
Tubuhku mengeliat sejenak dan perlahan kusingkirkan selimut yang menutupi tubuhku. Terasa gerah tubuhku basah oleh keringat.
Rasa pusing yang menyerang tadi kini telah hilang . Pelan - pelan aku duduk bersandar pada tempat tidur. Seseorang telah mematikan Kipas angin saat aku tertidur tadi pantas saja aku merasa gerah .
Kuambil remote kipas yang tergeletak diatas meja belajar. Segera Ku pencet tombol on lalu seketika kipas pun terputar dan mengeluarkan angin sejuk...aku menarik nafas panjang merasa lega .
Aku meraih tissu selembar dan menyeka keringat didahi dan leherku. Keringat yang tadi bercucuran perlahan mulai hilang dan mengering.
"Kamu sudah bangun nak ?" Tanya Mami yang tiba - tiba sudah masuk dikamar.
Aku yang sedikit terkejut hanya mengangguk pelan . Mami tersenyum dan duduk ditepi ranjang. Mami merapikan rambut panjangku yang awut - awutan karena dari kemaren aku tak pernah menyisirnya.
"Sayang gimana perasaanmu sekarang??" tanya Mami lembut
"Sudah agak enakkan Mi ...tapi aku gerah gini " ucapku seraya menyeka keringat ku.
"Tadi mami matiin kipasnya ...takut kamu itu makin sakit karena kena angin " ucap Mami tersenyum.
"Ooh pantas ... Mi aku boleh mandi gak???" tanyaku
"Ya jangan dulu sayang ...kan kamu lagi sakit " ucap Mami lembut
"Aku gerah banget Mi ...pengen mandi ... aku udah baikan kok " ucapku
"Pokoknya kamu tidak boleh mandi ...kamu cuci badan aja trus ganti baju " ucap Mami tegas
"Tapi kan gak seger Mi ... bolehin aku mandi ya pake air hangat aja deh .... plisss Mami boleh yaaa " bujukku
"Hemm ...oke biar Mami suruh mbakmu Ani siapin air hangatnya dulu yaa " ucap Mami seraya beranjak keluar dari kamarku.
__ADS_1
Aku hanya tersenyum mendengar teriakan suara Mami diluar yang memanggil mbak Ani.
"Ani ...tolong kamu siapin dulu air hangat untuk adekmu Karina " teriak Mami
"Sudah Mi ...sudah siap di kamar mandi ...tadi Papi yang minta aku siapin air hangat buat Karin " jawab mbak Ani
Aku bergegas keluar dari kamar begitu mendengarnya . Mami menoleh kearah ku.
"Pelan- pelan Rin jalannya ...kamu belum sehat betul nak " ucap Mami
"Hehehe ... aku baik- baik saja kok Mi " jawabku nyengir seraya terus berjalan kearah kamar mandi
"Kariin ...mau mami mandiin gak ?" tanya Mami menggodaku
"Ihh Mami lebaaayy " ucapku seraya nyelonong ninggalin Mami dan mbak Ani yang tertawa .
Aku bergegas menyiram tubuhku dari kepala .Lalu memakai sampo dan menyabuni tubuhku.Setelah itu aku membilasnya hingga bersih.
Bergegas ku raih handuk dan mengeringkan tubuhku lalu kulilitkan handuk ke tubuhku. Ku ambil baju kotorku yang tergantung di balik pintu dan keluar dari kamar mandi.
Aku memasukkan baju kotor ke keranjang yang sudah disiapkan khusus untuk baju kotor.Lalu aku bergegas berjalan karena tubuhku hanya berbalut handuk yang cukup pendek.
Saat melewati dapur kuliat Mami berdiri menghadap kompor dan membelakangiku. Mami nampak sibuk memasak untuk catering nya malam ini.Aku sedikit berlari menuju kamarku.
"Pelan - pelan Rin ...nanti jatoh " ucap Mami tanpa berbalik badan
Aku tak menjawabnya dan meneruskan langkahku. Aku sudah merasa kedinginan dan ingin segera berpakaian.
Saat aku masuk ke kamar kuliat mbak Ani tengah berdiri ditepi ranjang dan menenteng bungkusan plastik putih.
__ADS_1
Aku mengernyitkan kedua alisku seraya terus menatapnya yang tersenyum kearahku. Aku tidak tahu apa arti senyumannya itu.
Aku menutup pintu kamar perlahan dan menguncinya.Mbak Ani mengulurkan bingkisan plastik putih itu kearahku.
"Apa itu mbak ???" tanyaku heran
"Martabak telor spesial ...dari orang spesial " ucap mbak Ani menggodaku
"Akhh mbak ...apaan sih ini???" tanyaku lagi
"Lhaa kamu gak percaya banget sih ...itu Martabak ...di bawain sama orang spesial " ucap Mbak Ani seraya mengedipkan sebelah matanya kepadaku
"Ihhh apaan sih mbak ini genit deh ...siapa yang bawa martabak ini mbak ??? " tanyaku seraya mengambil kantongan putih itu dan meletakkannya dimeja.
"Katanya nanti dia akan menelfonmu dek ... sekarang kamu pake baju dulu ...trus martabak nya dimakan " ucap mbak Ani seraya melangkah kearah pintu kamar .
"Mbak mau kemana??? kita makan bareng yuk martabak nya " Ajakku karena aku tahu mbak Ani sangat suka Martabak telor.
"Nanti mbak kembali dek ... kamu makan aja dulu ....mbak mau bantu Mami siapin catering dulu " ucap Mbak Ani Tersenyum manis
Aku hanya terdiam dan mengangguk . Mbak Ani pun membuka pintu dan keluar dari kamar .
"Eh ...obatnya di minum ya dek biar gak kumat sakit mu " ucap Mbak Ani sebelum menutup pintu kamar dari luar .
Aku hanya tersenyum melihat tingkah saudaraku itu .Meski hanya sepupu tapi selama ini dialah yang selalu mendukungku dan membantuku.Dia adalah kakak dan sahabat bagiku.
Aku pun bergegas memakai baju... aku tidak mau mendapat omelan mami jika tahu aku masih belum memakai baju.
NB.
__ADS_1
#Maaf baru sempat upload lanjutannnya.