RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 91


__ADS_3

Ku buka perlahan kedua kelopak mataku ketika kudengar ada suara memanggil - manggil namaku dan tepukan lembut pada pipiku .


"Rin ... Karin ... bangun " ucap seseorang lembut


Aku mengucek perlahan mataku . Dan terkejut karena itu adalah kak Andi yang dengan lembut membangunkan ku .


Ku menoleh ke kanan dan kiri mencari kak Verdy . Ternyata dia sudah turun dari Bis dan tengah berbincang dengan Papiku .


"Karin ayoo turun sayang ... Kasihan teman kamu yang lain.. Mereka juga mau cepat -cepat istirahat " teriak Mamiku dari bawah


Aku menggeliat perlahan . Mataku seraya sangat berat.


"Masih ngantuk ???" tanya kak Andi


"Iyya kak " jawabku


"Ya udah ...aku gendong aja ya ...katanya kamu lagi kurang sehat " ucap kak Andi


"Apa kak ??? Gak usah kak ...aku bisa sendiri kok " tolakku


Perlahan kucoba bangkit dari kursi namun entah mengapa kepalaku terasa berat dan akhirnya aku kembali terjatuh dikursi .


"Nah kan kamu emang gak bisa sendiri ..gak usah dipaksa Rin ...mending aku gendong " ucap kak Andi tersenyum tipis melihatku


"Tapi kak ... Aku malu diliat orang ...tunggu bentar kak aku turun sendiri "


"Rin ... Kamu gak kasihan sama teman-teman kamu yang juga sangat lelah diperjalanan ... mereka pasti ingi cepat sampai dirumah untuk istirahat " ujar kak Andi


"Tapi kak .. Aku ...aku .." ucapku lirih seraya menatap ke arah jendela yang kuliat kak Verdy menatap kearahku .


"Sudah kamu nurut aja ya biar cepat " ucap Kak Andi Seraya meraih tubuhku ke dalam gendongannya.


"Kak ... Turunin aku " ujarku


"Waahhh ... Tuan putri digendong nich " ledek kak Amri Sinis


"Kak turunin aku " ucapku sedikit memberontak dan membuat kak Andi mengeratkan pelukannya


Kak Andi perlahan turun dari bis dengan menggendongku.


"Ya Ampun Karin kok kamu manja banget minta gendong ... Kan jadi ngerepotin nak Andi " teriak mami


"Enggak kok Tante ... Ini aku yang inisiatif gendong Karin karena kepalanya sakit gak kuat jalan " ucap kak Andi


"Turunin aku kak ...aku mau jalan aja " ucapku seraya memukul-mukul dada kak Andi


Kulihat papi hanya menggeleng - geleng dan tersenyum . Namun kak Verdy menatapku tajam . Aku jadi tidak tega melihatnya


"Sudah nak Andi ...sini biar om aja yang gendong Karin " ucap Papi

__ADS_1


"Iyya papi aja ... Kita bukan muhrim gak bisa gini " ujarku kesal


" Kalau gitu besok aku melamar buat nikahin kamu supaya kita jadi muhrim " bisik kak Andi lirih


"Apaa ???" teriakku


Kak Verdy terus menatap ke arahku . Dan aku tau dia cemburu melihatku dalam gendongan kak Andi. Dia pun bergegas berpamitan dan menyalami Papi dan mami dan mencium punggung tangan mereka. Aku menatap ke arah kak Verdy namun dia sama sekali tidak menengok kearahku .Bahkan kak Verdy tidak berpamitan denganku.


Di Bis kulihat dia duduk sembari menatap ke arahku dengan tatapan yang susah tuk diartikan. Bis pun berlalu membawa kak Verdy dan teman-teman lainnya.Aku merasa bersalah telah membuat kak Verdy sedih.


"Kak turunin aku dong " ucapku


"Iya sini biar papi yang gendong ... Kamu itu manja amat sih jadi orang ..." ucap Papi seraya meraih tubuhku dari gendongan kak Andi


"Ihhh papi ngatain anak sendiri " ucapku


"Karin lagi sakit om...Tante " ucap kak Andi


"Sakit ??? Kamu Sakit apa nak??" tanya Mami


" Gak kok Mi ... Karin hanya merasa kepala karin berat ... mungkin karena kurang tidur dan kecapean " ucapku lirih


"Ohh ya sudah ...kamu istirahat ya Rin ...Papi cepat bawa Karin ke kamarnya ... Biar mami yang temani nak Andi " ucap Mami


"Ohh terima kasih Tante ... Tapi saya juga sekalian minta pamit karena mau kembali ke kantor " ucap kak Andi


"Sama-sama Tante ... Saya permisi dulu" ucap Kak Andi Seraya menyalami tangan Mami dan mencium punggung tangannya.


"Hati- hati dijalan ya nak ... Sekali lagi terima kasih ... Kalau mau sarapan pagi datang aja kesini " ucap Mami.


"Iyya Tante " ucap kak Andi Seraya naik ke motor dan menyalakan mesin motornya dan berlalu meninggalkan Mami di halaman rumah .


Setelah kak Andi berlalu ,Mami pun bergegas masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarku .


Papi perlahan menurunkan tubuhku diatas tempat tidur . Kemudian dia duduk di sampingku seraya memijat kepalaku perlahan


"Sakit sekali ya Nak ??" tanya papi


"Enggak kok Pi ... Cuman mataku gak bisa terbuka dan kepala berat " jawabku


" Mungkin itu hanya efek kecapekan bertanding trus kurang tidur..." ucap Papi


"Iyya Pap " ucapku seraya tersenyum


"Karin minum dulu obatnya sebelum kamu tidur" ujar mami seraya memberikan obat dan segelas air putih.Papi membantuku duduk.


"Hemmm .....ya Mi " ucapku seraya menelan obat dan meneguk air minum digelas hingga tandas .


"Ya sudah kamu tidur nak ... Pi ayo biar Karin istirahat " ajak Mami

__ADS_1


"Iya Mi bentar ... Nak kamu kalau rasa gak enak dan sakit ... Kamu teriak aja panggil papi ya " ujar papi seraya menepuk pucuk kepalaku perlahan .


Aku paksakan untuk tersenyum dan mengangguk pelan. Aku tidak ingin melihat mereka khawatir dan cemas .Papi dan Mami pun keluar dari kamar meninggalkanku.


Kuraih ponsel yang tergeletak di sampingku. Ku buka aplikasi berwarna hijau dan ku cari nama kak Verdy. Ku coba untuk melakukan panggilan namun ponselnya tidak aktif .Kemudian kuputuskan untuk mengirim pesan padanya.


"Kak ... Udah sampe rumah ???"


"Kak maaf karena tadi aku telah menyakiti hatimu ... Aku minta maaf "


"Selamat istirahat ya kak"


Aku mengirim chat yang ku ketik dan hanya centang satu . Mungkin kak Verdy sudah tidur fikirku .Aku pun kembali meletakkan ponselku di samping bantal. Supaya aku bisa mendengar jika Kak Verdy membalas chat atau menghubungiku.


Kepalaku terasa semakin berat . Kulirik jam dinding menunjukkan pukul 05.00 pagi . Kupejamkan kedua mataku meski aku tak merasa ngantuk karena fikiranku terus ke kak Verdy .Entah apa yang dia fikirkan saat dia melihatku dalam gendongan kak Andi.


"Aachhhhh .... Bodohnya aku " gumamku seraya menarik nafas dan menghelanya kasar.


Aku mengingat tatapan mata kak Verdy saat menatapku . Rasanya aku ingin bertemu dengannya. Aku yakin dia pasti merasa sakit karena cemburu . Entah rasanya aku takut jika kak Verdy akan kecewa padaku dan merasa aku mempermainkan dirinya .


Ponselku berbunyi pertanda ada pesan masuk . Bergegas ku raih dan kucek .Aku sangat berharap dari kak Verdy. Namun aku menelan salivaku dengan kecewa karena itu pesan dari kak Andi .


"Karin sayang ... Gimana perasaan kamu ? Apakah udah baikan ?? "


Aku pun mengetik untuk membalas pesan itu


"Karin udah merasa agak baikan kak setelah minum obat tadi dikasih Mami"


"Ya sudah Karin istirahat dipakai tidur supaya cepat sembuh " balas kak Andi


"Iyya kak makasih ya " balasku


"Sama - sama sayangnya aku ..cepat sembuh ya supaya nanti kalau aku lamar Karin fress" balas kak Andi


"Aahhh apaan sih kak ???"


"Aku serius lho sayang ....aku ingin kita cepat menikah " balas kak Andi


"Aku istirahat dulu ya kak ...kakak juga istirahat" balasku


"Oke sayang ... Aku ini masih di kantor lagi piket sayang ....Byee Sayang" balas kak Andi


Pesan terakhir tidak aku balas . Kepalaku terasa makin sakit . Entah bagaimana caraku memberitahukan kak Andi kalau aku mencintai orang lain bukan dirinya.Ada rasa tidak tega namun juga rasa bersalah karena telah membohongi perasaannya .


NB.


# Mohon kritik dan saran


# Mohon like ,komen dan Vote

__ADS_1


__ADS_2