RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 86


__ADS_3

Kak Verdy terus menggenggam lembut jemari tanganku sepanjang perjalanan . Kak Amri dan teman - teman lainnya pun sudah berhenti meledek kami ... mungkin karena kami tidak menggubrisnya hingga mereka pun merasa lelah sendiri .


Bus yang kami tumpangi berhenti di depan sebuah rumah berlantai dua yang cukup besar meski tidaklah sebesar rumah kak Bram. Karena rumah kak Bram berlantai tiga.


Setelah semua teman lainnya turun barulah kami turun .Dan melangkah memasuki rumah tersebut . Pak Ilham pun menyambut kami .


Mata pak Ilham menatap ke arah pergelangan tanganku dan kak Verdy . Aku pun bergegas melepas genggaman tangan kak Verdy. Pak Ilham mengulas senyum.


Aku melangkah disamping pak Ilham . Dan nampak wanita cantik seraya menggandeng bocah laki- laki berumur 5 tahun . Bocah itu berlari ke arah pak Ilham .


" Ayaahhh "


"Jagoan ayah " ucap pak Ilham seraya menggendong bocah itu


Wanita cantik yang pastinya istrinya pak Ilham pun mengulurkan tangannya ke padaku .Aku pun menyambutnya


"Dia lah namanya Karina Bun... Sang juara Single dan ganda campuran " ucap Pak Ilham memperkenalkanku pada istrinya


"Karina ternyata cantik banget ya yah " ucap wanita itu


"Terima kasih Bu " ucapku


"Tau gak kamu Rin ... Mas Ilham tuh selalu cerita tentang kalian semua ... Terutama Kamu Rin ...Mas Ilham bangga dengan prestasi kalian " ucap istri pak Ilham


" Semua ini berkat doa ibu juga sehingga kami bisa sampai di posisi seperti ini " ucapku


"Karina udah cantik jago juga main badmintonnya yaa ... Semoga nanti anak kita bisa mengikuti jejak nak Karina ya Ayah " ucap Wanita itu seraya mengusap perutnya sendiri


Aku mengalihkan pandanganku ke perut istri pak Ilham yang ternyata tengah mengandung kisaran 7 bulan karena perutnya telah nampak buncit dibalik gaun panjang yang dia kenakan.


"Aamiin ...Aamiin...Aamiin " ucap pak Ilham dan teman-teman lainnya


Aku sendiri hanya tersipu malu dipuji seperti itu .Dan ku lirik kearah kak Verdy yang nampak tersenyum seraya menatapku.


"Jangan banyak dipuji Bu Karina nya nanti dia terbang " ucap Amri

__ADS_1


"Hahahah ... Nah Bunda sih.... Tuh nak Amri jadi Iri kan Bun karena bunda perhatiin Karina aja dari tadi " ucap Pak Ilham


" Ehhh maaf ya nak Amri ... Maklum bunda ini pengen banget punya anak perempuan dan kebetulan bunda lagi mengandung " ucap Istri Pak Ilham.


"Gak usah didengar Bu ... Si Amri emang gitu tukang rusuh " ucap kak Verdy


"Yeiiiii siapa mau rusuh .... " Sanggah Amri


"Kamu emang tukang rusuh " jawab kak Verdy.


"Ihhh Verdy ... Belain Ayang yaaa " ejek kak Amri


"Heiii sudah. ..sudah kok malah berantem kalian " Ucap pak Ilham


"Itu pak si Verdy belain Ayang ... Kan saya gak ada yang belain" ucap kak Amri memasang wajah sedih


"Hahahaha ... Kalian ya lucu ...berantem kayak anak- anak " ucap istri pak Ilham


" Maafin Amri ya Bu ...dia memang gitu " ucap ku lirih


"Sudah ...sudah ...kalian ini " sanggah pak Ilham


"Ayooo kalian kan kesini mau party ... Nikmati partynya .... Nikmati makanannya ... Ini semua disiapkan buat kalian semua " ucap istri Pak Ilham


"Asyikkkkk ... Kita makan " Ucap kak Amri seraya berlalu mendekati meja yang berisi banyak makanan


Pak Ilham dan istri tersenyum melihat tingkah kak Amri seraya kuliat sang istri mengusap - usap perut buncitnya . Mungkin saja dia mengusap supaya anaknya kelak tidaknya bertingkah macam kak Amri .


"Karin. .. Verdy .... Ayo kalian berdua kok bengong aja ... sana ambil makanan dan minumannya ... Nikmati pestanya ya " ucap pak Ilham


"Iyya nak Karin ... Sana makan dulu " Ucap istri pak Ilham


Aku hanya mengangguk lalu melangkah ke arah meja panjang . Kulihat begitu banyak makanan.


"Mau aku ambilkan ?" Tanya kak Verdy yang ternyata berada di sampingku

__ADS_1


"Ehh kakak ... Enggak kak ... Biar aku sendiri ... Aku cuman lagi bingung mau makan yang mana ... Hehehe "


"Ya udah ...ini piringnya " Ucap kak Verdy seraya memberiku piring kaca .


"Makasih kak " ucapku lirih


Aku pun mengambil Sup buah dan segelas minuman berwarna orange.... Lalu ku langkahkan kakiku menuju kursi . Aku tidak terbiasa makan sambil berdiri. Meski kulihat teman- teman lainnya makan sambil berdiri.


Perlahan aku duduk di kursi dan ku sendok perlahan sup buah lalu memasukkan ke mulutku . Tentunya dengan hati - hari supaya lipstikku tidak luntur meski lipstikku anti luntur kayak iklan sabun tapi tetap saja aku harus berhati-hati .


" Kamu cantik sekali Rin " ucap kak Verdy


Aku terkejut karena lagi- lagi tidak menyadari jika kak Verdy pun duduk di sampingku .


" Hemmm makasih kak " Ucapku berusaha menenangkan diriku


Rasanya sangat bahagia mendengar kak Verdy memujiku . Jantungku berdetak sangat cepat dan aku khawatir kak Verdy mendengarnya.


" Katanya kamu gak bawa gaun ... Apa kamu tadi membelinya ? " tanya kak Verdy


"Ehh ... Nggak kak ... Ini gaun punya temenku " ucapku


" Ohhh .... Temen kamu ada di kota ini ya ???" tanya kak Verdy nampak penasaran


"Hemmm ini bajunya kak Ratih kak " ucapku


"Ratih siapa ??? Sepupu kamu ??? " Tanya kak Verdy


" Kakaknya kak Bram " ucapku


Kak Verdy pun terdiam setelah mendengar jawabanku .Entah apa yang terfikir dibenaknya saat ini . Tapi biarlah seperti ini aku ada kesempatan untuk bergegas menghabiskan makananku .


NB.


# Mohon kritik Dan Saran

__ADS_1


# Mohon vote , like dan koment


__ADS_2