Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 71 ]


__ADS_3

sampainya di depan pintu kamar Mas Arfan, Pandangan ku menyapu di penjuru kamar.


^^^Begitu melihat nuansa kamar berwarna Putih dan abu abu di tambah dengan beberapa barang yang diletakkan begitu estektik.^^^


..." Sayang "...


^^^panggil nya memeluk erat pinggang ku dari belakang.^^^


..." Iya, Mas "...


Jawab ku.


^^^" Apa kamu menyukai nuasanya kamar ini? "^^^


Tanyanya.


^^^" Suka, Sangat luas. Ini jauh lebih baik dari kamar ku "^^^


jelas ku pada Mas Arfan.


..." Sayang, beristirahat lah. Aku akan turun senbentar untuk menyapa Omah "...


..." Baik, Mas "...


^^^Jawab ku, kemudian mas Arfan mengelus pundak ku sambil meninggalkan ku yang berada di kamar.^^^


Aku berjalan menuju ranjang berukuran king size sambil merapikan beberapa pakaian ke dalam lemari.


^^^Sementara itu Mas Arfan berjalan menuju anak tangga, menghampiri Omah dan Nabila yang sedang asik menyantap beberapa oleh oleh dari Ummi.^^^


..." Omah "...


^^^panggil mas Arfan berjalan menuju ruang santai.^^^


..." Cucu ku yang tampan "...


...balas Omah sambil mengelus kedua pipi Arfan....


..." Apa Omah menyukai Nayla ? "...


^^^Tanya Arfan pada Omah Ratna.^^^


..." Gadis itu begitu lembut dan Manis "...


Balas Omah diakhiri dengan senyum.


..." Terimakasih Omah "...


^^^peluk Arfan pada Omah.^^^


" Arfan, Jangan lupa untuk Ajak Nayla makan malam bersama kita nanti "


^^^Ajak Omah Ratna.^^^


..." Baik Omah. emm.... Omah "...


tanya Arfan.


..." Seharian ini Arfan enggak lihat Papa "...


..." Papa, ada tugas keluar Kota Kak "...


timpal Nabila yang kemudian menjawab.


..." Lalu, Mama dimana? "...


^^^Tanya Arfan.^^^


" Kakak kaya enggak tau Mama Aja, Pasti Mama dikamar "


^^^jawab Nabila memutar kedua matanya tanda kesal.^^^


..." Kalau gitu Arfan permisi dulu Omah "...


..." Kamu mau kemana, Sayang "...


^^^Tanya Omah Ratna.^^^


" Arfan mau keluar sebentar, Setelah itu sholat Ashar di masjid komplek perumahan kita, Omah "


^^^Jawabnya.^^^


..." Baiklah, hati hati Nak "...


Balas Omah.


🌑🌑


Mentari telah berganti menjadi senja.


Hadir mu hanya sesaat namun memberi keindahan untuk setiap alam.


^^^Kepergian mu membawa seribu pilu untuk ku.^^^


^^^Senja kini berganti malam, deru anggin begitu sejuk. Begitu tenang jauh dari kata berisik. Bisa ku rasakan dari luar balkon kamar.^^^

__ADS_1


Kini seluruh keluarga telah berkumpul diruang makan. Hanya saja tidak ada kehadiran Mama Ayu dan Papa. Omah beserta Nabila yang sudah duduk di meja makan.


..." Sayang, Ayo kita makan malam "...


^^^" Omah dan Nabila sudah menunggu mu dibawah "^^^


Ajak Mas Arfan yang berjalan masuk menggenggam tangan ku.


..." Baik mas "...


^^^jawab ku yang mengekor Mas Arfan dari belakang.^^^


Kini aku dan Mas Arfan berjalan menuruni anak tangga. Bisa ku lihat hanya ada Omah Ratna dan Mama Ayu.


" Mas, Kenapa Mama tidak ikut makan bersama kita "


^^^tanya ku dengan ragu.^^^


" Jangan fikirkan tentang Mama, Mama memang jarang banget makan bersama untuk kumpul diruang makan "


^^^balas Mas Arfan yang memberi alasan.^^^


..." Kalau gitu mas Arfan duluan aja, aku akan menyusul Mama " ucap ku ....


" Enggak usah sayang, biar mbok jum yang akan mengantarkan makan malam untuk mama "


^^^Balas Mas Arfan tidak membiarkan ku untuk jauh.^^^


Aku hanya mengangguk seraya menunduk, Lalu ku sapa Omah Ratna dan Nabila yang sedari tadi sudah menunggu.


..." Kak Nay, Sini duduk di sebelah Abil "...


Sambil menepuk kursi yang ada di sampingnya.


Kemudian mas Arfan menarik satu kursi bersebranggan dari Nabil.


..." Dasar, kakak gak mau kalah "...


desis Nabila yang melihat tingkah Arfan membuat Nabil kesal.


..." Silahkan duduk tuan putri "...


^^^Ujarnya sambil tersenyum pada ku, aku hanya bisa mengikuti perintah dari Mas Arfan.^^^


..." Terimakasih Mas "...


jawab ku sembari tersenyum.


..." Sama sama sayang "...


..." Bisa kita mulai makan malam ini? "...


tanya Omah Ratna.


..." Mbok Jum " Panggil Omah....


" Tolong bawakan makan malam ke kamar nyonya "


^^^perintah Omah seperti tahu jika Ayu belum bisa menerima hadir Nayla ditengah keluarga ini.^^^


..." Baik, Ndoro "...


^^^Ucap Mbok Jum dengan logat khasnya.^^^


Semua orang menikmati jamuan makan malam, tampa ada yang berbicara. Sementara Mbok Jum sudah mengantarkan makan malam menaikin anak tangga yang menuju kamar Mamah Ayu.


^^^Setelah 10 menit dari kepergian Mbok Jum, Wanita paruh baya itu kembali datang dengan membawa beberapa Stell Pakaian.^^^


..." Permisi nyonya, nganu nyah "...


Sambil menunjuk beberapa stell pakaian yang ada di gendongan Mbok Jum.


..." Apa itu Mbok? "...


^^^Tanya Omah yang bingung.^^^


" Iki Omah, tadi saya di suruh Nyonya Ayu buat nganterin Iki buat Mbak Nayla, Katane Baju buat resepsi nanti "


^^^Jelas Mbok Jum sambil memberikan beberapa Stell pakaian pada Omah.^^^


..." Terimakasih ya, Jum "...


balas Omah.


Kemudian Omah memberikan bingkisan yang bertuliskan The Wedding pada Mas Arfan.


" Setelah ini, Nayla bisa mencobanya dikamar "


Ujar Omah yang menatap ku.


^^^Aku dan Mas Arfan hanya tersenyum sembari menganggukkan kedua kepala kami.^^^


Setelah 5 menit kemudian, kami semua telah menyelesaikan makan malam. Lalu aku berinisiatif untuk mengumpulkan beberapa piring kotor.


^^^Namun sebelum itu terjadi tangan Mas Arfan menarik tubuh ku hingga aku hampir jatuh di pangkuannya.^^^

__ADS_1


" Sayang, ini sudah menjadi tugas Mbok Jum. Lebih baik kamu cobain baju pernikahan kita dari Mamah "


^^^Ujarnya seraya memberikan bingkisan itu pada ku.^^^


..." Baik mas "...


^^^aku berdiri, meminta izin agar lebih dahulu naik, sementara Omah yang masih asik ngobrol dengan Nabila tidak begitu mempermasalahkan kepergian ku.^^^


Perlahan menaiki anak tangga, setelah sampai di kamar. Aku menutup pintu kemudian berlari menuju ranjang untuk melihat pakaian yang sudah di pesan oleh Mamah Ayu. Ada perasaan senang bercampur sedih jika mengingat ucapan Mamah Ayu agar aku dan keluarga ku tidak membuat malu.


^^^Aku berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian, setelah itu berjalan keluar sedikit mengangkat pakaian yang menutupi seluruh kaki ku.^^^


Aku berdiri menatap pantulan diri ku pada cermin besar yang ada di dalam kamar ini.


^^^Mengenakan Dress berwarna Biru Navy dengan lengan yang panjang dan hijab yang menambah kesan anggun. Sejenak aku tersenyum memandang diri ku dari balik cermin.^^^


^^^' Cantik. Gaun pilihan Mama begitu cantik '^^^


Puji ku sambil tersenyum sedikit memutarkan tubuh munggil ku.


Seketika pintu kamar terbuka, menampakan wajah Nabila yang sedikit mengintip kedalam kamar. Aku lupa untuk mengunci Kamar.


..." Subhannallah, Kak Nay "...


..." Cantik banget "...


teriak abil, berlarian menuju ku.


Sontak membuat ku kaget.


..." Nabila "...


^^^Aku berucap sambil memegang jantung ku terasa ingin copot.^^^


^^^' Bagaimana bisa aku lupa untuk mengunci, gimana kalau tiba tiba Mas Arfan Masuk '^^^


rutuk ku pada diri ku.


..." Kak Arfan harus lihat ini "...


Ucap Nabila.


..." Jangan, Besok saja "...


^^^ucap ku.^^^


Setelah mencoba baju pernikahan ku, segera aku menggantinya dengan Nabil yang masih menunggu ku.


..." Kak Malam ini kita berangkat ke Hotel "...


Ujar Nabil dari luar kamar mandi. Mengingat besok adalah resepsi pernikahan ku.


💍💐


^^^Pukul 10. 00 Malam^^^


^^^Hotel Intan Putri^^^


Seluruh keluarga Mas Arfan termasuk dengan ku, telah sampai di Hotel. Berhubung besok adalah hari yang paling penting untuk ku dan Mas Arfan.


Mas Arfan telah memesan seluruh hotel untuk acara resepsi besok. Dia memanggil beberapa W.O ( Wedding Organisasion ) untuk resepsi pernikahan besok.


..." Sayang, gimana sama hotel ini "...


..." Kamu suka? "...


tanyanya.


..." Hotel ini begitu indah. Aku suka Mas "...


^^^jawab ku^^^


..." Ayo, masuk sayang "...


ajaknya sambil merangkul pinggang kecil ku.


Sementara itu, aku tidak melihat Mama Ayu.


Mas Arfan membawa ku kesalah satu kamar yang ada di hotel ini, disuguhkan dengan pemandangan pantai pada malam hari.


^^^Aku sedikit melipat tangan ku di depan dada. Kemudian merasakan kehangatan dari belakang.^^^


..." Apa kamu kedinginan? "...


tanya Mas Arfan. Benar saja ternyata pelukan itu berasal dari Mas Arfan.


" Sedikit, Udara pantai perlahan menusuk kukit ku "


^^^ucap ku sambil menundukan kepala.^^^


^^^" Sebaiknya kita istirahat. Besok acara resepsi kita, Jangan sampai kamu sakit "^^^


perintah Mas Arfan yang mulai menggendong ku.


Merebahkan tubuh ku di kasur empuk, Lalu menyelimuti tubuh ku diikuti dengan Mas Arfan yang memeluk ku dengan intens.

__ADS_1


^^^Aku bisa menyentuh bahkan mencium aroma tubuh Mas Arfan. Membuat ku mabuk dalam dekapannya.^^^


__ADS_2