Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 60 ]


__ADS_3

20 menit perjalanan, setelah insiden yang menyebabkan kaki ku sakit. Sampailah kami di sebuah gubuh tua yabg ada di puncak bukit.


Sesampainya disana hujan turun membasahi dedauanan teh yang ada di kebun teh menguyur dengan deras, anggin yang bertiup hebat dengan suara petir yang menambah suasana dinggin.


Aku melihat sekeliling, Ternyata gubuk ini benar benar sempit dan kecil melihat atap yang hanya melingkar sebagai atap dengan satu kursi,


Aku bersama dokter Arfan memutuskan untuk melepas sepatu kami sebagai alas, karna kondisi gubuk seadanya.


Dokter Arfan yang mendekatkan tubuhnya pada ku, memeluk tubuh ku sambil menggosok gosoknya kedua tangan nya untuk memberikan kehangatan pada tangan serta kedua pipi ku yang mulai merasa membeku.


..." Pasti kamu merasa kedinginan kan? "...


" Aku akan terus memeluk mu sayang, biar kamu tidak lagi merasa kedinginan "


^^^ucapnya sambil menaikkan jaket yang berukuran besar bak jubah, ikut meutupi tubuh ku.^^^


..." Makasih banyak, dok " ...


balas ku yang menggenggam erat ujung jaket.


..." Sayang " ...

__ADS_1


dokter Arfan memanggil ku, seketika aku menoleh, melihat wajah yang begitu membuat hati ku selalu tidak menentu jika berada di sampingnya.


" Keindahan akhlak mu membuat ku mencintai mu, lebih dari kecantikan wajah mu "


^^^dia berkata yang masih menggenggam tangan ku.^^^


..." Dokter, Tolong. Ingatkan aku. Kepada Allah. Jika kamu benar benar mencintai ku "...


Setiap kata yang terucap dengan sedikit penekan disetiap kalimat. Membuat mata ku kini berkaca kaca.


..." InsyaAllah sayang, Kita saling mengingatkan bersama sama. Untuk beribadah bersama menggapai ridho dari - Nya " ...


^^^balas dokter Arfan yang mengusap pucuk hijab ku. ^^^


^^^" Bertemu dengan mu adalah sebuah takdir. ^^^


^^^ Menjadi seorang teman untuk mu adalah sebuah pilihan " ^^^


dia menjeda setiap kata membuat ku sesak nafas.


..." Namun "...

__ADS_1


..." Mencintai mu, aku tidak bisa mengendalikan nya serta memiliki mu adlaah anugerah terindah dari Allah untuk. Ana Uhibbuki Fillah. Zaujati "...


Mengecup kening ku, aku yang tersentuh dengan sikap manis suami ku tampa sengaja meneteskan air mata dalam pelukannya. Lalu berkata.


..." Ahabbaka Illadzi Ahbabtanii Lahu. Zaujati "...


Dia semakin mempererat pelukan pada tubuh ku dan berkali kali mencium kening ku.


Hujan yang sedari tadi turun, membasahi kebun teh. Kini mulai reda menyisakan jejak disetiap dedauanan yang basah. Suara burung yang berkicau merdu serta pelangi yang menghiasi menambah keindahan.


Sebelum kami memutuskan untuk keluar dari gubuk tua, dokter Arfan sedari tadi telah menghilangkan sakit kaki ku yang nyatanya terkilir.


Kami berjalan menyusuri setiap celah dari kebun teh, berlari larian. Sesekali menatap kebelakang, melihat ke arah dokter Arfan.


^^^' Ya Allah, aku tidak berhenti bersyukur atas kebahagian yang kau berikan kepada ku. Terimakasih telah menghadirkan Dokter Arfan dalam hidup ku. Menjadikan nya sebagai imam ku ' ujar ku dalam hati^^^


..." Maka Nikmat Allah Mana yang lagi yang kau dustakan ? "...


🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝


^^^ Setelah asik bermain di sekitaran kebun teh, aku dan dokter Arfan memutuskan untuk kembali pulang. menuju Villa. ^^^

__ADS_1


Sekarang aku dan dokter Arfan telah sampai di villa, saat keluar dari mobil. Dokter Arfan dengan sigap memanggil tukang kebun yang ada di Villa tersebut untuk membantu membawakan tas ku yang tertinggal di dalam mobil, aku yang merasa tidak enak pada tukang kebun itu.


......................


__ADS_2