RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 78


__ADS_3

Aku terkejut ketika seseorang menepuk pelan lengan dan memanggil namaku.


"Rinn ... Karin yuk bangun di makan dulu sarapannya "


Aku mengeliat dan mengerjap - ngerjapkan kedua mataku yang masih sulit terbuka .Kuliat kak Verdy tengah duduk ditepi ranjang .


"Hemmm ... aku masih ngantuk kak " ucapku


" Ayo bangun jangan malas - malasan Rin ... sarapan trus minum obat ... besok kita bertanding " ucap kak Verdy


"Iyya kak " ucapku sambil berusaha duduk


Kak Verdy membantuku bangun dan bersandar . Mataku masih sangat berat.


" Ayo cuci muka trus sarapan ... aku belikan nasi padang " ucap kak Verdy


" Hemm "


Perlahan ku singkap selimut yang menutupi tubuhku . Dan ku geser kedua kakiku menapak ke lantai


" Lho Rin kok perbannya kamu lepas gak kamu pasang lagi " ucap kak Verdy


" Ehh ...mana kak ???" ucapku bingung melihat kedua lutut ku tidak ada lagi perbannya.


" Rin ... luka kamu udah kering ..." ucap kak Verdy yang berjongkok melihat kearah lukaku


" Ehhhm iyya kak " gumamku


Aku sendiri bingung melihat lututku sudah tidak ada perbannya ... dan lebih mengherankan luka dikakiku kini telah mengering. Apa ini karena kak Bram ... aku sendiripun tidak menyadari jika kak Bram yang merawat luka kakiku.


Beberapa hari ini kak Bram sibuk kuliah pagi hingga malam ... belum lagi mengurus percetakannya . Dia pergi pagi hari disaat aku belum bangun dan kembali di saat aku sudah tertidur.


" Syukurlah Rin kini lukamu sudah kering ... cobalah pake bergerak " ucap kak Verdy


Aku mengangguk dan berdiri . Perlahan ku gerakkan kedua kakiku bergantian seperti gerakan menendang ke depan . Rasanya sudah tidak sakit lagi .


" Kak sudah tidak terasa nyeri ... kita bisa bertanding besok .....yeiiii " ucapku seraya loncat - loncat kegirangan.


" Heiii Rin ... hati - hati nanti kamu jatuh lagi ... sana buruan cuci muka trus sarapan " Kata kak Verdy


" Iya kak iya ... Maaf aku senang banget ... " ucapku tersenyum dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Perlahan ku basuh wajahku dengan air dan mengambil sabun khusus wajah mengusap perlahan lalu membilasnya hingga bersih . Tidak lupa aku pun menggosok gigi .Lalu kuraih handuk kecil untuk mengeringkan wajahku .


Pandanganku sekilas ke arah keranjang baju kotor yang nampak kosong . Lhoo kemana baju- baju kotorku yang kemaren kuletakkan di dalam keranjang . Padahal hari ini aku berniat akan membawanya ke laundry karena ada baju yang akan kukenakan untuk bertanding besok.


Apakah kak Bram yang membawanya ke laundry ??? Tapi kapan dia membawanya ???Aduhh aku semakin bingung ... berbagai pertanyaan muncul dibenakku .


Perlahan Ku buka gagang pintu kamar mandi dan menutupnya lagi. Kuraih ponsel yang tergeletak di atas meja dan kucari nomor kak Bram diaplikasi berwarna hijau . Lalu jariku dengan lincah mengetik pesan dan klik kirim


" Kak ... kok baju kotorku gak ada ??? Kakak Ada liat ???"


Pesanku centang 2 berwarna biru tandanya kak Bram telah membacanya .Tidak lama dia membalasnya.


" Eh iyya ... semalam aku bawa ke laundry sayang ... bentar sore ada kurir yang antar ke rumah jadi tunggu aja ya " balas kak Bram


" Aduh kak ...makasih banyak ... padahal baru aja hari ini aku mau membawanya"


" Hmmm ... sama - sama sayang ... aku Udah bayar ...jadi tunggu aja ya " isi chat kak Verdy


"Lhooo ... kok gitu ??? Ya Ampun kak ... jangan seperti itu ..aku jadi gak enak ...pokoknya bentar aku gantikan uang kakak " balasku di chat


" Gak usah sayang ... lagian murah kok ... itu juga laundry punya teman "


" Ya kan sama aja ...kakak bayar juga ... jadi pokoknya aku harus ganti uang kakak "


" Heeh ... Trus apa dong kak ??? jangan modus ya kak "


" Ihh gak apa kan aku modus sama pacar sendiri ???"


" Ahhh gak lah ... lagian aku gak suruh kakak bawa ke laundry "


" Ya tapi kan itu bentuk perhatianku sama kamu lho Rin "


" Yaa tapi kakak mau apa ???" tanyaku di chat


" Nanti aja aku mintanya sayang... tapi gimana kakimu ... semalam aku buka perbannya supaya kena angin dan cepat kering nya "


" Iyya sudah kering kak ... makasih ya "


" Aku gak mau kalau cuma makasih aja "


" Lalu ...??? ihh tuh kan kakak modus "

__ADS_1


" Hahahah ... kamu udah makan yank???"


" Yank yenk yank yenk "


" 😘😘😘 " Kak Bram balas emoji


" 🥱🥱🥱"


Pesanku yang terakhir centang satu mungkin kak Bram udah masuk kelas . Aku senyum - senyum sendiri .


" Hemmm ... asyik banget kayaknya ... " Dehem kak Verdy


Astaga aku lupa kalau ada kak Verdy di hadapanku ... dan dia tengah memperhatikanku... bergegas ku letakkan ponselku dikasur.


" Maaf kak ...aku lagi ngecek bajuku yang dilaundry buat bertanding besok "


" Oohh ... jadi senyum - senyum gitu karena chat sama tukang laundry ???" Tanya kak Verdy


" Iyya karena bajuku Udah selesai nanti sore diantarkannya "


" Ehh ... ngomong - ngomong kok kamu laundry gak bilang- bilang sih ... aku juga Ada baju kotor beberapa stell " ucap kak Verdy


"Hemm ... nanti kalau kurirnya datang antar pakaianku , kakak bisa langsung titip juga " ucapku


" Ohh ok ... Nanti kalau kurirnya datang jangan lupa kabari aku ya ... karena gak sempat mau nyuci kayaknya apalagi besok udah mau bertanding"


"Siip kak "


" Cepat dimakan nasinya trus minum obat ... lalu kamu mandi trus turun kita ngobrol di bawah dengan pak Ilham "


Aku mengangguk pelan seraya menggigit daging ayam dan menyuap nasi masuk ke mulutku . Selanjutnya kami pun makan tanpa ada lagi suara .Kami berdua saling melempar senyum satu sama lain .


Aku tidak berani membalas tatapan mata kak Verdy . Entah tatapannya begitu sulit untuk diartikan . Aku hanya berani mencuri pandang padanya ... Namun Jika pandangan kami bertemu... aku segera menunduk dan seolah cuek sambil menikmati makanan. Dan dia tersenyum jika melihatku grogi .


Aku sendiri bingung dengan apa yang kurasakan ... yang jelas di mataku kak Verdy begitu sempurna ... sudah ganteng , baik , mandiri ... pokoknya beruntung wanita yang bisa menjadi pacarnya .


Tapi aku selalu mengingatkan diriku sendiri untuk bisa mengontrol perasaanku ... jika kak Verdy itu adalah pelatihku ... Jadi wajar kalau kami dekat dan dia baik padaku ... kak Verdy juga telah memiliki pacar ... Aku tidak boleh memiliki rasa pada kekasih orang.


Karena aku sendiri juga ada kak Bram yaitu pacar dari masa lalu yang tiba - tiba datang dengan segala perhatiaan nya untukku ... Dan kak Andi pacar baruku yang baik tapi posesif namun aku bingung gimana perasaanku sama dia .Ahhh kenapa harus seribet ini .


NB.

__ADS_1


# Mohon Kritik Dan Saran


# Mohon like , komen dan vote


__ADS_2