
Aku membalikkan badan ketika mendengar suara Nita berteriak memanggil namaku. Nita berlari kearah gerbang mengejarku.
"Kamu kenapa Nit kok lari-lari gitu ???" tanyaku
"Rin tolongin aku ya ...kamu mau kan???" ucapnya dengan nafas tersenggal
"Tolongin apa Nit .?? Mau ditemani ke toko buku lagi ???" tanyaku
"Hemmm ...iyya temenin aku tapi bukan ke Toko buku " ucap Nita meraih pergelangan tanganku
"Kemana Nit ???" tanyaku bingung
"Temeni ke Rumah Sakit Rin ...jenguk kak Edo ...dia udah 2 hari di rawat " ucap Nita
"Tapi bukannya keluarga Kak Edo gak setuju ya dengan hubungan kalian ...kamu yakin tidak ada masalah kalau kita kesana???" tanyaku khawatir
"Tenang ajja ...kak Edo barusan telefon dia di Rumah Sakit sekarang cuman ditungguin temannya ... orang tuanya malam baru kerumah sakit " ucap Nita
"Oohh gitu " ucapku seraya menggaruk kepalaku yang tidak terasa gatal.
"Kamu mau kan temenin aku ....aku janji dech pulangnya kita bareng gak bakalan aku tinggalin" ucap Nita
__ADS_1
"Hehehe ... Aku mau sih tapi bentar ya...aku pamit dulu ke Mamiku nanti dia khawatir kalau aku pulang telat" ucapku tersenyum
"Cieee yang anak Mami ...ya sudah kamu telefon nya di mobil aja yaa" ucap Nita seraya menarik lenganku dan mengikuti langkahnya masuk ke dalam mobil.
Mobil yang kami tumpangi pun perlahan bergerak keluar dari pagar sekolah. Aku meraih ponsel disaku baju sekolahku. Mencari kontak Mami dan mengirimi Mami pesan bahwa aku ijin menjenguk teman yang sakit .
Aku tersenyum lega karena Mami membalas oke dan berpesan supaya aku cepat pulang.kembali kumasukkan ponselku ke saku bagian depan.
"Kita ke Rumah Sakit Fatimah ya pak ... " ucap Nita pada Pak Umar supir pribadinya.
"Baik Nak ..." ucap pak Umar seraya tetap fokus menyetir .
"Siap Nak ...bapak tidak akan mengadukan Nak Nita ke Ibu " Ucap Pak Umar
"Makasih banyak ya pak ..." ucap Nita
"Sama - sama Nak ... yang terpenting nak Nita tidak sedih - sedih lagi ya ...karena bapak bisa ikut sedih " pesan pak Umar
"Baik pak ...terima kasih banyak " ucap Nita gembira.
Aku tersenyum mendengar percakapan Sahabatku dengan Supir pribadinya . Bagi Pak Umar tentu Nita sudah seperti anak kandungnya karena sejak Nita kecil pak Umar sudah bekerja dengan keluarga Nita.
__ADS_1
"Riin ... aku senang karena masih ada yang mendukung hubunganku dengan kak Edo" ucap Nita dengan mata berkaca - kaca
"Iyya Nit ... percayalah ...pasti akan ada jalan untuk cinta kalian berdua " ucapku
"Makasih ya Rin... makasih atas semuanya " uujar Nita terisak
"Eeh ...kok kamu malah nangis ....??? kan sudah janji tidak akan sedih- sedih lagi .... kamu jalani saja semuanya dengan gembira Nit" ucapku menghapus air matanya .
"Ini air mata kebahagiaan Rin" ucap Nita
Nita memelukku dengan erat. Aku membalas pelukannya.Tentu Nita merasa sangat bahagia mendapat dukungan pak Umar ...karena dengan begitu dia bisa bertemu dengan Kak Edo pacarnya.
Aku sendiri belum mengenal yang namanya kak Edo. Hanya mendengar dari cerita - cerita Nita bahwa Kak Edo sosok pria yang baik , penyayang, perhatian dan romantis .
Tidak heran jika Nita sangat menyayangi Kak Edo .Mereka rela menjalani hubungan diam - diam seperti ini . Karena beda keyakinan yang membuat orang tua mereka tidak menyetujui hubungan mereka.
NB.
#Mohon Kritik dan Saran
#Mohon Like,koment dan Vote
__ADS_1