
“ Makasih ya kak, udah mau terima Kak Arfan dan mau jadi istri dari kak Arfan. Abil seneng akhirnya jodoh kak Arfan itu kak Nayla, Bukan seperti perempuan pilihan Mama “
^^^Jelas abil dengna gamblang. Sontak membuat ku kaget.^^^
...“ Maksud kamu ? Perempuan siapa Abil ? ”...
^^^tanya ku dengan penasaran.^^^
“ Oh May Good. Kak Arfan belum cerita sama kakak ? “
^^^Abil juga bingung kenapa kakak nya itu tidak menceritakan hal ini pada ku. Sedangkan aku hanya menggelengkan kepala.^^^
“ Jadi tuh sebelum mengenal Kak Nay, Kak Arfan itu di jodohin sama perempuan pilihan Mama “
^^^Ujarnya yang membuat ku terasa sesak.^^^
Aku terkejut mendengar cerita dari Nabil. Kenapa Hati ini menjadi gusar tidak menentu. Firasat ku menjadi tidak enak, Pertanyaan ini berkecamuk dalam fikiran ku.
“ Apa Mama dokter Arfan sudah benar benar merestui ku, Merestui pernikahan ini ? “
^^^tanya ku dalam benak ini.^^^
“ Bagaimana kalau Mama dokter Arfan itu sebenarnya tidak merestui ku ? Ya ampun Nayla ! Kenapa kamu berfikiran rendah seperti ini “
^^^Rutuk ku.^^^
...“ Astagfirullah Alhazim “...
desis ku.
__ADS_1
“ Kak Nay Kenapa, kok dari tadi diem aja ? “
^^^tanya Nabila yang memastikan aku baik baik saja.^^^
...“ Tidak apa apa Bil “...
“ Sebainya kita pulang yuk sudah waktunya untuk makan siang “
^^^Ajak ku yang sedang mengalihkan fikiran ku dengan ucapan Nabil barusan.^^^
Nabil pun mengangguk seraya setuju. Saat aku berdiri menginjakan kaki kedarat, Tiba tiba Kepala ku sakit, penglihatan ku menjadi buram dan tampa aku sadari setengah kesadaran ku mulai hilang saat itu juga.
“ Kak Nay, Kak Bangun. Kakak kenapa? Kak kamu Baik baik aja kan ? “
...Hanya bisa mendengarkan suara Nabil yang sedari tadi teriak teriak hawatir. Sambil memapah tubuh ku yang semakin kehilangan kesadaran....
----------------_____________---------------
Setelah Insiden di sungai yang membuat Nabil panik.
Suara itu membawa ku kembali pada dunia ku. Setelah sekian lama kesadaran ku kembali, Perlahan lahan sedikit membuka kedua mata yang sempat tertutup, sedikit merasakan pusing bahkan untuk melihat sekitar masih belum jelas aku kembali memperjelas pandangan ku,
^^^5 menit kemudian aku kembali melihat sekeliling semakin memperjelas melihat keberadaan ku yang sudah berbaring di ranjang berukuran king size bukan lagi di sungai. Aku melihat seseorang yang setia duduk disamping ku, tidak lain adalah Syava.^^^
...“ Alhamdulillah Nay, Kamu sudah sadar ? “...
Ujar Syava yang bertanya dengan wajah panik.
...“ Va, Aku ada dimana ini? “...
__ADS_1
...“ Ini Kamar siapa Va ? “...
Tanya ku yang bingung, ruangan ini begitu tampak luas tidak seperti kamar ku sebelumnya.
“ Apa Kamu lupa sebelumnya kita pernah kemari “
...“ Ini Tuh Kamar Do------k “...
Belum selesai Syava menjelaskan, kini pintu kamar itu terbuka lebar. Aku melihat Dokter Arfan yang berjalan masuk bersama Nabila yang sedari tadi sudah mengekor di belakang Dokter Arfan.
...“ Jangan bilang kalau sekarang kita ada di kamar Dokter Arfan !!!! “...
keadaan ini membuat ku sedikit canggung. Saat dokter Arfan berjalan menghampiri ku bersama Nabila. Aku yang semula berbaring kini dengan cepat membangunkan diri dibantu oleh Syava.
...“ Alhamdulillah “...
...“ Kak Nay sudah sadar “...
Ucap gadis itu sambil memeluk tubuh ku dari samping.
...“ Abil, Kenapa kita ada disini ? ”...
...“ Bukannya tadi kita itu ada di sungai ? “...
Tanya ku yang masih bingung, siapa seseorang yang membawa ku kemari.
‘ Yang ku ingat kita hendak ingin pulang dan kepala ku menjadi pusing setelah itu tubuh ku begitu lemas ‘
' Apa aku tadi pingsan dan Dokter Arfan yang sudah membawa ku kemari ? ’
__ADS_1
^^^Aku yang masih bertanya tanya pada diri ku mencari jawaban sendiri. Seketika Nabil menggengam tangan ku.^^^