
^^^Pukul 07.00 Pagi^^^
^^^Di hotel yang sama.^^^
..." Selamat pagi, Bidadari ku "...
sapa Mas Arfan yang menatap hangat wajah ku sembari mencium kening ku.
..." Pagi, Mas "...
Jawab ku dengan setengah kesadaran.
Setelah kejadian kemarin malam, kami memutuskan untuk tidur bersama mengingat begitu banyak tamu undangan yang hadir membuat ku dan Mas Arfan kelelahan.
^^^Kali ini kami melewatkan waktu untuk sholat subuh bersama.^^^
..." Ayo bangun sayang, kita akan sarapan bersama dengan seluruh keluarga "...
ajak Mas Arfan yang mulai membuka selimut. Membawa ku menuju kamar mandi.
..." Mas, Nay bisa jalan sendiri "...
rengek Ku dalam pelukan nya.
" Untuk kali ini, izinkan Mas memanjakan mu sayang "
^^^ucapnya sambil membaringkan tubuh ku di bathup.^^^
..." Mas, kamu mau ngapain? "...
tanya ku penuh gugup. Namun lain hal dengan nya.
..." Iya mau ikutan mandi "...
jawabnya penuh kepolosan.
" Nay duluan mandi, Mas bisa tunggu diluar sebentar "
^^^bantah ku yang tak mau jika Mas Arfan ikut mandi bersamanya.^^^
" Tapi kenapa sayang? Bukannya kita sudah menikah? "
^^^sejenak membuat ku berfikir keras, hingga tidak mendapatkan jawaban untuk pertanyaan nya kali ini.^^^
..." Ta... tapi Nay malu "...
teriak ku sambil menutup wajah ku.
Begitu lama perdebatan yang terjadi diantara aku dan mas Arfan, kini Mas Arfan memilih untuk lebih mengalah dengan ku yang masih belum terbiasa.
^^^30 menit kemudian, setelah aku dan mas Arfan membersihkan diri. Dan tidak lupa aku juga telah membersihkan kamar sebelum kami memutuskan untuk turun.^^^
..." Ayo sayang "...
ajaknya sambil menenteng tangan kanan ku. Dengan aku yang mengikutinya dari belakang tersenyum bahagia melihat sikapnya seperti anak kecil.
^^^Mas Arfan yang masih setia menggenggam tangan ku dengan erat berjalan menuju lift untuk turun bertemu dengan seluruh keluarga.^^^
Kami berjalan beriringan hingga masuk ke dalam resto yang ada di hotel ini.
Aku bisa melihat keberadaan keluarga ku, keluarga A Hisyam serta keluarga Mas Arfan dan kedua mertua ku dengan Omah Ratna.
^^^Mereka duduk di meja VVIP yang berukuran besar. Aku dan mas Arfan segera menghampiri mereka dengan cepat.^^^
..." Nayla, duduk disini "...
__ADS_1
Ucap Omah Ratna sembari melambaikan tangan. Hingga aku pun duduk di samping Omah Ratna diikuti Mas Arfan yang duduk di sampik ku, Tidak lupa juga sebelum duduk di samping Omah Ratna aku dan Mas Arfan menyalami seluruh keluarga.
^^^Kemudian aku melihat ke arah Mama Ayu yang memasang wajah tidak suka pada ku, Aku hanya bisa menundukan pandangan ku tampa menegur sapa.^^^
" Omah, kemarin si Nayla bawain Oleh oleh Khas Bandung untuk Omah. Udah Omah cobain belum? "
^^^tanya Ummi yang tiba tiba membuka obrolan pagi itu.^^^
" Sudah buk, Terimakasih banyak. MasyaAllah semuanya enak. Saya jadi ketagihan. Hahaha... " balas Omah sambil tertawa hangat.
" Alhamdulillah, kalau Omah suka. Kapan kapan main atuh ke Bandung nanti saya buatin lagi "
^^^sambil menoleh ke arah Mas Arfan.^^^
" Nanti, kalau nak Arfan tidak sibuk. Ajakin Omah main ke Bandung "
^^^ucap Ummi diakhir senyum.^^^
"InsyaAllah jika kondisi saya memungkinkan. Karna saya memiliki penyakit Asma takut jika nanti kesana kambuh dan malah merepotin semua orang "
^^^balas Omah Ratna sambil tersenyum.^^^
Aku melihat kedekatan Omah dan Ummi beserta Ummi dari A Hisyam begitu akrap dan hangat sampai obrolan dari keduanya masih saling berlanjut, kecuali Mamah Ayu yang membenci suasana pagi hari ini,
^^^sementara itu aku melihat Papa Fajar, Abah dan juga Abi dari A Hisyam kini telah asik mengobrol sesekali terlihat mereka tertawa hingga seluruh pelayan datang membawakan seluruh makanan dan minuman, Menghidangkan nya dimeja.^^^
Lalu Kami semua memulai untuk sarapan bersama.
^^^Setelah sarapan bersama, seluruh sanak saudara saling berpamitan dengan Papa Fajar, Omah Ratna dan Mama Ayu.^^^
Sementara Nabila, gadis itu masih asik berselancar di dalam mimpi.
^^^Aku langsung saja memeluk Ummi dan Abah serta kedua Adik ku, Caca dan Blue.^^^
Setelah berpamitan kepada seluruh keluarga Mas Arfan, aku menghampiri Abah dan Ummi. Sementara Keluarga A Hisyam sudah berjalan meninggalkan resto menuju area parkir.
ucap ku yang tidak kuat menahan air mata.
" Nayla, jadilah Istri yang baik buat nak Arfan. Jangan manja "
^^^Ummi memperingatkan ku agar tidak menangis, sambil menangkupkan keda tangan nya diwajah ku.^^^
Aku pun mengangguk sembari tersenyum.
..." Nayla "...
panggil Abah, Kemudian aku berjongkok agar tubuh ku dan tubuh Abah sejajar.
...Abah mengelus pipi kiri ku seraya berkata....
" Nay, Bagi seorang istri. Ridho suami segala galanya untuk seorang istri. Karena keselamatan seorang Istri bergantung pada Ridho dari suaminya. Maka dari itu kamu sayangi suami mu dan selalu mencari Ridhonya "
^^^jelas Abah sebelum pergi.^^^
..." Baik Abah " sahut ku....
..." Arfan " Panggil Abah....
..." Iya Abah "...
Mas Arfan mensejajarkan tubuhnya dengan Abah.
" Abah titip putri Abah, Jaga dia, sayangi dia. Jangan sampai putri cantik Abah ini menangis karna mu "
^^^jelas Abah yang mewanti wanti.^^^
__ADS_1
..." Iya Abah, Arfan akan selalu menjaga Nayla "...
^^^balas nya diakhir senyum.^^^
..." Kalau gitu, Ummi dan Abah pamit "...
..." Asalammualaikum "...
..." Waalaikumsalam Ummi, Abah "...
balas ku serempak dengan Mas Arfan yang ikut menjawab salam.
Abah yang masih setia mengelus tangan ku, seperti enggan melepaskan ku jauh darinya.
^^^Hingga Ummi membawanya pergi berjalan keluar dari resto bersama kedua adik ku.^^^
^^^Hingga akhirnya aku bisa melihat kepergian mereka meninggalkan Hotel.^^^
Lalu aku dan Mas Arfan beserta keluarganya mulai mengemas beberapa pakaian ke dalam koper untuk pulang ke rumah.
^^^Butuh waktu dua jam untuk sampai kerumah, karena perjalanan hari ini begitu macet walau jarak Rumah dengan Hotel tidak jauh.^^^
Sesampainya di kediaman rumah orang tua Mas Arfan. Mas Arfan langsung menggendong ku menuju kamar tampa menghiraukan Mama Ayu yang menatap ku penuh benci sementara Omah, Papa dan Nabila bersorak ria melihat mas Arfan menggendong ku, meninggalkan beberapa koper agar di bawa oleh mbok Jum dan Pak Tarno.
..." Mas, turuni aku "...
" Malu diliatin sama Papa Mama apalagi ada Omah "
^^^Pintah ku pada nya.^^^
" Kalau kamu malu, Kamu bisa sembunyi dari tatapan mereka, Tutup wajah mu dibalik dada ku sayang "
^^^balasnya seraya membenarkan gendongan agar aku tidak terjatuh, mengalungkan kedua tangan ku pada leher mas Arfan.^^^
Menaiki beberapa anak tangga, Kemudian dia menurunkan ku di depan pintu kamar.
Dia membuka kan pintu, begitu terkejutnya aku ketika masuk. Melihat beberapa dekorasi yang sebelumnya belum ada.
..." Mas, ini siapa yang udah dekor kamar kamu?"...
tanya ku begitu kagum dengan seluruh dekorasi menghiasi setiap tempat berubah menjadi sebuah kamar bulan madu.
Sebelum dia berjalan mendekati ku, Perlahan n Arfan menyunci pintu kamar kemudian menghampiri ku dengan kedua tangan yang memeluk tubuh ku dari belakang.
" Ini semua usul dari Omah sayang, Omah bilang dia sudah ingin mempunyai Cicit dari kita "
ucapnya sambil tertawa, membuat ku malu.
.
..." Sayang " ...
^^^" Untuk sementara waktu kita tinggal dirumah Papa dan Mama ya, sampai pembangunan rumah kita selesai, baru setelah itu kita pindah ke rumah baru "^^^
..." Kamu enggak keberantan kan sayang? " ...
tanya Mas Arfan kepada ku yang masih diam menimbang nimbang , di detik kemudian dia berkata.
" Aku juga mau kamu bisa lebih dekat sama Mama. Karena mamah Adalah Wanita pertama yang aku cintai setelah kamu sayang "
^^^jelasnya sambil mencium pundak ku.^^^
^^^" Iya gak papa kok mas, Kamu juga benar. Aku harus lebih mengenal dan lebih dekat dengan Mama Ayu serta keluarga kamu yang lain " ^^^
jawab ku diakhir senyuman.
__ADS_1
Sejenak aku berdiam diri, berfikir.
' Apa Mas Arfan tahu, kalau selama ini sikap Mama Ayu kepada ku begitu dingin dan kasar? ' tanya ku.