RINDU AKAN KEBAHAGIAAN

RINDU AKAN KEBAHAGIAAN
BAB 8


__ADS_3

Pagi ini aku telah bersiap untuk pergi ke sekolah baru . Sekolah yang telah Papi pilihkan untukku dan katanya sekolah favorite di kota ini .Kota asing bagiku yang kini menjadi tempat tinggalku dan keluargaku .


"Rin ...kamu sarapan dulu nak " panggil Mami


"Iyya Mi ...bentar " ucapku


Aku pun bergegas keluar dari kamar yang baru 3 hari ini aku tempati. Aku melihat papi dan Yoga telah duduk di meja makan .


Aku melihat mbak Ani tengah menyuapi adekku Indra . oh iyya lupa aku menceritakan tentang adekku Indra .Dia sejak kecil mengalami kelumpuhan .Dia hanya bisa duduk di kursi roda.


Dia terlahir kembar namun kembarannya meninggal sejak di dalam kandungan. Indra tumbuh menjadi anak yang tidak normal layaknya aku dan Yoga.


Indra tidak bisa berbicara dan berjalan namun dia tetaplah manusia biasa yang punya perasaan .Jika ingin sesuatu dia hanya menangis .Kami yang harus peka terhadapnya.


Papi dan mami pun sangat menyayangi adikku indra . Kami bergantian mengurusnya , menyuapinya dan memandikannya .Bahkan sejak kecil Indra hobby mendengarkan musik.


Di kamarnya harus ada Televisi dan DVD .karena jika dia tidak nyaman maka dia akan menangis.Meski usianya sudah remaja namun dia seperti kanak - kanak.


"Nak ... cepat habiskan makananmu .. nanti kamu telat " ucap papi


"Eehh iya... hmmm papi yang antar aku kesekolah kan ?" tanyaku memastikan


"Iyya nak ... apa kamu bisa sendiri ???" tanya papi


"Enggak Pi ... aku malu menghadap kepsek baru sendiri " ucapku lirih

__ADS_1


"Hehehe ya sudah sama papi saja ...makanya buruan biar gak telat " ucap papi sambil memasukkan suapan terakhir ke mulutnya.


Setelah sarapan aku dan papi langsung menuju sekolahku. Papi memasukkan mobilnya di pelataran sekolah .Aku memandang gedung tinggi di hadapanku .


Papi menggandeng tanganku melewati bangunan - bangunan kelas menuju ruang kepala sekolah . Terlihat dilapangan basket ada sekumpulan siswa tengah asyik bermain .


Pandangan mataku bertemu dengan salah satu dari mereka .Dia tersenyum padaku, namun aku berpura - pura tidak melihat .


Aku merasa sedikit lega begitu tiba dan bertemu dengan kepala sekolah ternyata beliau orangnya baik dan kelihatan sabar .


"Selamat Pagi Pak " ucap papiku seraya mengetuk pintu


"Selamat pagi Pak ...mari masuk pak ...ayo nak " ucap seorang Pria paruh baya yang nampak berwibawa.


"Ini lho anak saya pak yang ingin sekolah disini" ucap papi


"Namanya siapa nak ???" tanya kepala sekolah


"Karina pak " jawabku


"Anak saya ini suka olahraga pak ... bulutangkis dan dia juga sering membaca puisi " ucap Papi


"Waahh... keren itu pak .... semoga anak bapak betah sekolah disini dan bisa mengikuti pelajaran dengan baik "Ucap pak Kepsek


"Pasti pak .... kalau anak saya nakal marahin aja pak " ucap Papi tersenyum

__ADS_1


"Hahaha ... bapak bisa saja " ucap kepala sekolah


Papi pun mohon pamit setelah menitipkan aku ke kepala sekolah . Kini aku hanya berdua dengan Pria paruh baya itu. Kemudian dia memanggil salah seorang staf.


"Bapak memanggil saya ???" tanya seorang wanita yang usianya sekitar 35 tahun.


"Iyya bu ...tolong antar Nak karina ini ke kelas 1C ya ..." ucap bapak kepala sekolah


"Siaap pak " jawabnya seraya mengangguk sopan


"Nak Karina ... silahkan ikuti ibu Widya ...beliau akan mengantar nak Karina ke kelas " ucap pak kepala sekolah seraya tersenyum .


"Baik pak " ucapku seraya mencium punggung tangan pak kepala sekolah


"Belajar yang baik ya nak " pesannya


"Terima kasih pak ...saya permisi dulu " ucapku seraya membungkukkan badan memberi hormat.


Pria berkumis tipis paruh baya itu tersenyum . Aku pun meninggalkan ruangannya mengikuti langkah ibu Widya ke arah kelas baru yang ditujukan. Aku hanya berharap disini bisa mendapatkan sahabat baru.


NB .


# Mohon Kritik dan Saran


# Mohon Like , koment dan Vote

__ADS_1


__ADS_2