Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 24 ]


__ADS_3

...“ Assalamualaikum Nay ”...


terdengar dari kejauhan suara Syava yang begitu antusias.


...“ Waalaikumssalam.. ada apa Va? ”...


jawab ku yang masih bigung dengan maksud menelepon ku.


^^^“ Aku lagi di balai Desa bareng Dokter Arfan. Buruan kesini !!! “^^^


...“ Emang lagi ngapain ? ”...


“ Eh.. kok nada suaranya kayak cemburu gitu ? hahaha........ cemburu ya kamu ”


...“ Enggak Syaf ”...


“ Hahahah....iya iya. Kamu kesini ya kami lagi


^^^ngadain pengobatan gratis “^^^


...“ Oh, Iya. Nanti aku kesana ”...


Panggilan itu pun berakhir setelah aku menjawab dengan mengucap salam. Kemudian memasukan kembali benda tipis itu kedalam saku tas. Ketika ingin menaiki sepeda.


A Hisyam yang sedang menghampiri ku.


...“ Mau kemana Nay? ”...


Tanya A Hisyam pada ku.


...“ Anu.... Mau kebalai Desa A ”...


“ Memangnya kamu ada keperluan apa


^^^kesana?”^^^


“ Mau ketemu dengan Syava. Kata Syava ada pengobatan Gratis di Balai Desa, A ”

__ADS_1


...“ Oh... gitu, A Hisyam boleh ikut? ”...


Aku hanya mengangguk sembari tersenyum pada A Hisyam. Kemudian aku menaiki sepeda biru ku sementara A Hisyam menaiki sepeda motor.


A Hisyam mengiring ku dengan sepeda motor yang dia kendari, sesampainya di balai desa. Aku menaruh sepeda ku di pohon besar yang tidak jauh dari balai desa.


...“ Nay ”...


Panggil A Hisyam yang menghampiri.


Aku segera menoleh kearah A Hisyam.


...“ Kesananya bareng hayu ”...


ajaknya diakhiri senyuman. Aku mengangguk dan berjalan beriringan menuju depan balai desa.


Terlihat banyak warga yang sedang duduk di kursi tunggu balai desa. Kemudian aku dan A Hisyam berjalan menuju balai desa untuk ikut duduk mengantri. Melihat Syava yang sedang berbicara dengan para pasien.


Beberapa dari warga masih di periksa oleh Syava sementara yang lain diperiksa oleh dokter Arfan. Sembari diperiksa oleh Syava ataupun dokter Arfan dan benerapa bidan yang lain beserta dokter dokter yang ikut menggalang pengobatan di balai desa.


Aku melihat ke arah dokter Arfan tampa sengaja dia juga menoleh ke arah ku sambil tersenyum manis. Seketika jantung ku berdegup begitu kencang. Dengan cepat aku mengalihkan pandangan ke arah yang bereda.


tanya A Hisyam.


...“ Gak papa, A ”...


“ Kalau Aa boleh tebak. Kamu suka ya sama


^^^Dokter Arfan? ”^^^


Tanya A Hisyam dengan nada introgasi.


“ Emangnya kenapa, A? ” tanya ku.


“ Tidak apa apa, kalau Nay suka dan Cinta sama dokter Arfan. Hati hati saja belum tentu yang terlihat baik dalam nya juga baik ”


^^^celetuk A Hisyam.^^^

__ADS_1


“ Astagfirullah A, enggak boleh suudzon. InsyaAllah dokter Arfan itu orang baik baik A ”


^^^bela ku yang saat itu bersikap netral.^^^


...“ Aa, Mah hanya ingetin kamu Nay “...


Aku bergeming dengan sikap A Hisyam. Entah kenapa itu membuat ku tidak suka dengan perkataan A Hisyam.


...“Nayla ! ”...


Syava yang berjalan henghampiri ku dan A Hisyam yang kemudian menarik kursi duduk di hadapan ku.


“ Duh... Nay capek banget. Dari pagi banyak bener pasien, tapi walaupun begitu seru juga apa lagi di temeni DOMUGA ” ucap Syava yang tertawa.


“ Kamu capek juga karna menolong orang Va. Semoga lelah mu menjadi lillah ”


^^^jawabku di akhir senyum.^^^


“ Syava, A mau tanya. Dokter Arfan berapa lama tugas disini? ” tanya A Hisyam.


...“ Kalau aku tidak salah tiga bulan A ”...


Balas Syava.


...“ Kenapa emangnya A? ”...


Syava bertanya balik.


...“ Gak. Cuman tanya aja ”...


ujar A Hisyam sambil melirik ke arah ku.


Tidak Berselang lama dokter Arfan mulai berjalan menghampiri kami yang duduk di kursi balai desa dan membuat suasana menjadi canggung.


^^^Apalagi dengan ku yang sudah mulai kalang kabut.^^^


...💌💌💌...

__ADS_1


🍺 Mulai Gerah, Mulai panas, Mulai enyut enyutan. Penasaran sama Kelanjutannya?


🌞🌚 Disini aja ya.


__ADS_2