
“ Ayo adek adek bilang semangat ke Ana ! ”
^^^ajak A Hisyam.^^^
“ Semangat Ana... Ayo Maju Semangat Ana !!!! ”
^^^teriak mereka semua pada Ana membuat Ana tersenyum dan berdiri.^^^
Ana beranjak dari tempat duduknya, Lalu berjalan dan berdiri di antara aku dan A Hisyam.
“ Kalau Teteh dan Aa boleh tahu apa judul cerpen kamu ? ” tanya A Hisyam.
...“ Ayah dan Ibu Aku rindu “ ...
Ucapnya diakhir senyuman, Kontan membuat aku dan A Hisyam diam seribu kata.
“ Bagus banget judulnya Ana, Sekarang kamu bisa membaca cerpen kamu ”
kata ku sembari mengusap usap pucuk kepalanya yang tertutup kerudung.
Ana pun menggangguk dan mulai membacakan cerpen sementara kami mendengarkan Ana.
“ Nama ku Adalah Syafna Aulia keluarga ku memanggil ku dengan sebutan Ana. Aku adalah anak tunggal, Ayah dan ibuku sudah tidak bersamaku ketika aku dilahirkan, ibu ku meninggal semenjak itu pula aku tidak melihat wajah ibu ku bahkan merasakan kehadiran sosok seorang ibu. Aku sangat merindukan Ayah dan Ibu, aku ingin sekali memanggil seseorang dengan sebutan ayah dan ibu seperti teman teman ku yang mempunyai Ayah dan Ibu, Namun aku harus bisa menerima semua ini ”
__ADS_1
Aku meneteskan air mata begitu saja setelah mendengar Ana membacakan cerpen, berderai begitu saja sementara Ana masih tetap membaca cerpennya dengan penuh semangat.
“ Setelah aku menginjak umur tiga tahun, Ayah juga meninggalkan ku. Semenjak kepergiaan Ayah dan Ibu. Aku dititipkan kepada nenek dan kakek. Setiap hari dan setiap malam aku selalu menangis, ketika melihat anak anak seumuran ku bermain dengan Ayah dan Ibu, setiap hari aku selalu berdoa kepada Allah. “ Ya Allah, tolong pertemukan dan keumpulkan Ana dengan Ayah da Ibu di surga. Aamiin ” seperti itu lah doa ku setiap harinya. Aku memiliki nenek dan kakek yang begitu menyayangi ku, tapi kasihan sekarang nenek dan kakek suka batuk batuk. Kalau aku sudah besar nanti, aku ingin menjadi dokter. Biar aku bisa meyembuhkan nenek dan kakek tanpa harus kerumah sakit. Aku akan sungguh sungguh belajar agar bisa menjadi seorang dokter. Pasti ayah dan ibu bangga jika aku menjadi seorang dokter. Ayah dan Ibu aku rindu, semoga kelak aku bisa bertemu dengan ayah dan ibu ”
Ana mengakhiri ceritanya dengan wajah senang dan tersenyum.
Aku langsung menyeka air mata ku, Kemudian berjongkok mensejajarkan tubuh ku dengan Ana.
...“ Ana hebat ” ...
ucapku sembari memgang kedua pipinya dan meneteskan air mata.
...“ Lho Teh Nay kenapa menangis? ” ...
tanya Ana yang memanyunkan bibirnya.
...“ Teteh gak papa hanya terharu saja ” ...
jawab ku sembari menghapus jejak air mata. Kemudian kembali berdiri di samping A Hisyam.
...“ Semuanya ayo tepuk tangan buat Ana ” ...
Ucap A Hisyam.
__ADS_1
Anak anak memberi tepuk tangan dengan meriah kepada Ana dan kemudian Ana kembali duduk.
“ Baik Adik adik karna sudah waktunya pulang. Untuk yang lainya, jangan lupa untuk menyelesaikan tugas cerpen kalian, yang belum selesai jadikan PR dan besok harus di kumpulkan ” Ujar A Hisyam.
...“ Siap A Hisyam ! ” ...
Ujar anak anak .
Setelah selesai berpamitan dengan semua anak anak senja.
Dering handphone pun berbunyi dibalik saku tas, lantas aku mengambil benda tipis itu di dalam tas ku. Terpampang nama Syava tidak butuh waktu lama aku pun mengangkatnya.
.......
.......
.......
👐 EST....... Tunggu belum sampai disini. Ceritanya bakal seru sampai hati ini terketuk. Akan apa itu Cinta Sejati. 👐
Gak mau ketinggalan kan? buruan klik Favorit!
...SEKARANG!! ...
__ADS_1