
β₯______________________________________
Hay.... Para Reader serta member. Terimakasih banyak sudah mendukung karya Author. sudah mampir untuk membaca. dan terimakasih banyak untuk kalian semua.
jangan lupa untuk terus Like, Favorite, dan komen. kalau yang mau memberi tips Author dengan senang hati menerima. Happy Reading.
_________________________________________β₯
π°π°π°π°
Udara bertiup begitu sejuk, sang mentari perlahan telah menyinari setiap jengkal ruanggan dikamar ini serta kicauan para burung menambah kecerian pagi hari.
^^^Setelah kejadian semalam. aku dan juga dokter Arfan memutuskan untuk tidur bersama. setelah pergulatan yang terjadi. ^^^
Kini aku telah mempersiapkan segala keperluan dokter Arfan tidak lupa juga dengan tas dan sepatu kerja yang telah ku siapkan dibawah ranjang.
Sementara dokter Arfan sedang berada di dalam kamar mandi, dan ya tidak terlewatkan sejenak jika hari ini aku sudah bisa kembali mengajar di rumah senja atas izin dari dokter Arfan. membuat diri ku bersorak riang.
^^^Aku telah usai merapikan diri, beridiri menatap lurus ke arah kaca yang ada dikamar. Lalu sejenak aku menoleh. Mendapati dokter Arfan yang berjalan keluar dari dalam kamar mandi. ^^^
Hanya ada handuk yang menutupi pinggang menampilkan beberapa otot perut.
...β Astagfirullah β ...
dengan cepat menundukan kepala ku. Dan berkata.
...β Dok, segala perlengkapan kerja kamu sudah aku siapin di atas kasur β...
^^^β Aku duluan untuk turun, menyiapkan sarapan pagi untuk kita β ^^^
ucap ku yang masih menunduk. Sambil berjalan menuju pintu kamar.
...β Sayang... Terimakasih β...
Ucapnya sambil teriak.
Aku yang mendengarkan teriakan dokter Arfan dari dalam kamar hanya bisa tersenyum, memutuskan untuk tetap berjalan meninggalkan dokter Arfan yang masih berbalut handuk putih tampa mengenakan busana.
^^^Menuju dapur.^^^
Pagi ini aku hanya membuatkan dua buah sandwich dan dua gelas susu hangat. Kemudian untuk makan siang akan aku buat setelah aku pulang dari rumah senja.
^^^Aku menyiapkan sandwich dan susu yang sedari tadi ku buat, membawanya kemeja makan.^^^
Bersamaan dengan aku yang telah selesai menyiapkan sarapan pagi. Dokter Arfan yang sudah rapi memakai baju dinas menuruni tangga.
^^^Memakai kemeja merah maroon setengah lengan sambil menenteng jas putih berlengan pendek dan stetoskop di dalam saku jas. Dia segera berlari menghampiri ku.^^^
Mengantungkan jas putih disalah satu kursi Lalu menarik satu kursi yang beradapan dengan ku, kemudian duduk.
^^^β Dok, maaf kalau sarapan pagi ini hanya ada sandwich dan susu, soalnya kalau masak nasi lagi takut enggak keburu yang ada entar kita kesiangan β ^^^
jelas ku sambil mengoceh.
β Enggak papa sayang, lagian ini salah aku juga. Gara gara aku, kemarin malam terlalu seru bermain sampai lupa waktu, jadinya gini deh. Kamu kesiangan β
__ADS_1
...β Maafin aku.... sayang β ...
tangan nya menjulur menggapai tangan ku, Lalu menggenggam satu jarinya mengelus pucuk tangan ku secara perlahan.
^^^Aku hanya tersenyum malu dengan sikap manis nya itu kepada ku. Jika mengingat kejadian semalam. ^^^
Aku dan Dokter Arfan bahkan tidak sempat lagi untuk melaksanakan shalat tahajud, Namun Alhamdulilah nya aku dan dokter Arfan masih bisa melanjutkan shalat subuh dengan sisa tenaga yang tersisa akibat pergulatan semalam.
^^^β Nanti kamu berqngkat ke Rumah Senja, biar aku aja yang nganter, ya sayang β ^^^
Ucapnya sambil mengunyah sandwich yang ada di tangan kanan nya.
β Enggak usah dokter, nanti dokter anter saya aja kembali kerumah. Soalnya aku sekalian mau ambil sepeda. Jadi nanti pulang dari rumah senja enggak harus merepotkan dokter β
jelas ku, setelah meneguk air minum.
^^^β Boleh sayang, sekalian Silahtuhrahim sama Abah dan Ummi β ^^^
Jawabnya yang telah selesai makan.
Aku mengangguk sembari tersenyum dengan sandwich yang masih penuh di mulut ku. Lalu dokte Arfan mengusap lembut pucuk rambut yang tertutup oleh hijab sembari menunggu ku menyelesaikan sarapan pagi.
...β Ayo dokter, aku udah siap β ...
Ajak ku sambil melihat jam yang terikat di tangan kanan ku. Ternyata sudah mulai siang.
...β Sayang β...
Dia menarik tangan ku yang sedari tadi mulai berdiri. Menahan ku untuk tidak bergerak.
ucapnya yang membersihkan sisa mayones yang menempel di pinggir bibir ku.
^^^β tangan nya begitu halus. MasyaAllah. Indah senyumnya membuat ku ingin memeluknya β^^^
Sahut ku dalam hati.
...β Kok diem ? β...
^^^β iya iya saya tau, suami kamu ini memang tampan, sayangβ ^^^
ucapnya yang menggoda. Pukul kecil dari ku pun mendarat bebas di pada dada bidangnya.
...β Hayuk, kita berangkat β ...
Ajak ku sambil tertunduk malu.
...β Ayo sayang β ...
balasnya. Dan kami pun berjalan menuju ke luar Villa, Mobil itu sudah terparkir dan siap untuk digunakan. Sepanjang perjalan dokter Arfan masih saja menggenggam tangan ku, Menciumnya berulang kali.
^^^Membuat ku tersipu malu merasa panas di sekitar wajah ku walaupun pendingin Mobil sudah terpasang.^^^
Sampainya dirumah Abah. Tidak ada perubahan masih tetap sama waku terakhir kali aku meninggalkan Abah dan Ummi beserta kedua adik ku. Mungkin sekarang warung Ummi terlihat lebih ramai.
^^^Dokter Arfan yang sudah melepas sidbell, beranjak keluar berjalan menuju pintu mobil ku, Lalu membuka pintu itu mengulurkan satu tangan untuk ku. Setelah itu kami masuk kedalam rumah.^^^
__ADS_1
Melihat Abah yang sedang bersantai di depan Televisi , duduk manis diatas kursi roda.
...β Assalammualaikum. Abah β ...
Sahut ku dan dokter Arfan yang ada berdiri di belakang ku.
...β Waalaikumsalam. Nay, Arfan β ...
Sapa Abah yang menoleh ke arah ku dan juga dokter Arfan. Kami semua tersenyum. Kemudian menyalami tangan Abah.
...β Abah gimana kabarnya ? β ...
Tanya dokter Arfan yang tersenyum.
...β Alhamdulillah, Baik Nak β ...
Jawab Abah yang ngusap kepala dokter Arfan.
...β Nak Arfan, Gimana dengan Nayla β...
...β Apa dia merepotkan kamu ? β ...
^^^tanya Abah, dan Ummi yang baru saa menyusul kami.^^^
β Ayo sini kita ngobrol sambil cicipin kue bikinan Ummi β
yang sedang membawa sepiring kue.
Kini kami semua sedang duduk bbersama di ruang tamu. Bercengkrama dengan hangat.
^^^β Nayla, sama sekali tidak merepotkan saya, Justru saya lah yang selalu merepotkan Naylaβ ^^^
Jawabnya setelah mencicipi kue buatan Ummi.
...β Nak, Arfan β ...
Panggil Abah. Yang sontak membuat dokter Arfan, aku dan Ummi menoleh kearah Abah.
Sejenak Abah memanglingkan pandangan nya kearah ku. Kemudian Abah menatap tajam dokter Arfan dan berkata.
β ***Nayla ini anaknya sangat penurut dan manja. Kamu harus bisa menerima,
jika sewaktu waktu dia akan bergantung pada mu dan tidak akan bisa mandiri selagi kamu ada didekatnya.
Nayla juga anak yang suka membersihkan rumah, kamu harus bisa menerimanya kalau dia tidak bisa menghasilkan uang*** β
Setelah mendengar perkataan dari Abah.
^^^Dokter Arfan menoleh pada ku, lalu tangan kirinya berpindah diatas pangkuan ku. Menggenggam tangan kanan ku dengan erat. Lalu berkata.^^^
β Saya menerima Nayla apa adanya, Bah. Saya mencintai Nayla karena Allah. Saya akan selalu menjaganya, Membuat nya bahagia bersama saya β
^^^jelasnya yang kemudian menatap ku lalu tersenyum kepada Abah.^^^
...β MasyaAllah. Teh Ummi seneng pisan dapet menantu sekasem dan sebaik dokter Arfan,jeng soleh, dokter lagi. Kamu teh beruntung pisah β ...
__ADS_1
ucap Ummi yang tidak berhenti memuji dokter Arfan.