RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 71


__ADS_3

Aku bergegas mengantar kak Bram keluar kamar . Karena aku ingin kembali rebahan.


"Rin ... kok Tas raketmu di luar ?? " Tanya kak Bram heran


" Ohh iya tadi teman yang bawa dari gedung mungkin tadi saat aku tidur gak dengar dia ketok pintunya " ucapku seraya meraih tas raketku yang tergeletak di lantai .


" Hemmm kamu sih kalau tidur kayak kebo susah di bangunin hehehe "


" Kaaaak ... sana deh pergi nanti telat lho " ujarku


" Hahhaha ... ya udah aku pergi ya Sayang ... Ingat jangan begadang ya "


" iya kakak "


" Ok byeee "ucapnya seraya melangkah pergi.


Bergegas ku kunci pintu kamar dan berberes bekas makanan kami tadi . Ketika Kuliat satenya masih banyak banget . Sayang kalau tidak termakan akan basi .


Aku pun berfikir ingin memberikan sate itu ke kak Verdy ... anggap sebagai ucapan makasih karena dia sudah membawakan tas raketku tadi siang .


Setelah kamar kembali rapi . Piring dan mangkok sudah aku cuci . Kamar aku semprot parfum supaya tidak berbau makanan .Segera ku bergegas menyisir dan mengikat rambutku hingga rapi . Ku poles wajahku dengan bedak dan bibirku ku pakaikan liptint.


Aku pun membungkus kembali sate dengan rapi lalu ku masukkan kantong berwarna hitam. Perlahan ku turuni anak tangga menuju lantai satu .


Setiba di depan kamar kak Verdy ku ketok perlahan pintu kamar nya


TOK ... TOK .... TOK


Berulang kali ku ketok kamarnya namun tak kunjung ada sahutan dari sang pemilik kamar . Hingga aku pun melangkah menuju ruang tengah yang tempat teman - teman lain pada ngumpul.


" Eh Karin ... tumben ke sini ?? Nyari siapa nih " tanya kak Amri cengengesan


" Eeh iyya kak aku lagi nyari kak Verdy " jawabku malu


" Ohh Verdy dia tadi sore keluar joging ... apa belum balik ya ... kan ini dah hampir jam 8 malam... wah jangan- jangan saat joging ketemu cewek jadi lupa pulang nih bocah " ucap kak Amri dengan senyum - senyum


Teman - teman yang pada ngumpul tertawa mendengar ucapan kak Amri . Aku hanya tersenyum menunduk


" Ohh ya udah kak kalau gitu aku naik dulu ke atas " ucapku


" Eh Karin mau titip pesan ??? "


" Gak perlu kak ... nanti aku telfon aja kak Verdy nya ... makasih ya kak " ucapku tersenyum


" Sama - sama Karin Cantik " ucap kak Amri


Aku tersipu dan Bergegas melangkah meninggalkan mereka yang tengah ngumpul . Lalu kulangkahkan kaki menuju anak tangga .


" Karin ... " Panggil seseorang


Aku menghentikan langkahku dan berbalik badan . Kulihat kak Verdy berdiri menatapku.


" Kakak baru pulang??? " tanyaku

__ADS_1


" Iya ... kamu nyari aku ??? ada apa ???"


" Ehh iya kak ... aku mau ngasih ini " ucapku seraya memberikan kantongan yang di tanganku


" Apa ini ??? " tanya nya


" Sate dan lontong kak " ucapku


" Ohh ... makanlah aku sudah kenyang " jawab kak Verdy datar seraya mengelap keringatnya dengan handuk kecil


" Lhoo kakak udah makan ??? kan kakak baru selesai joging ? kapan makannya ??? tanyaku beruntun


" Gak makan cuman lagi gak lapar aja " ucap kak Verdy tanpa melihat kearahku


" Hemm ... kakak marah ya ... Kakak joging kok gak ngajak aku ?? "


Kak Verdy tidak menjawab pertanyaanku . Dia tengah meluruskan otot - ototnya sehabis berlari . Entah sejauh apa dia berlari .


Ku tatap kak Verdy yang hanya terdiam saja . Kiraih tangannya dan ku berikan kantongan itu. Dia hanya terdiam dan menatapku


" Ini buat kakak ... terserah kalau kakak gak mau makan boleh kasih orang ketimbang makanannya mubasir " jawabku seraya pergi meninggalkannya .


" Rin ... ini gak perlu ...aku ...."


Tidak kuperdulikan ucapannya dan aku terus melangkah meaiki anak tangga menuju lantai 2 . Namun aku menabrak tubuh seseorang .


" Karin ... kamu dari mana ??? " ucap seseorang yang suaranya udah tidak asing lagi buatku


" Aku ... eh kak Verdy ... aku dari buang sampah " ucapku


" Iyya kak maaf ... lho bukannya kakak kuliah ??"


" Dosennya ngabarin gak jadi kulih malam tapi besok pagi ... aku cuman mau ke percetakan dulu " ucap Kak Bram


" Lho ngapain kak ???"


" Itu mau nyetak undangan pernikahan kita "


" Ahh apalah kak Bram ini " ucapku seraya mencubit lengan kak Bram


" Auuhh sakit sayangku "


" Biarin ...rasain deh itu "


Kami pun tertawa dan tawa kami terhenti karena ada seseorang memanggilku


" Kariin ... " panggil seseorang


Aku berbalik dan kuliat kak Verdy tengah menatap ke arah kami . Kak Bram pun merapatkan tubuhnya padaku . Aku menggeser tubuhku menjauh


" Iiii ... iyya kak " jawabku


" Besok pagi kita latihan main ganda ya karenq besok sore kita bertanding "

__ADS_1


" Oke kak ... " ucapku


" Ya udah aku ke kamar dulu mau mandi trus makan ... jangan telat ya besok " ucap kak Verdy


" Siap kak " jawabku


Kak Verdy tersenyum dan berlalu meninggalkan kami ... Aku tersenyum dan menatap tubuh kak Verdy hingga hilang dari pandangan


" Cieee di tatapin terus tuhhh "


" Akkkhh apaan sih kak "


" Gimana kita bisa pacaran kalau gak latihan kami bertanding ...waktu buatku mana ???


" Kak ...aku kesini kan emang buat bertanding ... jadi ya aku fokus latihan buat tanding kak "


" Hemm pokoknya kalau udah bertanding kamu tinggal dulu ya "


" Nanti diliat kak ... ya udah sana pergi ...aku mau bobo dulu " ucapku


" Ok sayang ... mau dibeliin apa nanti ??"


" Gak pengen apa- apa kok kak " ucapku


" Oke kalau gitu naiklah aku pergi dulu ke percetakan ya "


" Eh percetakan ngapain kak ? " tanyaku penasaran


" Lho itu kan usaha kecil - kecilanku sayang ... yang nanti jadi usaha kita berdua heheheh "


" Aihh kak Bram ... ngomong apa sih ?? sana pergi " ucapku seraya mendorong tubuhnya pelan


"Oke sayang byeeee " ucapnya seraya melangkah menuruni anak tangga


" Hati - hati kak jangan ngebut " ucapku


" Oke dech sayangku yang manis" ucap kak Bram seraya berlalu.


" Cieeee .... Hemmm ... Hemmm " ucap kak Amri yang ternyata ada memperhatikan kami sedari tadi.


" Apaan kak ??" ucapku malu


" Oohh ternyata ...gitu toh .. " ucap kak Amri


" Gitu gimana kak ???" tanyaku heran


" Yaa itu kasihan banget karena saingannya mas brow banyak hahahha" Ujar kak Amri


Aku hanya menggeleng dan tersenyum lalu melangkah kembali menaiki anak tangga meninggalkan kak Amri yang terdengar masih tertawa terbahak .Ku dengar dia seperti tengah meledek seseorang .


NB :


# Mohon kritik dan saran

__ADS_1


# Mohon vote , like dan komen


__ADS_2