
Para penonton pun bersorak - sorak melihat pertandingan kami . Wajahku memerah saat Kak Verdy mengusap Kepalaku. Hal itu membuatku makin bersemangat. Kakiku yang terasa sakit seakan tak ku perdulikan .
" Rin ... 2 angka lagi kita memenangkan pertandingan ini " Bisik Kak Verdy
" Semangat Kak " jawabku seraya tersenyum
Aku pun kembali menservis bola dan kini kuarahkan ke sang wanita . Kulihat sang pria nampak bergumam mengatakan sesuatu kepada partnernya. Sang wanita hanya mengangguk.
Bola kuservis melambung tinggi keatas ...dan sang lawan mengira bola itu out jadi dia sempat mengabaikannya . Namun dia melihat bola tersebut akan jatuh di garis lapangan. Maka spontan dia menggerakkan raketnya untuk menangkis bola itu dan mencoba mengarahkan ke kami. Namun bola tidak melewati net.
Partnernya pun nampak makin kesal. Bahkan sempat terdengar dia memaki si wanita.
" Dasar bodoh " umpat si pria kesal
Hal itu membuat wajah si wanita merah padam menahan malu dan rasa kesal . Aku merasa iba melihatnya .Rasanya gak pantas jika karena permainan harus memaki partner kita yang melakukan kesalahan .
" Rin ... abaikan mereka ... sisa 1 angka lagi ya ... fokus "
Aku mengangguk dan kembali menservis ke arah si pria . Bola aku servis dengan pendek dan si pria dengan sigap mengembalikannya lalu bola melambung tinggi ...Kak Verdy mengembalikan dengan bola yang melambung tinggi juga ke arah sang wanita ...ditangkis olehnya.
" Aduhh kontrol dong ... kontrol... kan itu tadi bolanya out ... bodoh banget sih " umpat si pria kembali dengan wajah kesal
Aku berlari kedepan mengejar bola yg dikembalikan wanita dan mengembalikannya kembali ke mereka . Cukup lama kami bermain saling mengembalikan bola.
Berbagai taktik dan tehnik bermain kami keluarkan semuanya.Aku pun merasa kakiku makin nyeri karena lukanya belum benar kering.Jadi aku mulai berdiam di depan dan Kak Verdy sepertinya paham hingga dia yang menghandel bola belakang.
Pukulan melambung antara Kak verdy dan sang lawan berlangsung lama .Kak Verdy terlihat sudah mulai nampak kwalahan . Namun Kak Verdy tidak kehilangan akal dia mengarahkan bola ke arah menyilang ke arah kiri wanita. Jadi lawan harus melakukan backhand saat memukul bola dan itu menyebabkan bolanya kembali tanggung saat melewati net . Aku pun langsung cepat mengsmash tajam ... namun aku terjatuh saat melakukan smash.
" Auuuuuuhh" jeritku
"Karinaaa " teriak Kak Verdy seraya menghampiriku
Aku bergegas berdiri dan posisi siap kembali seraya menahan sakit pada kakiku. Aku takut sang lawan bisa mengembalikan smash dariku. Kak Verdy langsung menghampiriku .
" Kariin kita menang " Ucap Kak Verdy
" Bener kak ???" Tanyaku
" Iyya Rin tuh liat bolanya smash kamu tadi keren banget" ucap kak Verdy
"Aihh biasa aja kak " ucapku lirih seraya melihat bola yang aku smash berada di lapangan lawan
Wasit tersenyum dan menjabat tangan kami bergantian memberi selamat.
" Karin .... Verdy kalian itu hebat " Teriak kak Amri seraya berlari menghampiri kami yang masih berdiri di lapangan.
Aku tersenyum dan kak Amri menjabat tanganku lalu memeluk kak Verdy
" Kalian juara ...kalian menang ...selamat ya " ucap kak Amri seraya menepuk punggung perlahan
" Makasih bro " ucap kak Verdy
Aku melihat pihak lawan berjalan menghampiri kami dan mengulurkan tangan berjabat tangan.
__ADS_1
" Selamat ya kalian juara... nama kamu karin ??? " Tanya pria itu
"Iyya kak ...kok tau ??"
" Iyya tadi kan nama kamu disebut ... Oh ya salam kenal ya ... Kenalin nama saya Ryan ...dan dia Yeni " ucap Ryan seraya memperkenalkan diri dan partnernya
" ohh iyya kak... salam kenal kembali kak " balasku seraya membalas jabat tangan kak Yeni
" Selain cantik kamu itu hebat banget lho ...kamu bisa bermain dengan sangat baik padahal aku liat kaki kamu sedang sakit ya " Puji Ryan
" Ahhh makasih kak ... permainan kalian tadi itu juga hebat ... kak Yeni saat bermain bola kecilnya keren banget aku tadi susah lho untuk mengimbanginnya " ucapku membuat kak Yeni tersenyum padaku
" Tapi kamu itu jauh lebih hebat Rin ... Aku kagum banget sama kamu ... Semangatmu itu luar biasa gak mudah nyerah " Ucap kak Ryan memujiku
" Aku hanya berusaha bermain semampuku kak ... apalagi aku punya partner kayak kak Verdy yang begitu bisa mengerti gimana karakterku dalam bermain jadi aku bisa bermain lepas tanpa beban " ucapku
" Ohh iya bener banget itu ... Hmm rasanya aku ingin lebih mengenalmu Rin ...bolehkah aku minta nomor ponselmu ???" ucap kak Ryan
"Heeemmm ... " Dehem kak Verdy
" Sory ... apakah kalian ini pasangan kekasih???" Tanya kak Ryan
" Kami bu..." ucapanku terpotong
" Iyya aku pacar Karin " Ucap kak Verdy memotong ucapanku dan merapatkan tubuhnya merapat ke arahku.
" Hemmm...Hemmmm ....cieee ada yang panas nih tapi bukan kompor " ucap kak Amri menggoda kak Verdy dan kak Verdy hanya melotot ke arah kak Amri .
" Ehh sorry bro ... aku fikir Karin belum punya pacar jadi aku ingin lebih bisa mengenalnya ... soalnya aku kagum banget sama karin.... tapi aku telat ya ternyata" Ucap Ryan
" Tapi kita masih bisa kan berteman ?" Tanya kak Ryan
" Bisa kok kak " ucapku lirih
" Oh ya selamat ya untuk kalian ...kalian itu partner yang hebat " Ucap kak Yeni
" Makasih " ucap kak Verdy.
" Baik kalau gitu kami duluan " ucap kak Ryan seraya mengerlingkan sebelah matanya kearahku. Dan hal itu membuat kak Verdy nampak kesal.
Mereka pun berlalu pergi . Pak Ilham pun menghampiri kami . Wajahnya nampak sumringah . Dia terlihat bahagia.
" Selamat ya ... kalian juara ... kalian sudah membawa nama baik buat Tim kita "
" Makasih pak " Ucap Kak Verdy
Mereka pun mengobrol . Aku mencoba menggerakkan kakiku namun rasanya sangat sakit .Kak Verdy melirik ke arahku .Dia pun berjongkok mengecek kakiku.
" Sakit Rin ???" Tanyanya
" lumayan kak " jawabku
"Sepertinya terkilir " ucap kak Verdy
__ADS_1
" Ya ampun ...Itu karena tadi kamu jatuh jadi kakimu terkilir ... ayo Verdy buruan bawa Karin duduk dulu di sana biar bisa kita cek kakinya " ucap Pak Ilham seraya menunjuk ke arah bangku kosong.
Kak Verdy mengangguk lalu berdiri menatapku dengan khawatir . Aku menunduk karena merasa kikuk jika di tatap seperti itu .
" Karin kamu bisa jalan ??" Tanyanya lembut
" Bisa kak ...aku coba ya "
" Auuuuhhhh sakit kak ...gak kuat " ucapku meringis menahan sakit
Kak Verdy pun memapahku menuju bangku kosong .Dia pun mengecek kakiku. Perlahan dia melepas sepatu dan kaos kaki yang kukenakan. Kemudian dia mengambil sesuatu dari tas raketnya.
Kak Verdy kembali seraya membawa sebotol minyak . Dia membuka tutupnya dan meneteskan di telapak tangannya.Lalu mengurut kakiku.
" Tangan sedikit ya Rin ...ini pergelangan kakimu terkilir " ucapnya seraya mengurut kakiku
Aku hanya mengangguk dan menahan rasa yang lumayan sakit melebihi luka lecet saat terjatuh kemaren.
Saat kak Verdy mengurutnya kakiku berbunyi kreekkk.
"Aaakkkkhh ... sakit kak "
" Kamu beneran bisa Ver ??? Tanya pak Ilham
" Semoga pak " Ucap kak Verdy
" Setidaknya kita bawa aja karin ke tukang urut yang ahlinya " ucap Pak Ilham
" Udah kok pak ... Rin ayo coba berdiri pelan - pelan trus gerakkan kakimu " Ucap kak Verdy
Aku mengangguk dan perlahan berdiri .Kak Verdy membantuku bangun .Lalu kugoyangkan kakiku .Rasanya sudah tidak sakit kayak tadi .Sudah jauh mendingan
" Gimana Rin ...??? masih sakit ???"
" Enggak kak ... udah mendingan "
" Syukurlah Rin ... karena besok kamu harus bermain lagi " ucap Pak Ilham
" Maafkan saya pak " ucapku
" Iyya gak apa ... kamu istirahat dulu supaya besok kakimu sudah pulih dan ingat hati- hati jaga dirimu ya " ucap pak Ilham.
"Siap pak " ucapku
" Verdy ...Amri ... ayo antar Karin pulang ... kalian juga istirahatlah ...terutama kamu Amri besok juga bertanding "
"Baik pak " ucap kak Amri
" Ya sudah ...kalau gitu saya duluan ya karena mau ke mini market dulu ... kalian berdua jaga karin baik - baik " ucap pak Ilham seraya berlalu meninggalkan kami .
Kak Verdy pun dengan sabar membantuku berjalan sedangkan kak Amri membawakan tas raket kami berdua .Aku merasa sangat tidak enak hati karena selalu menyusahkan mereka berdua. Ini karena aku kurang hati - hati jadi menyusahkan orang lain.
NB.
__ADS_1
# Mohon kritik dan Saran
# Mohon di Like , vote dan komen