
Saat dokter Arfan selesai mengambil udhu, Syava pun pergi meninggalkan dapur menuju ruang tamu yang sudah banyak dengan para tamu, bersamaan dengan dokter Arfan yang sudah sedari tadi keluar dari kamar mandi dan aku yang bergantian untuk membasuh wajah ku dengan air udhu sementara dokter Arfan yang memilih untuk menunggu ku di dalam kamar.
^^^5 menit usai berwudhu, aku bersama Dokter Arfan melaksankan shalat sunnah dua rakaat yang telah di anjurkan oleh Rasullulah dengan khusyuk dan nikmat. ^^^
Setelah selesai melakukan shalat dibarenggi oleh salam. Dokter Arfan membalikan tubuhnya menghadap pada ku yang sejenak memilih diam menatap wajah nya dengan senyum.
^^^Setelah itu aku mencium tangan dokter Arfan dengan tangan nya yang memegang kepala ku seraya mendoakan ku.^^^
“ Ya Allah sesungguhnya aku meminta Kepada – Mu . kebaikan dari dirinya dan kebaikan yang sudah engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung Kepada – Mu dari kejelekan yang engkau tetapkan atas dirinya “
...[ HR. Abu Dawud 2 / 248. Ibnu Majah 1 / 617 ]...
Aku yang masih mencium tangan suami ku kini ikut mengaamiin kan doa yang dipanjatkan oleh dokter Arfan dengan berderai airr mata. Setelah ia selesai berdoa dokter Arfan langsung mencium kening ku dengan lembut.
...“ Sudah selesai, kamu Adalah Bidadari ku “ ...
jari jemarinya yang menghapus air mata ku seraya tersenyum kepada ku.
...“ Kamu begitu manis jika seperti ini “ ...
^^^Dia menangkupkan kedua tangan nya pada pipi ku dan tersenyum berkali kali.^^^
Seketika tangan yang begitu membuat ku nyaman bisa menghentikan tangisan ku. Dan aku membalasnya dengan senyum yang sulit dijelaskan hinggan membuat nya tertawa.
__ADS_1
“ Ayo kita siap siap untuk segera menandatangi buku nikah “
^^^ajak nya yang kembali mengelus pucuk kepala ku. Aku mengganguk menuruti setiap kata darinya.^^^
Setelah selesai solat, Aku dan Dokter Arfan menuju ke ruang tamu yang sedari tadi sudah ditunggu oleh Pak penghulu dengan para tamu yang sudah hadir sedari tadi.
^^^Selesai menandatangani buku nikah, Nabila meminta ku untuk berfoto bersama dengan dokter Arfan. ^^^
Aku pun mengkuti ajakan Nabil yang tidak lain sekarang dia adalah adik ku. Lalu Aku dan dokter Arfan yang berfoto dengan menunjukan buku nikah serta beberapa pose yang membuat ku terkesan canggung.
^^^“ Kak Syava, Tolong fotoin Abil dong bareng kak Nay dan Kak Arfan “ ^^^
^^^Pinta nya seraya menyerahkan kamera berwarna pink itu ke pada Syava. ^^^
Ya beginilah jika menjadi Pengantin Baru, Aku mengira acara sesi foto telah usai namun tidak demikian, Syava yang meminta Nabila bergantian untuk mengambil foto bersama aku dan dokter Arfan serta para tamu yang hadir ikut meminta agar diambil fotonya.
^^^“ Nay, Suami kamu belum makan itu ! Hayu atuh ajak Nak Arfan makan dulu “ ^^^
Tegur Ummi yang memanggil ku.
^^^Sontak membuat Nabila dan Syava pada saa itu ikut menoleh ke arah Ummi^^^
...“ Tante Abil juga belum makan, tante “ ...
__ADS_1
Renggek abil.
...“ Syava juga belum Ummi “ ...
Kata Syava sambil tertawa.
...“ Kenapa pada belum makan semua atuh ? “ ...
tanya Ummi.
“ Belum makan ronde kedua maksud Abil. Hehehe.. “
^^^jawab Nabil bersamaan dengan Syaa yang tertawa.^^^
“ Kalian ini, Ummi kira beneran belum pada makan “
^^^balas Ummi dengan nada lembut.^^^
^^^“ Hayulah kalo kitu, ajakkin mereka makan dulu Ummi mau bagi bagi nasi dulu ke para tamu untuk di bawa pulang “ ^^^
Ujar Ummi yang berlalu pergi keluar rumah, terpampang tenda biru dengan kursi untuk para tamu.
^^^“ Dokter, dokter mau makan disini saja atau dikamar saja ? “ ^^^
__ADS_1
tanya ku pada dokter Arfan yang mulai mengajak nya untuk makan bersama Nabila dan Syava.