
Mami mengetuk pintu kamarku dan memanggilku berkali - kali.
Tok ...Tok ....Tok
"Riin ... Karin ...."
Tok ... Tok ... Tok
Kariin... Buka pintunya nak " panggil mama
Aku yang masih bersembunyi di balik gorden bingung . Aku takut mami akan marah padaku .
Mami yang sudah mulai kesal membuka pintu kamarku dan mendorongnya keras.
"Ka...rin ....." ucap mami lebih keras
Mami masuk ke kamarku dan sedikit terkejut melihat kamar yang kosong .Mami memeriksa di bawah kolong tempat tidur .
"Kemana ini anak ...kok gak ada dikamar nya " ucap mami dengan bingung
Mami keluar dengar raut wajah yang bingung.Mami pun ke arah kamar mbak Ani yang di belakang .
"Niik ....Anik " panggil Mami
Mbak Ani pun membuka pintu kamarnya. Wajahnya nampak dia baru bangun tidur.
"Yaa Mam ..." ucap mbak Ani menutup mulutnya yang menguap
"Karin kemana ??? kok tidak ada dikamar nya " tanya mami
"Lhoo aku tidak tahu mi ... tadi aku liat dia masih tidur di kamarnya " ucap mbak Ani
"Tapi sekarang dia gak ada Nik ... itu anak ya ...udah mulai pergi tidak pamit - pamit " ucap Mami geram
Mbak Ani hanya terbengong dan kebingungan.
"Kemana si Karin itu ???" tanya mami jadi bingung.
"Gak tau Mi " ucap mbak Ani lirih dan menggeleng
"Apa kamu sembunyikan di kamarmu ???" ucap mami dengan melotot
"Gak ada kok Mi ...." ucap Mbak Ani menunduk
Mami tidak percaya begitu saja .Mami pun masuk ke kamar mbak Ani dan memeriksa .
Aku berjingkat keluar dari balik gorden dan masuk kembali ke kamarku .Perlahan kututup pintu kamarku.Aku berbaring dan menarik selimut dan berharap mami tidak lagi masuk kekamar.
__ADS_1
Dari arah kamar Papi berjalan tergopoh gopoh
"Ada apa Mii kok ribut ??" tanya papi
"Karina itu sudah berani pergi gak pamit - pamit lhoo pi " ucap mami kesal
"Akhh gak mungkin ...pasti di kamar nya " ucap papi seraya mengucek matanya.
"Mami sudah cek kamarnya Pi ...dia gak ada " ucap Mami
"Alaaa palingan dia keluar sama Nita " ucap Papi
"Mami gak suka ya Pii...dia menjadi anak yang pergi gak pamit ....dan papi selalu saja ngebelain" ucap mami melotot kepapi
Papi geleng- geleng kepala dan melangkah ke arah kamarku . papi membuka pintu kamarku. Terdengar pintu dibuka , aku bergegas memakai headset ditelinga sambil mendengarkan music.
Papi terkejut melihatku tengah berbaring di tempat tidur .
"Kariin ...???"
Aku membuka headset dan terduduk menatap kearah papi.Aku memasang wajah bingung.
"Lhoo ...Miii...ini karin ada di kamarnya " teriak Papi
Mami langsung secepat kilat ke kamarku . Mami melotot melihatku yang ada dikamar.
"Kariin ...kamu dari mana??" tanya mami
"Tadi mami cariin kamu gak ada ???" tanya Mami
"Aku disini kok Mi " jawabku
"Jangan bohong ... tadi mami berteriak kamu gak dengar ?" ucap mami lantang
"Aku make headset Mii " jawabku sekenanya
Mami terdiam , dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal .Papi menggeleng dan tersenyum.
"Yaa sudah ...Karin kan ada di kamar ...Mami cariin dia kenapa ?" tanya Papi seraya menatap Mami
"Yaa Tuhan ...sampe lupa ... " ucap mami seraya menepuk jidat nya
"Kenapa Mi ???" tanya Papi heran
"Kariin ...kamu ganti baju ...terus ke depan temui nak Reymon " perintah Mami
"Enggak ahh Mi ...aku lagi malas ...aku belum mandi sore " jawabku
__ADS_1
"Pokoknya kamu ganti baju ...terus keluar ...Mami tunggu !!!" ucap Mami tegas
"Ihhh Mami ... ngapain sihh aku keluar ???" tanyaku
"Pokoknya harus ... Mami tidak mau dengar alasan apapun !!!! " ucap Mami
"Papii ..." panggilku berharap beliau membelaku
Papi menatapku iba , dan papi ingin ngomong namun di sela oleh mami.
"Jangan bela Kariin ... !!! cepat suruh dia ganti baju Pi ... aku keluar dulu " ucap Mami
Mami melangkah keruang tamu . Kami hanya terdiam menatapnya pergi .
Setelah Mami pergi , Papi mendekatiku . Papi duduk di tepi ranjangku .Menatapku dan tersenyum.
"Riin ...sayang ...ayo nak bergegaslah ...nanti Mami marah " ucap Papi
"Enggak ...aku tidak mau " jawabku
"Sayang ... ayolah ...cuman ngobrol aja ... kamu tahu gimana Mamimu kalau marah " ucap Papi
"Kenapa Papi dukung mami dengan perjodohan ini sih " ucapku cemberut
"Papi tuh ingin lihat kedepan hidupmu bahagia sayang ... jadi papi bisa tenang kalau kamu memiliki suami yang bisa membahagiakan kamu " ucap Papi
"Karin masih muda Piii ... belum mau nikah" jawabku
"Yang suruh nikah sekarang siapa ??? kan kamu juga belum tamat SMU " ujar Papi
"Jadi ... aku masih bisa lanjut sekolah kan Pi ???" tanyaku
"Yaa iyalah sayang "
Aku tersenyum bahagia .
"Cepat sayang ganti bajunya , nanti mami ngamuk - ngamuk lagi lhoo " .
Aku mengangguk dan bangun dari tempat pembaringanku .
"Kamu ganti baju ... papi keluar dulu ya" ucap Papi
Aku kembali mengangguk kecil. Lalu ku berganti baju , memakai parfum .Menyisir rambut dan mengikatnya dengan rapi.
Kemudian aku ke ruang tamu mengikuti perintah mami menemui laki - laki aneh itu .Rasanya sangat malas namun itu adalah perintah mami.
NB
__ADS_1
* Mohon Like , koment dan vote
* Terimakasih banyak untuk semua yang setia membaca ... ikuti terus kisahnya