
Papi dan Mami bergantian memeluk tubuhku . Mami mencium kedua pipiku dan keningku. Kulihat Mami menghapus butiran bening dengan punggung tangannya.
Ku raih punggung tangannya dan ku cium . Semua teman- temanku pun diantar oleh orang tuanya masing- masing .Supir Bis yang akan kami tumpangi pun sudah menyalakan mesinnya.
"Pi ...Mi ...doakan karin ya " ucapku lirih
" iyya nak hati - hati ya ... selalu kabari Mami ya sayang " ucap Mami seraya mengusap rambutku lembut
" Pasti Mi ..." ucapku lirih
Mami pun kembali memeluk tubuhku dengan erat . Ini pertama kalinya aku pergi jauh tanpa keluargaku .Mereka tentunya berat untuk melepaskanku.
" Kariin ayo kita berangkat " panggil Kak Verdy pelatihku yang berdiri di pintu bis.
"Iyya kak bentar ya " ucapku tersenyum seraya melepaskan pelukan Mami
" Mami mau pergi dampingin karin??" tanya Papi lembut menatap Mami yang menghapus butiran bening di kedua pipinya.
"Mami mau .... tapi tidak bisa pi ... besok selama 3 hari Mami ada pesanan catering banyak.... nanti biar Mami susulin Karin kalau catering nya sudah beres " ucap Mami lirih
" Kalau gitu aku berangkat ya Pi ... Mi " ucapku tersenyum
__ADS_1
" Iyya nak .... hati - hati jaga dirimu " ucap Mami
Aku mengangguk dan naik ke Bis di bantu kak Verdy . Dia pun berpamitan pada Papi dan Mami.
"Nak Verdy ... om titip Karin ya ....tolong di jaga Si Karin selama disana " ucap Papi
"Baik om .... Tante " ucap kak Verdy
Aku pun duduk di salah satu kursi nomor 2 dari depan .Bis mulai berjalan perlahan . Papi dan Mami melambai kepadaku .Aku membalas lambaian tangan mereka .Tanpa ku sadari air mataku menetes.
Aku terus menatap ke arah luar jendela . sehingga tidak menyadari jika kak Verdy duduk di sebelahku . Hingga dia menawarkan permen padaku.
"Rin ... permen kamu mau???" tanyanya
"Helllo .... karin ....kamu mau permen gak ?? kok bengong " tanyanya seraya mengibaskan tangannya di wajahku.
"Ehhh ...maaf kak .... mau kak" ucapku tersipu seraya mengambil sebutir permen dari tangannya.
Dia tersenyum dan menggeleng . Senyum yang manis dan membuat siapa pun yang memandangnya akan senang. Aku membuka kulit permen dan memasukkan di mulutku.
Kak Verdy ardiansyah pelatihku ...usia nya juga masih muda karena dia seorang mahasiswa . Usia kami hanya beda sekitar 4 tahunan aja. Namun dia jago bermain bulu tangkis hingga dia menjadi pelatih. Orangnya selain ganteng dia juga baik , sabar dan ramah.
__ADS_1
Aku melirik kak Verdy yang asyik membaca buku . Herannya dia bisa membaca buku di perjalanan. Kalau aku membaca buku atau bermain ponsel pasti kepalaku pusing.
Tiba - tiba saja aku tersedak . Akupun terbatuk.
Hukkk......hukkkkk...huuukkk.....
Spontan Kak Verdy langsung memberikan ku botol minumnya . Segera aku mengambil dan meminumnya.Dia tersenyum melihatku.Aku menunduk dan memberikan botol minumannya.
"Simpan aja Rin ... " ucapnya seraya memberiku tissu .
"Makasih kak " ucapku seraya meraih tissu dan mengusap sekitar bibirku.
"Sama - sama karina " ujar kak Verdy tersenyum dan kembali perhatiannya ke arah bukunya.
"Kakak hoby baca ya ?" tanyaku
"Hmm ...ini aku lagi baca - baca buku pelajaran ...karena sepulangnya kita nanti dari kota M ... aku ada ujian" ucap Kak Verdy
Aku terdiam mendengar penjelasan kak Verdy . Aku yang tadi berfikir yang dia baca adalah buku novel atau bacaan biasa ternyata dia tengah belajar persiapan ujian .
Aku pun tidak ingin lagi mengganggunya dengan mengajaknya mengobrol . Aku pun semakin kagum dengan semangat kak Verdy dalam membagi waktunya antara kuliah dan kegiatan yang menjadi hoby nya
__ADS_1
NB
#Aku mohon like , vote dan Saran