Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 25 ]


__ADS_3

...“Assalamualaikum “ ...


sapa dokter Arfan dengan senyum diwajahnya terlihat begitu tampan.


...“Waalaikumssalam” ...


balas kami yang menoleh kearah nya.


...“ Apa sayaboleh ikut gabung?” ...


^^^tanya nya kembali.^^^


...“ Boleh pisan dok ” ...


jawab Syava dengan sumringgah.


“ Apa semuanya sudah makan siang? Bagaimana kalau kita semua makan siang bareng? ” Ajak dokter Arfan.


“ Ah iya, Aku baru inget aku suruh kamu kesini untuk ajakin kamu makan siang bareng, Tapi aku lupa Hehehe..... ” Ucap Syava.


Aku melihat sekitar masih banyak yang belum selesai berobat. Masih ada warga yang sedang diperiksa.


“ Sebentar. Memangnya, Acara amal ini udah selesai Va? Tapi masih ada yang harus di periksa? ” ucap ku yang memastikan.


“ Udah selesai Nay, Acaranya hanya sampai jam 11 saja. Itu beberapa warga yang telat untuk datang pengobatan ” ucap Syava.


“ Yasudah, kalau gitu kita makan siangnya setelah para Dokter Dan Bidan selesai periksa warga saja ” ujar ku.


“ Iya Nay, kamu tenang saja kita makan siang bareng mereka juga kok, Bukan begitu Dok? ”

__ADS_1


tanya Syaa yang melirik ke arah dokter Arfan.


“ Iya Mba Syava ” Jawab dokter Arfan.


Suasana di balai desa kini menjadi lenggang tidak sepadat tadi. Syava sibuk bermain dengan ponselnya, sedangkan aku hanya bisa menundukan pandangan sembil memilin milin hijab. Terkesan malu jika terus di tatap oleh dokter Arfan lain hal dengan A Hisyam yang gerah melihat sikap dokter Arfan.


...“ Mba Nay ” ...


panggil dokter Arfan kontas membuat A Hisyam memanas melihat ke arah kami.


^^^ “ InsyaAllah keluarga saya akan datang besok kerumah kamu ” ^^^


masih dengan senyum dan menatap ku.


...“ Be...besok? ” Jawab ku gugup....


“ Iya InsyaAllah besok malam. Kami sekeluarga akan bersilaturahmi ke rumah Mba Nayla ”


“ Hayu loh. Jangan jangan diantara Dokter dan Nayla sudah ada ---- “ belum selesai Syava menyelesaikan perkataannya.


^^^ A Hisyam dengan cepat memotong Ucapan Syava.^^^


...“ Anda serius ingin melamar Nayla? ” ...


^^^Tanya A Hisyam dengan wajah yang datar dan dingin.^^^


“ Alhamdulillah. Mba Nayla sudah menerima lamaran dari saya dan siap untuk menjadi istri saya ”


Tegas dokter Arfan yang melirik ke arah ku.

__ADS_1


...“ APA ? Calon Istri? ” ...


tanya Syava dan A Hisyam kompak dengan wajah kaget. Sementara aku hanya menundukkan pandangan. Karena sudah tidak bisa menahan malu berikut bahagia.


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Jadilah seorang lelaki yang kelak tidak banyak janji. Jika dia mencintai wanitanya. Dia akan datang mengajaknya untuk menikah, bukan mengajaknya pacaran. Karena lelaki sejati itu harus tahu betul makna dari surah.


^^^[ Al – Isra ayat 32.] ^^^


Dokter Arfan tertawa kecil melihat ekspresi kaget dari wajah Syava. Ingin rasanya aku ikut tertawa namun ku tahan.


Bagaimana tidak membuat orang tertawa. Mata Syava membulat semburna bersamaan dengan mulutnya yang sedikit monyong.


Kemudian nyegir dengan wajah tidak berdosa. Sementara itu ku lihat wajah A Hisyam yang sudah bermuram durjana. Bahkan ia memalingkan wajahnya dari ku.


...“ Ya, Allah dia kenapa lagi?” ...


sahut ku dalam hati.


“ Kenapa dokter gak bilang sih, kalau sudah melamar sahaat saya? ”


^^^tanya Syava membuat ku ikut menatap tajam ke arah Syava.^^^


“ Saya minta doanya aja Mba. Semoga Saya berjodoh dengan Mba Nayla ” balas dokter Arfan diakhir senyuman.


...“ Aamiin dok ” ...


jawab Syava yang sedari tadi sudah antusias. Sedangkan A Hisyam sedari tadi hanya berdiam dengan wajah kesal.

__ADS_1


“ Mba Nay, Mba Syava dan A Hisyam makan siang yuk !! ” Ajak dokter Arfan.


“ Ayu Dok ! ” Jawab Syava dengan semangat.


__ADS_2