RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 67


__ADS_3

Perlahan kubuka handle pintu ... aku terkejut melihat kak Bram ada di kamar yang kutempati ... pria yang pernah menjadi sosok istimewa di hatiku itu duduk di tepi tempat tidur. Dia memamerkan senyumnya seraya melihatku masuk .


"Baru selesai latihannya Rin...?" tanyanya lembut


"Iya kak ...lalu kak Bram kok ada di kamar ???" tanyaku heran


"Aku juga baru masuk nungguin kamu ... nich mau ngajak kamu makan bareng " ucap kak Bram seraya memamerkan kantongan berisi bungkusan nasi ditangannya


"Apa tuh kak ???" tanyaku seraya melepas sepatu dan menyimpannya di rak sepatu


"Macem - macem ....ada nasi kuning , ada gado - gado , dan ada nasi pecel " ucap kak Bram


" Hemmm .... banyak banget kak " ucapku


" Aku gak tahu kamu pengen makan apa jadi kufikir beli aja semua ... ya udah ...Ayoo kita makan ...." ajak kak Bram


"Bentar ya kak ... aku cuci tangan dulu" ucapku tersenyum seraya melangkah ke kamar mandi.


Bergegas aku mencuci tangan dan kaki dan juga wajahku . Ku pandang wajahku sejenak di cermin .Kurapikan ikatan rambutku.


"Ayoo Rin buruan " ucap kak Bram


"Iya kak bentar " ucapku seraya keluar dari kamar mandi.


"Kamu pasti lapar kan...ayoo sini " ucap kak Bram seraya menarik tanganku dan mendudukkan tubuhku di kursi sampingnya.


"Iyya kak aku memang lapar banget.... kak Bram juga makan ya " ucapku


"Iyya sayang ...kamu mau makan yang mana ???" tanya kak Bram


"Nasi kuning aja kak ...lauknya apa ? "


"Okay ... lauknya ayam Rin ... nich aku bukain ya " ucapnya seraya membuka bungkusan yang berisi nasi kuning


"Makasih kak " ujarku tersenyum


"sama - sama Rin " ucap kak Bram tersenyum menatapku


"Kak Bram makan juga dong ... nasinya enak lho kak ...gurih " ucapku seraya mengunyah nasi di mulutku


"Eehh ...iyya ....aku melihatmu aja udah merasa kenyang " ucap kak Bram


"Idiihh mulai dech Bucinnya .... lebay " ucapku tersenyum


Kak Bram tersenyum dan kami berdua makan bersama. Ponsel kak Bram berbunyi ...Dia meraih dari kantongnya .Bram tersenyum dan menekan tombol berwarna hijau.


"Halooo ...apaa ?" tanya Bram


Aku tidak tahu siapa yang menelfon .Tapi samar - samar terdengar suara seperti suara perempuan.


"Ini lagi sama aku ... kami lagi makan bareng " ucap Kak Bram lagi


"Nggak ...di rumah ...makan di kamar "ucap kak Bram sambil mengunyah makanan


"Hemmm...bentar ..." ucap Kak Bram


"Rin ... si Nitha mau ngomong sama kamu " ucap kak Bram


Ternyata yang telfon Nita ....aku fikir siapa. Aku meraih ponsel dari tangan kak Bram


"Ya Hallo ...Kenapa Nit ???" tanyaku

__ADS_1


"Cieee yang lagi happy jadi lupa sama sahabat sendiri " goda Nita


"Happy apaan Nit .... jangan ngomong aneh- aneh dech " ucapku seraya melirik kak Bram yang tersenyum menatapku.


"Jadi ceritanya Cinta lama bersemi kembali dong " ucap Nita


"Hemmm ... nggak dong Nit ... kami cuma berteman " ucapku lirih takut terdengar kak Bram.


"Hahahaha... ingat Rin ... tuh abang polis di kemanain ??" ucap Nita


"Hussttt ... jangan ngomong ngacau dech ..." ucapku berusaha menghentikan candaan Nita


"Tenang Rin ...aku bisa jaga rahasia kok " ucap Nita


"Hemm ...terserah kamu ...tapi kamu kok gak nelpon ke ponselku langsung sih Nit ???" tanyaku


"Ponselmu itu susah di hubungin tuan putri " ucap Nita


" Hehehe...iiiihhhh apaaan sih kamu Nit ... tapi masa sih susah dihubungi???? mungkin jaringan kali yaa " ucapku heran


"Hemmm mungkin ... tapi aku seneng bisa dengar suaramu....aku kangen banget sama kamu Rin" ucap nita


"Mulai dech lebay nya hehehe " ucapku tersenyum dan kuliat kak Bram tengah berdiri di depan jendela menatap keluar .


"Hehehe ... salam ya buat kak Bram " ucap Nita


"Mau ngomong lagi ???" tanyaku


"Gak usah ...aku takut keceplosan " goda Nita


"Ihh kamu ...ya sudah nanti aku yang telfon kamu Nit " ucapku


"Oke Rin ... aku tunggu yaa kabar baiknya " ucap Nita


"Kak... " panggilku lirih


"Hemmm "


"Kok makannya gak di habisin kak ???" tanyaku


"Nafsu makanku ilang Rin " ucapnya


"Gak suka ya kak ...kan masih ada nasi pecel dan gado - gado " ucapku


Kak Bram memutar badannya dan menatapku.Aku melihat kedua matanya berkaca - kaca .Dia melangkah dan duduk di samping ku . Aku menggeser tubuhku sedikit menjauh.


"Riin ... apakah kamu masih mencintaiku ??? apakah kamu telah memiliki pengganti ku ???" tanya kak Bram


"Aku .... akuuu ...." suaraku seperti tersangkut di tenggorokan dan tak bisa keluar . Aku bingung harus menjawab apa .


Kak Bram semakin menggeser duduknya mendekati ku .Wajahnya semakin mendekat aku berusaha menghindar dengan menggeser dudukku namun kini rapat kedinding. Kak Bram tersenyum sinis melihatku tak bisa lagi menghindar .


"Kak ... ngapain.... ??? " tanyaku


Kak Bram tak menjawab dia hanya mendekatkan wajahnya ke arahku.Kami saling pandang ...wajah kami hanya berjarak sekian senti saja .


Ponselku berdering dan itu menyadarkan kami.Kak Bram pun menggeser wajahnya dan duduknya menjauh.Bergegas ku angkat ponselku karena yang menelfon adalah kak Verdy.


"Ha ..halo kak " ucapku seraya mengatur nafasku kembali


"Riin ... bersiaplah ... 3 jam lagi kita kumpul" ucap kak Verdy

__ADS_1


"Siap kak ... aku mandi dulu " ucapku


"Iyya aku baru mau cari makan ... kamu sudah makan ???" tanyanya


"Su ... sudah kak ... " ucapku


"Hemm ...oke ... kamu baik - baik saja kan ???" tanya kak Verdy yang mungkin sedikit curiga suaraku gugup.


"Iyya ...aku baik ...aku gak apa kok kak" ucapku lirih


"Okey ...sampai jumpa nanti ya " ucapnya


"Ehh bentar kak ... ada 2 bungkus makanan disini kalau mau " ucapku lirih seraya menatap kearah kak Bram minta persetujuannya .


Kak Bram hanya mengangguk kecil .


"Lhoo kok bisa ???"


" Iyya belinya kebanyakan kak ...Kalau mau aku bawain ...ketemu di tangga aja ya " ucapku


"Oke ... makasih ya Rin "


"Sama - sama kak " ucapku lirih seraya mengakhiri percakapan kami .


Kak Bram hanya terdiam menatapku . Aku pun tersenyum .


"Kak ... gak apa kan aku kasih ke kak Verdy dan teman- teman makanan yang ini ?" tanyaku


Kak Bram hanya menggeleng pelan lalu membuang pandangannya ke langit kamar.


"Kak Bram marah ???" tanyaku gusar


"Enggak Rin ... bukan persoalan makanan...tapi perhatianmu ... apa kamu menyukai pria yang bernama Verdy ???" tanya kak Bram lirih


"Kok kakak ngomong gitu ???" tanyaku


"Aku melihat Rin ... kamu begitu bahagia jika lagi bersamanya "


"Hemmm ...dia pelatihku ...dia timku ....gak mungkin kami gak akrab kak ... apalagi kami akan bermain ganda campuran " ucapku


"Apa iyya cuman sekedar itu ??? " tanya kak Bram


"Dia punya pacar kak ... " jawabku


"Kamu juga Rin ...." ucap kak Bram


"Siapa kak ...??? kak Bram ??? yang telah menghilang meninggalkanku tanpa kabar ??? " ucapku


"Rin ...aku sudah minta maaf ...aku juga sudah jelaskan semuanya sama kamu ... apa masih belum cukup ???" ucap kak Bram


"Sudahlah kak ... aku gak mau bertengkar lagi ....aku mau antar makanan ini dulu lalu aku mau bersiap- siap k...sebaiknya kakak juga keluar dari kamar ini " ucapku


"Baik ... tapi perlu kamu tau aku masih mencintaimu " ucap kak Bram seraya berdiri dan keluar dari kamar meninggalkanku .


Aku menghela nafasku ... kemudian ku masukkan bungkusan makanan ke kantongan .Lalu bergegas aku keluar dan memberikan juga sebungkus buat kak Vera dan sisanya ada 3 bungkus ke kak Verdy yang telah menungguku di tangga .


"Makasih Rin ..." ucap Kak Verdy


Aku cuman mengangguk dan tersenyum. Aku langsung kembali melangkah masuk ke kamar . Kak Bram yang tengah berada di teras melihat nya dan dia terus menatapku dengan sedih.Aku pura - pura tak melihatnya .


NB

__ADS_1


# Mohon Kritik dan Saran


# Mohon Like , koment dan share


__ADS_2