
“ Dokter, dokter mau makan disini saja atau dikamar saja ? “
^^^tanya ku pada dokter Arfan yang mulai mengajak nya untuk makan bersama Nabila dan Syava.^^^
...“ Emh... kita makan di kamar saja “...
...“ Kasihan sama yang belum dapet jodoh kalau lihat kita makan disini “ ...
ledek dokter Arfan sambil melirik ke Syava dan Nabila yang saling pandang pandangan.
...“ Siapa juga yang mau ngiri “...
...“ Gih sana makan di kamar aja. Wle.. “ ...
Balas Abil sambil menjurulkan lidahnya.
“ Yang masih pengantin baru, Mau nya selalu berdua “
^^^Sindir Syava yang terkekeh.^^^
...“ Yaudah Hayuk lah Kak, Va “ ...
Nabila yang mengajak Syava untuk keluar rumah menyambut para tamu yang sedari tadi rame.
^^^“ Sayang, kita makannya sepiring berdua ya jangan lupa gelasnya satu aja “ ^^^
Bisiknya pada ku.
Sementara aku hanya mengganguk sambil tersenyum melihat tingkah manis dari suami ku.
__ADS_1
Dokter Arfan yang duluan kembali ke kamar, sementara aku akan ke dapur. Mengambil makanan dan minuman untuk kami makan di kamar.
^^^Sesampainya di dapur aku segera mencari air lalu meminum nya membasahi dahaga seraya menenangkan hati yang kian bergejolak.^^^
^^^‘ Astagfirullah, sungguh manis sikap nya ‘ ^^^
desis ku dalam hati, sambil mengambilkan tiga centong nasi,beserta lauk pauknya dan dua gelas air putih yang sudah ku taruh di atas nampan .
Ya tentu saja aku masih sungkan jika harus satu gelas bersama dokter Arfan.
Aku yang sedang menenangkan hati agar tidak semakin berdetak kian kencang.
Aku takut jika nanti dokter Arfan mengetahui bahwa aku begitu bahagia hari ini. Melihat senyum nya yang manis, pujiannya yang membuat diri ku dimabuk asmara, hembusan hafas yang membuat pipi ku merona.
Aku berjalan kembali ke kamar, mengetuk pintu kamar yang kemudian dokter Arfan membukan pintu kamar tersebut. Aku meletakkan nampan yang sedari tadi ku bawa di meja belajar ku kemudian mengambil dua kursi untuk ku dan dokter Arfan.
...“ Dokter Ayo makan “ ...
Dokter Arfan yang sedari tadi menutup pintu kini berjalan menghampiri ku. Ia mengambil satu sendok nasi lalu dia menyuapi ku sambil tersenyum.
...“ Aaaaa.... Biar aku suapin kamu “ ...
Ujar nya. Dan aku membalas menyuapinya.
Sepanjang makan bersama dokterArfan tidak ada obrolan yang keluar, salah satu dari kami menikmati makan seraya dokter Arfan yang sedari tadi hanya mengelus pipi ku.
Sungguh manis perlakuan dokter Arfan terhadap ku. Setelah selesai makan.
^^^Aku mulai memberikan segelas air putih lalu meminumnya, siapa yang akan mengira jika tiba tiba dokter Arfan meminum air dari gelas yang sama dengan ku.^^^
__ADS_1
Aku terkejut bukan main melihat perlakuan nya kalinya.
“ Air minum ini jadi berubah, ada manis manis nya gitu “
^^^“ Apalagi minum dari gelas yang ada bekas bibir bidadari “^^^
ucapnya dengan senyuman seraya memberikan gombalan.
...“ Haduh Dokter.... jangan gombalin saya “ ...
ucap ku yang kini tersipu malu.
“ Aku enggak lagi gombal sayang. Kamu kan Bidadari Surgaku “
^^^Ucapnya yang semakin membuat ku tidak bisa lebih lama menahan tawa.^^^
Seketika aku mengingat kedua orang tua dokter Arfan yang tidak dapat hadir.
^^^‘ Apa mereka sibuk dengan urusan kantor ? ‘^^^
...“ Sayang kamu kok diem ? “...
^^^“ Ada Apa ? Ada yang sedang kamu fikirin sekarang ? “ ^^^
yang kini berjongkok sembari bertanya pada ku, mengusap lembut tangan ku sambil mencium nya berulang kali.
“ Jika aku boleh tahu, kenapa Orang tua dokter tidak hadir di akad kita “
...“ apa mereka sedang sibuk ya ? “ ...
__ADS_1
^^^tanya ku dengan senyum di ujung bibir, takut jikananti dokter Arfan tersinggung dengan pertanyaan ku.^^^