
Saat aku tengah asyik menyantap makanan , kak Bram hanya terdiam menatapku dengan tersenyum .
" kak kok tidak makan juga ???" Tanyaku
" Aku kalau liat kamu makan aja sudah merasa kenyang lho Rin " ucapnya seraya mengerlingkan matanya menggodaku
"Ihh apaan sih kak ... ayo dong kak Bram makan juga " ucapku seraya menikmati makanan
"Serius lho Rin ... kamu sih makan aja bisa kelihatan cantik gitu ... rasanya tuh kalau sudah memandangmu aku tak bisa berhenti " gombal kak Bram
"Hemmm kak Bram makin pinter ngegombal ya Sekarang " ucapku sambil mengunyah sate ayam
"Hehehe...Gak gombal kok sayang ... Aku tuh serius kamu itu emang cantik " Ucap kak Bram
" Hemmm ... terserahlah " Dehemku
" Hehehehe .... Makanlah yang banyak Rin ... trus nanti kamu istirahat jangan begadang supaya besok kamu bertanding dengan baik " ucap kak Bram seraya terus menatapku
" Iyya kak ... Tapi Kak Bram ikut makan dong ... Kita makan bareng kan nanti kalau aku dah balik gak bisa lagi kita makan bareng " Ucapku lirih seraya menatap kak Bram
" Hemm iyya Rin .. aku ingin kamu bisa tinggal disini selamanya bersamaku ... jujur aku berat melepaskanmu pergi ..." ucap kak Bram sedih
" Aihh kok kak Bram malah sedih ... ya udah Karin ambilin nasinya ya kak ??? " Ucapku lalu berdiri meraih sendok nasi .
"Boleh tapi dikit aja ...aku lagi ngurangin makan nasi Rin " ucap kak Bram lembut
" Ooohhh... kak Bram diet ya ??? tanyaku seraya menatapnya
"Gak Rin tapi ngurangin nasi aja apalagi ini udah malam soalnya perutku ini lho gede kayak orang bunting " jawabnya
"Hahhaha .... Ya apapun lah namanya terserah kak Bram aja " ucapku seraya menyendokkan nasi ke piringnya
" Udah Rin ... Cukup segitu aja ...Makasih ya Karin ... " Ujarnya seraya menatapku
" Sama- sama kak ... Trus lauknya Kak Bram mau yang mana ???" Tanyaku
" Ayam kari aja Rin " jawabnya
" Oke dech ..." ucapku seraya menyendokkan sepotong ayam dan menambahkan kuah kari nya ke dalam piring Kak Bram .
"Makasih sayang ..." ucap Kak Bram seraya menggenggam jemari tanganku.
" Hemmm ... dimakan dong kak jangan ngeliatin aku terus " ujarku perlahan melepas genggaman tangannya
" Iya karin sayang " ucap Kak Bram seraya menyuap nasi ke mulutnya dan terlihat kecewa
"Nyamm ...nyam .... enak yaa " ujarnya kak Bram seraya menggigit potongan ayam kari di mulutnya .
" Iyaa kak enak banget ... makanya kakak tuh makan ... jangan liatin aku aja ...nanti kalau gak makan takutnya Kak Bram tengah malam merasa lapar lho ... "
"Hehehe ... iyya ... Kamu juga makan yang banyak Rin " Ucap Kak Bram
Kami pun melanjutkan makan sambil ngobrol. Ketika asyik ngobrol ponsel kak Bram berbunyi . Dan aku cukup terkejut mendengar nada dering yang di pakainya .Itu adalah lagu kesukaan kita berdua .Ternyata kak Bram masih memakai lagu itu untuk nada deringnya.
__ADS_1
"Bila habis sudah waktu ini, tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan sisa hidupku hanya untukmu ....
Dan t'lah habis sudah cinta ini, tak lagi tersisa untuk dunia
Karena t'lah ku habiskan sisa cintaku hanya untukmu "
Pandangan kami berdua bertemu . Cukup lama kami saling pandang satu sama .Lalu kami pun tersadar saat nada dering ponselnya berhenti.
" Kak ...itu ponselnya berbunyi angkat dulu " Ucapku
" Ehhh iya ...aku angkat dulu ya... bentar aja kok " Ucap Kak Bram
" Iyya kak silahkan " Ucapku tersenyum
Kak Bram pun tersenyum lalu bergegas berdiri meninggalkanku sendiri duduk di meja makan . Samar terdengar dia berbicara dengan nada keras seperti tengah emosi dengan seseorang di seberang sana .
Aku memutuskan untuk membereskan meja makan sambil menunggu kak Bram menelfon . Aku membawa perabotan yang kotor masuk ke dapur dan mencucinya di wastafel .
Setelah kak Bram menelfon dia menghampiriku ke dapur yang tengah mencuci perabotan .Dia berdiri di sampingku
" Rin ... Gak usah dicuci ... biar aja besok aku yang beresin semua"
"Tidak apa kok Kak ...cuman sedikit "
"Hemm ...makasih ya "
" Aku yang makasih udah di ajak makan " ucapku
" Kak ... " Panggilku lirih
Kak Bram hanya terdiam saja tanpa menyahut ataupun melihat ke arahku. Terdengar dia menghela nafas dengan kasar.
" Kak Bram " Panggilku lagi
Panggilanku pun lagi - lagi tidak di gubrisnya. Perlahan aku mendekatinya dan menyentuh pergelangan tangannya .
" Kak ...." Panggilku lembut
" Eehhh iyya Rin ... " Jawabnya tergugup lalu memaksakan tersenyum padaku .
"Kakak kenapa ??? aku panggilin dari tadi gak dengar " Tanyaku seraya menatapnya heran
"Iyya maaf ya Rin ... aku minta maaf " Ucap Kak Bram lesu
" Kakak ada masalah ??? kalau ada kakak cerita aja ke aku ... dan aku pasti bakal jadi pendengar yang baik ... siapa tau aja aku bisa ngasih solusi " Ucapku berusaha menghiburnya
" Iyya makasih banyak Rin ...aku gak kenapa - kenapa kok Rin ... Kamu istirahat ya " ucap kak Bram seraya mengusap Kepalaku lembut
" Kak Bram itu gak bisa bohong... apa kak Bram gak percaya denganku jadi gak mau cerita ??? " Ucapku
" Bukan gitu sayang ... itu tadi telefon dari karyawan di percetakan .. dan ada masalah sedikit " ucap kak Bram
__ADS_1
"Masalah apa kah ???" Tanyaku
"Itu ...karyawan di percetakan salah ngetik tanggal dan tahun undangan .... jadi tadi yang pesan datang marah dan cuman ngasih waktu sampai besok sore kalau gak dia cancel" ucap kak Bram
" Waduh ... kok bisa gitu kak ??? "
" Ya makanya ...aku jadi bingung gimana caranya besok undangan itu akan diambil ... kalau di cetak ulang bakal rugi besar karena bahannya juga cukup mahal " ucap Kak Bram nampak bingung
" Hemm ... aku ada cara kak " ucapku
" Cara apa itu Rin ??" Tanya kak Bram seraya menatapku penuh tanya
"Karyawan kak Bram ada berapa ???"
" Ada 6 orang Rin ...tapi yang kerja malam ini cuman 2 aja "
"Kakak harus minta tolong karyawan kakak lembur karena kalau cuman 2 orang aja gak bisa "
" Maksudnya gimana ???"
" Gini kak ...kakak beli kertas sticker lalu nanti latarnya print seperti latar undangan ...lalu di kertas itu diketik tanggal dan tahun yang benar .. nanti gunting lalu tempelkan di tulisan yang salah ... Aku gak tau apa cara ini kakak setuju karena kan dengan begini kakak gak perlu cetak ulang lagi tapi cukup memperbaiki aja dengan menutupi dengan tanggal yang benar" ucapku
" Wah keren ... kamu hebat sayang " ucap kak Bram menarikku ke dalam pelukannya
" Kak ...sana buruan urus dulu masalahnya biar besok bisa selesai " ucapku lirih seraya perlahan melepaskan pelukannya
" Makasih ya " ucap kak Bram
"Sama -sama kak ...ya udah sana ... semoga lancar " ucapku
" Oke kalau gitu aku pergi ke percetakan .... kamu juga jangan begadang ya ... ayuk kita turun bareng" ucap kak Bram
" Iyya kak ...tapi makanan yang sisa Dinner tadi boleh aku minta gak ???"
" Iyya bawalah karena takut basi aja nanti karena aku nginap di percetakan "
" Makasih kak ... piringnya besok aku balikin ya " ucapku seraya bergegas mengambil mangkok dan piring yang masih berisi ayam,mie goreng dan sate
" Iyya gak masalah ...Aku bantu bawa ke bawah ???"
" Gak usah kak ... buruan sana kakak pergi duluan... aku mau beresin dulu ini bentar " ucapku seraya menutup lemari
" Ya udah aku tinggal ya Rin " Ucap kak Bram seraya mencium keningku dan hal itu membuatku terkejut. Dia tertawa dan berlari meninggalkanku termangu sendiri.
Setelah kak Bram pergi bergegas aku juga turun . Aku pun langsung ke lantai 1 mencari kak Verdy dan Kak Amri . Kuliat mereka tengah menonton TV , langsung aja ku berikan wadah berisi makanan itu kepada mereka .
" Kak Nich ada makanan ... dimakan ya " ucapku
" Waah kebetulan kami belum makan " ucap kak Amri langsung membuka tutup wadah itu dengan wajah berbinar .
Kak Verdy nampak bingung melihatku membawa banyak makanan .Bergegas aku pergi kembali naik ke atas sebelum kak Verdy memberondongku dengan berbagai pertanyaan . Yang terpenting makanan itu tidak mubasir.
NB.
__ADS_1
# Mohon Kritik dan saran
# Mohon Like , vote dan komen