
" Mama bisa pulang bareng, Naura. Jadi kamu tenang aja sayang "
jawab Mas Arfan di detik selanjutnya.
" Sayang, aku mau ajakin kamu ke suatu temoat dijamin kamu suka "
jawabnya sambil menggenggam tangan ku.
" Emang kita mau kemana, Mas? "
tanya ku penasaran.
Mas Arfan beranjak berdiri. Dia enggan menjawab pertanyaan ku dan lebih memilih mengukurkan tangan kanan nya untuk membantu ku berdiri.
Kemudian menarik tangan ku berjalan untuk meninggalkan area Masjid. Lantas kami berjalan beriringan dengan aku yang menggekor dibelakang Mas Arfan dengan Mas Arfan yang menggandeng tangan ku.
Aku melihat Mas Arfan yang sedang menoleh ke kanan dan diri seperti mencari transportasi untuk di naiki.
" Emang tempatnya jauh ya Mas, disini sedari tadi enggak ada Taxi yang lewat "
ujar ku, dengan Mas Arfan yang masih celingak celinguk mencari Mobil yang berhenti di pinggir jalan lebih tepatnya di ujung jalan.
" Nah itu Pak Tarno, Ayo sayang kita kesana "
Ucap mas Arfan menarik tangan ku sambil menyebranggi jalan raya yang saat itu tidak terlalu ramai.
" Pak "
panggil Mas Arfan.
" Pak, Kenapa jauh bener markirin mobilinnya " tanya Mas Arfan.
" Heheh.... Maaf Den, saya kira tadi Aden dan Non ada di sebelah pintu keluar Restoran ini. Kalau gitu mari saya antar " ujar Pak Tarno.
Lantas aku dan Mas Arfan memasuki mobil.
" Den? Ini sesuai tempat yang tadi Aden bilang ke saya kan ? "
ujar Pak Tarno, sambil tersenyum dari rah kaca spion mobil.
" Iya bener Pak, sesuai tujuan. Karena saya kali ini mau ngasih kejutan buat istri saya "
ucap Mas Arfan sambil melirik ku.
" Pak kita mau kemana ? "
tanya ku pada Pak Tarno. Tapi percuma saja bertanya aku merasa Mas Arfan dan Pak Tarno sudah merencanakan ini semua.
" Rahasia, Sayang "
Kata Mas Arfan.
Sontak membuatku mencubit pipi nya.
" Auch.. Sayang sakit "
ringisnya pada ku.
" Habisnya kamu ngeselin sih, Mas. Main rahasia rahasian sama aku "
dengus ku begitu kesal.
" Kalau nanti aku kasih tau itu namanya bukan kejutan sayang "
Balas Mas Arfan mengalungkan tangannya dibakajang pinggang ku.
" Bener itu Non, kalau dikasih tau sekarang bukan kejutan namanya "
__ADS_1
timpal Pak Tarno yang ikut membela Mas Arfan.
" Sayang, sebentar lagi kita sampai. Jadi aku mau kamu tutup mata dulu "
perintah Mas Arfan memberikan sapu tangan untuk menutup mata ku.
" Baiklah "
Jawab ku sambil tertawa.
Hingga mobil yang dibawa Oleh Pak Tarno seketika berhenti, perlahan Mas Arfan membantu ku untuk keluar dari dalam mobil. Lalu menuntun ku berjalan.
" Apa kita sudah sampai, Mas? "
tanya ku pada Mas Arfan sambil menuntun ku berjalan.
" Kita Sudah sampai. Tapi kamu boleh lepas penutup mata sampai hitungan ketiga ya "
Ucap Mas Arfan yang masih merangkul pundak ku. Aku bisa mendengar seperti suara gerbang yang sedang di dorong semakin menambah rasa penasaran ku dan Mas Arfan mulai berhitung.
" Satu..... Dua.... Ti.. "
Sampai hitungan ketiga, Mas Arfan mulai membuka penutup Mata.
" Tiga "
" Tara.... Ini kejutan dari ku untuk kamu sayang "
Aku tidak dapat berkata kata ketika melihat sebiah rumah megah dan Mas Arfan mengatakan kalau ini kejutan untuk ku.
Kedua mata ku mulai berkaca kaca melihat sebuah Rumah Berlantai Tiga, berwarna putih rumah ini tidak terlalu megah seperti rumah Papa Fajar akan tetapi rumah ini begitu nyaman. Sebuah taman depan dan terdapat taman di belakang dengan kolam renang serta pepohonan menambah sejuk rumah ini.
" Mas, Ini rumah siapa? "
" Kenapa kamu ajak aku kesini? "
tanya ku berusaha menormalkan kewarasan ku.
Ucap Mas Arfan yang kini memeluk ku dari belakang. Sementara Pak Tarno membuka sedang pintu Rumah baru tersebut.
" MasyaAllah, Mas Aku suka. Makasih banyak Mas "
balas ku yang kini membalikan tubuh ku memeluk Mas Arfan.
" Kalau gitu kita Room tour "
Ajak Mas Arfan membawa ku masuk kedalam rumah. Ketika memasuki rumah, Pada Lantai pertama terdapat Ruang Tamu dan ada dua kamar untuk para ART dan naik ke lantai atas ada dua kamar yang saling bersebelahan.
Mas Arfan mengatakan kalau kamar ini adalah kamar kami dan kamar anak anak disamping kami. Lalu menaiki Lantai ketiga adalah ruang keluarga terdapat balkon untuk bersantai akan indah jika sore hari berada disini.
Kemudian turun ke lantai bawah untuk melihat dapur serta kolam renang dan ada juga taman belakang. Ada sebuah Gazebo serta beberapa Pohon, Seperti Pohon Mangga, Pohon kelengkeng yang di stek didalam drum.
Benar benar menyejukan. Dan sekarang Mas Arfan membawa ku untuk duduk di atas Gazebo. Lalu dia berkata.
" Sayang, Besok kita akan pindah kesini dan kamu enggak bakal kesepian karena besok sudah ada Mbok Tini temen dari Mbok Jum sebagai ART untuk bekerja bersama kita "
Jelas Mas Arfan yang kini mengusap pucuk kepala ku, Membawa ku kedalam pelukan nya.
" Besok? "
Beo ku karena kaget.
" Secepat itu Mas? "
tanya ku memastikan bahwa aku tidak salah mendengar.
" Iya sayang, besok. Kita akan pindah kerumah ini tapi setelah aku pulang kerja "
__ADS_1
jelas Mas Arfan.
" Alhamdulillah "
ucap ku.
Kemudian Mas Arfan melihat kearah jam yang ada ditangan nya.
" Sayang harua kita pulang, Besok kamu juga harus kemari untuk merapihkan segala keperluan Rumah "
tutur Mas Arfan.
" Baik Mas "
Ucap ku mengangguk
Setelah itu kami berjalan keluar menuju parkiran mobil yang di dalam nya sudah ada Pak Tarno bersantai menunggu ku dan Mas Arfan.
Baru saja sampai dirumah bersama Mas Arfan berjalan dibelakang ku, aku melihat Mama Ayu dan Naura yang sedang duduk bersama di ruang tamu menunggu kepulanggan ku tidak lebih tepatnya Mas Arfan. Aku segera menghampiri Mama Ayu untuk menyalami tangannya, Namun seketika itu juga Mama Ayu menepis tangan ku.
" Jadi seperti ini !! Yang disebut sebagai Istri Shalihah ? Main pergi gitu aja enggak izin sama suami itu yang di sebut Istri Shalihah !!"
Bentak Mama Ayu dengan nada meninggi.
Aku ingin menjawab namun Mas Arfan sudah lebih dulu menggenggam tangan ku dari belakang.
" Yuk... Sayang. Mending kita ke kamar dan kamu pasti lelah seharian "
ajak Mas Arfan menarik tangan ku menjauh dari Mama Ayu dan Naura.
" Arfan "
Seketika Mama Ayu memanggil Mas Arfan yang hendak melangkah menuju anak tangga membuat langkah ku dan langkah Mas Arfan terhenti.
" Ada apa Mas? Arfan capek mau istirahat "
Jawab Mas Arfan bernada tanya menghampiri Mama Ayu sementara aku hanya menunggu Mas Arfan ditangga.
" Malam ini Naura akan menginap dirumah kita dan besok kamu harus mengantar Naura pulang kembali kerumah "
perintah Mama Ayu. Aku yang ikut mendengarkan perbincangan antara ibu dan anak itu hanya terkejut.
" Maaf Ma, Tapi Arfan gk bisa. Apa lagi besok Arfan dan Nayla sudah harus pindah ke rumah yang baru "
tolak Mas Arfan.
Namun Mama Ayu tetap mendesak.
" Tapi kamu masih bisa mengantar Naura kembali pulang "
" Enggak bisa Ma, tetap enggak bisa. Lagi pula Naura bukan siapa siapa buat Arfan dan Arfan tidak punya kewajiban untuk mengantarkannya pulang "
Tolak Mas Arfan, Lalu Naura yang tadinya duduk sekarang menghampiri Mama Ayu dari belakang.
" Tante, Sudah tidak apa apa. Apa yabg dikatakan Arfan itu benar. Naura bukan siapa siapa untuk Arfan sekarang dia sudah memiliki Istri dan jika kehadiran Naura membuat Arfan hanya membenci Naura, Naura bisa pulang sekarang "
Ucap licik dari Naura membuat Mama Ayu semakin jatuh dalam perangkap wanita itu.
" Enggak Apa apa sayang, justru tante senang kalau kamu disini tidak seperti. Dia yang selalu membuat tante malu "
sindir Mama Ayu menatap ku begitu tajam.
" Ma, Jangan pernah katakan hal buruk tentang Nayla "
Balas Mas Arfan, meninggalkan dua wanita itu.
" Tante sebaiknya Naura pulang saja, kehadiran Naura disini sudah tidak di butuhkan karena Arfan membutuhkan Nayla dan sudah sepantasnya Naura pulang " detik selanjutnya Naura kembali berbicara.
__ADS_1
" Kalau gitu Naura pamit tante, Fan aku pulang. Permisi "
Setelah mengatakan itu Mama Ayu merasa salah, dan malah menyuruh Mas Arfan untuk mengejar Naura.