
Aku hanya terdiam menatap semua orang sibuk menaikkan barang - barang ke mobil truk . Papi memanggilku masuk kedalam mobil.
Saat aku hendak naik ke atas mobil , seseorang memanggilku. Ku cari arah suara yang kukenal tersebut , dari arah gerbang rumah Ayu dan Lia berlari kearahku.Aku pun menyambut mereka.
Kami berpelukan dan kami pun menangis.
"Riiinn.... jangan pergi plisss....hiksssss " ucap Lia
"Tidak ada lagi temanku buat curhat kalau kamu pergi ...hikssss" ucap Ayu
"Hiksssss...maafkan aku ya teman - teman .... aku harus pergi ....jaga diri kalian yaa ... kalian jangan berantem yaa" ucapku lirih
"Kariiinnnnnnn hiksssssss"
Cukup lama kami berpelukan . Hingga mami berteriak memanggilku .Kami harus berangkat.
Perlahan ku lepaskan pelukan kedua sahabatku.Mereka terlihat sangat sedih.
"Rin .... ini ada coklat dari Ardy " ucap Ayu seraya menyodorkan coklat itu.
Aku memandang sekotak coklat berhias Pita pink di tangan Ayu. Aku heran mengapa Ardy memberiku coklat .
"Kalian memberitahukannya kalau aku akan pindah ??" tanyaku
Mereka menggeleng . Aku semakin penasaran.
"Lalu ini maksudnya apa ?" tanyaku
"Dia tadi ke kelas mencarimu Rin ...aku bilang kamu tidak masuk karena ada acara keluarga " ucap Lia
"Hemmm... lalu apa dia sudah sehat ?" tanyaku
"Cieeee ...yang masih sayang " goda Lia
"Ihhh apaan sihh ...dia kapan masuk sekolah ?" tanyaku lagi
__ADS_1
"Baru hari ini kayaknya ... tapi wajahnya masih pucat " ucap Ayu
"Kariiinnn ayo nak kita berangkat " panggil Mami dengan lembut
"Iyya Mi tunggu " jawabku seraya menghapus air mataku.
"Yaacchhh Kariiinn ... kamu harus pergi beneran " ujar Ayu sedih
"Iyya teman - teman ... nanti kalau liburan aku pasti kemari ...atau kalian ke Tan* T*r*j* ....kita bisa jalan - jalan bareng " ucapku berusaha menghibur mereka.
"Waah beneran kami bisa kesana ketemu dengan kamu Rin ???" tanya Lia
"Iyya dong bisa ... kenapa tidak ??? " ucapku tersenyum
"Asyeekk kalau gitu ... pokoknya liburan kira kesana ya Lia " ucap Ayu
"Hooh Yuu ... kita harus kesana.... duh aku jadi gak sabar " ucap Lia
"Ya sudah aku pergi dulu ya Yu.... Liii.... jaga diri kalian baik - baik " ucapku lirih
Aku pun dengan berat hati masuk kedalam mobil. Aku duduk dan membuka kaca jendela . Kulihat sahabatku masih terus menatap kearahku.
"Riiinn....telfon yaa setiba di sana " teriak Lia
"Siiipp ...aku akan terus kabarin kalian " jawabku
Mereka melambaikan tangannya ....Mobil pun bergerak membawaku meninggalkan kedua sahabatku yang semakin menjauh .Aku pun kini tidak lagi dapat melihat sosok mereka.
Aku memasukkan kepalaku yang sedari tadi kujulurkan keluar jendela. Ku tutup kaca jendela mobil. Aku terkejut karena seseorang menarik kotak coklat dari tanganku .
"Waahhh....coklatnya buat aku ya mbak " ucap yoga .
"Eehh ...tapi itu kan coklat dari ..." ucapanku terpotong
"Iihh coklat gini aja lhooo.... mbak pelit dech " ucap Yoga merampasnya
__ADS_1
"Yogaaa... balikin coklat kakakmu ! " ucap papi tegas
"Yaachh papi ... cuman coklat masa gak boleh sih ... " ucap Yoga
"Gak papa kok Pi ...biar saja Yoga makan ...tapi siniin dulu bentar " ucapku meraih kotak coklat dari tangannya .
Aku membuka ikatan pita pink dan ku buka kotak coklatnya . Aku ambil lipatan kertas kecil didalamnya . Diam - diam aku menyembunyikan kertas itu di genggamanku dan perlahan ku masukkan ke kantong tas ranselku.
"Nichh ambil !!!" ucapku kesal memberikan kotak coklat itu kembali ketangannya.
Adikku Yoga hanya menyengir . Papi dan mami geleng- geleng kepala.Papi tetap fokus menyetir.
"Yoga ...kamu kan bisa beli sendiri kalau cuman coklat ...tidak baik nak seperti itu ...coklat itu kan punya kakak kamu ...seseorang yang beri untuk kakak kamu " ucap Mami
"oohh ...kan aku cuman minta coklatnya mii " ujar yoga
"Tapi itu punya kakak kamu nak !!!" ucap papi
"Tidak apa pi ... biar saja " ucapku lirih
"Yoga kamu susah dikasih tahu ya ... " ucap mami melotot ke arah Yoga
"Hmmmm... mbak Karin aja ngasih lho mami ....kok mami marah ??? tapi enak lhoo mi ... mami mau juga???" ucap Yoga seraya mengunyah coklatnya
"Yogaaaaaa!!!!" ucap mami kesal
"Hehehe....hehehe .....hehehe "
Aku hanya terdiam ... Aku tidak lagi memperdulikan masalah coklat itu .Ku perhatikan Yoga yang begitu asyik menikmati sekotak coklat hingga habis.Mobil pun melaju semakin jauh meninggalkan kota kelahiranku.
NB
# Mohon kritik dan saran
# Mohon like , komen dan vote supaya semangat nulisnya
__ADS_1