ke dalam .Dan kak Verdy tiba - tiba berlari menghampiriku.
__ADS_1
" Karin Kamu sudah kembali ???"
"Iyya kak "
"Ayo aku bantu " ucap kak Verdy seraya memapahku berjalan masuk ke dalam rumah.
"Makasih kak " ucapku
Perlahan kami menaiki tangga . Dengan sabar kak Verdy membantuku .Namun saat kami di tengah anak tangga ...pandanganku bertemu dengan mata ka Cindy .
Dia menatapku penuh kebencian dan berjalan menuruni anak tangga dengan menenteng koper mininya .Kini dia berada persis di hadapanku .Aku tersenyum namun dia menampakkan wajah yang jutek.
"Kak Cindy mau kemana ???" Tanyaku berusaha ramah padanya.
"Huhhh ... gak usah pura - pura baik deh... kamu suka kan klau aku pulang ... "
" Jadi kak Cindy mau pulang ??" Tanyaku
"Udah sana minggir " ucap kak Cindy seraya mendorong tubuhku hingga hampir saja aku terjatuh .
Kak Verdy dengan sigap menarik tubuhku dengan kuat .Aku terkejut karena kini aku berada dalam pelukannya.
" Selalu aja cari kesempatan sama semua cowok dasar perempuan G*tel " ucap kak Cindy menghinaku
Aku yang tersadar langsung melepaskan pelukan kak Verdy dan menggeser tubuhku menjauh dari kak Verdy.
"Cindy mulut kamu itu di jaga yaa ...jangan sesuka hatimu menghina orang " ucap kak Verdy
"Ya bela aja terus Ver ... jangan nyesal aja nanti kalau kamu di sakitin " ucap Cindy jutek
"Kamu ....huuuhhhhffft " ucap kak verdy
"Udah kak biarin aja " ucapku seraya menahan tangan kak Verdy yang nampak kesal .
Kak Cindy pun pergi dengan ocehan yang terus memaki dan menghinaku .
"Dia sudah keterlaluan Rin ... dia hampir saja bikin kamu jatoh... trus dia menghina kamu " ucap kak Verdy
" Biar aja kak ... kan aku baik - baik aja gak jatuh .... " ucapku
"Iya untung aja aku bisa nangkap kamu tadi kalau gak kamu pasti udah jatuh ... heran ya ada orang seperti itu " gumam kak Verdy
"Dia gitu itu karena dia suka sama kakak " Ucapku
"Ahh apaan sih kamu ngomongnya ngaco " ucap kak Verdy
"Yeee dikasih tau gak percaya ... dia itu cemburu kak " ucapku
" Ahhh gak usah di bahas ...ayo naik pelan - pelan "
Aku mengangguk dan butuh perjuangan banget menaiki anak tangga Itu . karena rasanya lututku benar - benar nyeri dipakai naik tangga . Namun aku tidak menampakannya karena tak ingin membuat kak Verdy makin khawatir .
NB :
# Mohon Kritik Dan Saran
# Mohon Vote , like dan koment
__ADS_1