
“ Bener tuh, Abil setuju sama Ucapan Kak Arfan. Apa hebatnya laki laki yang mengatakan cinta tapi tidak bisa mempertanggung jawab kan, cukup laki laki yang soleh, bertanggung jawab dan setia, dan ketampanan itu adalah bonus. Lelaki akan terlihat tampan jika sudah mapan. Hehehee.. “
^^^Ucap Nabila yang menjadi bumbu tambahan diantara mereka.^^^
Tapi apa yang Nabil ucapkan ada benarnya dan aku tersenyum mendengar perkataan Nabil, Namun dilain sisi aku merasa tidak enak pada A Hisyam seakan akan semua sedang memojokkan dirinya.
“ Jangan berpura pura menjadi lelaki soleh jika hanya ingin mendapatkan wanita soleha “
Setelah mengatakan itu A Hisyam beranjak pergi meninggalkan Aku, Nabila dan Dokter Arfan.
...“ Astagfirullahaladzim “...
Ucap ku yang bersamaan dengan dokter Arfan.
...“ Ya Ampun, kak Nay “...
^^^“ Itu sih A Hisyam habis makan apa ? Sensi bener dari tadi, udah kaya cewek lagi datang bulan. Kesel banget aku lihat dia “^^^
Oceh Nabil yang menatap kepergian A Hisyam.
Aku hanya menggeleng gelengkan kepala sebagai tanda tidak tahu.
“ Abil !! Udah, Jangan lagi ngomong hal yang lain. gak baik ! Lebih baik diam “
^^^Ucap Dok Arfan.^^^
“ Aku tuh kesel Kak. Jangan jangan dia itu cinta lagi sama kak Nayla terus sikap yang barusan itu buktiin kalau dia sedang cemburu lihat kedekatan antara kak Nay dan Kak Arfan “
^^^Ucap Nabil.^^^
...“ Cemburu ? “...
^^^Dokter Arfan yang kanget dengan ucapan Nabila.^^^
Aku hanya bisa bergeming sambil meremas ujung jilbab.
‘ Ya, Allah kenapa A Hisyam bersikap seperti itu ? Apa dia masih belum mengiklaskan ku ? ‘
__ADS_1
^^^gumam ku dalam fikiran^^^
...🔘🔘🔘 BIDADARI SURGA 🔘🔘🔘...
♥________________________________________
^^^Semakin kita berusaha untuk mengiklaskan^^^
^^^Semakin tenang pula perasaan, serta yakin^^^
^^^Bahwa Allah telah memberikan yang terbaik untuk kita. Belajarlah untuk menerima dan memasrahkan segala kehendak bukan malah memaksakan suatu kehendak - Nya^^^
__________________________________________♥
Hari ini, Nabila ikut mengajar di rumah senja bersama ku dan A Hisyam. Sedari pagi aku dan Nabila berangkat dengan sepeda biru ku, terlepas dari insiden kemarin sama seperti kemarin Nabila begitu antusias dan selalu semangat untuk mengajar di rumah senja bertemu dengan anak anak dengan wajah nya yang begitu riang.
Nabila di antar oleh Dokter Arfan, sebenarnya dokter Arfan menawarkan ku tumpanggan tapi aku tidak ingin merepotkan nya di tambah lagi dengan pekerjanya yang akan mengantarkan sepeda biru milik ku.
^^^" Mbak, Nay kamu yakin tidak ingin saya antar? " Tanya nya pada ku.^^^
" Terimakasih dok, tapi pagi ini saya bisa naik sepeda bersama Nabil " balas ku.
..." Asslammualaikum "...
pamit nya sambil tersenyum pada ku.
...Di detik selanjutnya. Nabil yang sedang menyaksikan drama pagi itu hanya berdesis....
..." Mata tu mata. Di jaga "...
..." Jangan sampai Zina "...
^^^Ujarnya yang kesal melihat sikap dari Dokter Arfan.^^^
..." Sirik aja loe "...
Ujarnya dengan tatapan sinis.
__ADS_1
^^^" Jangan sampai loe nyusahin Mbak Nay lagi !!! " Ancam Dokter Arfan.^^^
Dan aku hanya bisa tersenyum melihat kakak beradik itu bertengkar sungguh manis.
Setelah kepergian Dokter Arfan, Aku dan Nabil memutuskan untuk berangkat menuju Rumah Senja untuk mengajar, Namun seperti biasa. Aku meminta izin terlebih dahulu pada Ummi dan Abah.
^^^" Nabil, kita pamitan dulu sama Abah dan Ummi setelah itu kita berangkat "^^^
Pintah ku pada Nabil.
..." Oke siap Kakak Ipar "...
Candanya seraya memberi jempol dengan senyum manisnya itu.
Berjalan, memasuki rumah. Terlihat Abah yang sedang sarapan pagi dengan Ummi yang setia menyuapi Abah.
Aku memutuskan untuk menemui Abah dan Ummi.
..." Abah, Ummi. Nay izin pamit berangkat "...
ujar ku sambil mencium pucuk tangan Ummi dan Abah. Mereka hanya terkejut mendapatin sosok Nabil yang ikut berdiri di balakang.
..." Nak Nabil, sejak kapan sampai? "...
^^^" Ummi dan Abah enggak denger suara klakson mobil seperti kemarin? "^^^
Tanya Ummi pada Nabil.
" Hehehhe.... Iya Ummi eh. Ibuk maksud Abil. Tadi kebetulan ketemu Kak Nay yang lagi ada di depan Rumah "
" Maaf karna kak Arfan juga tidak ikut pamit, soalnya ada urusan di Puskesmas yang harus buru buru jadi belum sempet pamitan tadi "
jelasnya sambil menggaruk punggung nya yang tidak terasa gatal, sembari tersenyum
..." Iya tidak apa apa nak Nabil, Kami mengerti "...
^^^Balas Abah dengan senyum nya.^^^
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu Kalian hati hati "
^^^kata Ummi.^^^