
Tubuhku menggeliat dan tanganku meraba- raba mencari ponselku. Ku matikan alarm yang sengaja ku stell untuk membangunkan ku.
Perlahan aku bangun dan duduk bersandar pada tepi tempat tidur.Kepalaku terasa berat dan kuraba dahiku panas.Apa aku demam ???
Kulihat jam dinding yang tergantung menunjukkan pukul 16.00 . Waktunya aku harus latihan bulutangkis .Karena sebulan lagi aku akan pertandingan.
Namun tubuhku rasanya lemas.Berusaha ku bangun namun aku melihat seisi kamar ini terputar .Aku pun kembali berbaring.
Papi masuk ke dalam kamarku untuk membangunkanku . Beliau fikir aku belum bangun dan ingin membangunkan ku untuk latihan. Namun papi heran melihatku yang masih berselimut.
"Lhooo ...kok kamu gak siap-siap sayang ??? kamu gak pergi latihan??" tanya papi seraya duduk di tepi tempat tidur
Aku hanya menggeleng pelan .Papi mengernyitkan dahinya heran menatapku.
"Kamu sakit nak ???" tanya papi seraya meletakkan tangannya kedahi dan leher ku
Aku hanya terdiam .Tubuhku seraya menggigil.
"Ya Ampun ...kamu demam nak ...ayo kita ke dokter ya " ucap Papi
"Eng...enggak usah Piii .....hiiiiihh....dingin Pi" ucapku
"Lhoo kok gak mau kedokter itu gimana?? badan kamu panas gini" ucap Papi
"Kalau aku istirahat sembuh kok pi ...jangan khawatir ya " ucapku tersenyum
Papi menggeleng dan terlihat khawatir.
__ADS_1
"Nik ....Ani ...." Teriak papi
"Iyya Papi ...." jawab mbak Ani berdiri di pintu
"Bikin kan adekmu bubur " pinta papi
"Baik Pi ....bentar ya " ucap mbak Ani seraya berlalu pergi
Papi mengusap telapak kakiku dan punggungku dengan minyak Kayu put*h . Telapak kakiku terasa dingin.
Mami masuk ke kamarku dengan semangkuk bubur di tangannya. Wajahnya pun nampak khawatir padaku .Rasanya aku tidak tega melihatnya
"Karin kamu kenapa nak ??? apa yang kamu rasakan sayang ???" tanya mami seraya mencium keningku lembut
"Aku gak apa - apa kok Mam ...jangan khawatir ...mungkin aku kecapean ...dan kurang tidur aja " jawabku
"Kita bawa ke dokter aja Pi " Ucap Mami
"Lhoo kenapa sayang??? kamu itu sakit nak " ucap Mami sedih
Aku berusaha tersenyum .Aku tidak ingin membuat kedua orang tuaku menghawatirkan diriku seperti ini.
"Gak usah Mi ... Aku gak apa- apa kok ... Aku cuman laper ...aku mau makan " ucapku lirih
"Ehh ...kamu tadi gak makan ya pulang sekolah ??" tanya Mami
Aku mengangguk pelan .
__ADS_1
"Nah...kamu selalu gitu ....selalu telat makan " ucap Mami mengomel
"Mi ...suapin dulu Karin ...jangan diomelin terus " ucap Papi
"Ini nich ...anak kesayangan Papi ... jaga dirinya sendiri aja gak bisa ...makan aja harus diingetin ...kalau sakit gini kan kita juga yang repot " omel mami
"Maafin karin ya Mi ... tadi Karin gak kuat pengen tidur ...kepala Karin sakit dan mata karin ngantuk " ucapku lirih
"Lain kali kamu kalau malas ke warung ... kamu minta aja nak ...nanti di bawain kekamar ...kamu kan tahu sendiri kalau kamu gak boleh telat makan " ucap Mami
"Iyya Mi " ucapku lirih
"Mami dan Papi tidak bisa liat kamu sakit nak " ucap Mami sedih
"Iyya Mam ...Pap ...maafkan Karin ya ...sekarang karin boleh makan gak ??"
"Ehh iyya ...ini aaakkk" ucap Mami seraya mengulurkan sendok
Aku membuka mulutku . Buburpun masuk ke mulutku .Rasanya hambar namun aku harus makan supaya tubuhku bisa cepat pulih .
Mami menyuapiku dengan telaten .Bubur nya tidak bisa aku habiskan semua . Hanya seperempat saja bisa aku makan. Karena rasanya bikin aku mual .Asam lambungku kumat juga sepertinya.
Setelah makan aku minum obat kemudian Papi dan mami pun keluar dari kamar. Mereka memintaku beristirahat.
Aku pun memejamkan kembali kedua mataku.Tubuhku masih demam dan lemas . Aku berharap jika esok aku bisa pergi sekolah.
NB
__ADS_1
# Mohon Kritik dan Saran ya
# Mohon Like , komen dan Vote supaya Leboh semangat nulisnya.