Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 77 ]


__ADS_3

Mendengar perkataan Mama Ayu mengenai sebuah penerus untuk keluarga ini, Membuat ku merasa semakin takut jika aku sampai tidak bisa hamil dan memberikan keturunan untuk Mas Arfan.


^^^' Astagfirullah 'aladzim '^^^


" Kalau saja saat itu, Arfan menikahi wanita pilihan Mama.


^^^Dia tidak akan menjadi bahan omongan seluruh rekan bisnis Papa karena tahu istri dari seorang Arfan terlahir dari keluarga miskin dan kampungan seperti kamu !" ^^^


Tegas Mama ayu.


..." Astagfirullah "...


Aku sudah tidak bisa menghadapi Mama Ayu dengan semua perkataannya membuat hati ku tersayat sayat.


^^^Aku mulai menangis tampa sedikit ku bersuara hanya diam, Namun wajah ku telah basah oleh air mata yang sedari tadi membanjiri kedua pipi ku.^^^


" Ma, enggak apa apa kalau mama tidak menyukai Nay. Tapi Nay mohon sama Mama jangan membenci keluarga Nay "


Mama Ayu tidak menggubris perkataan ku, Dia dengan mudahnya pergi tampa merasa sedikit bersalah atas ucapannya.


^^^Dengan cepat Mbok Jum yang mendengar pertengkaran kecil antara aku dan Mama Ayu menghampiri ku, dia mengelus pundak ku.^^^


..." Yang tabah ya, Non " ...


ucapnya sambil menenangkan ku.


..." Terimakasih, Mbok "...


..." Tapi saya enggak apa apa kok " ...


jawab ku sambil menenangkan Mbok Jum.


" Si Mbok malah bersyukur, Den Arfan bisa nikah saya Non Nayla, ketimbang harus menikah sama wanita pilihan Nyonya "


^^^Jelas Mbok Jum kepada Jum. ^^^


Aku hanya bisa tersenyum membalas ucapan dari Mbok Jum, Kemudian Mbok Jum membereskan mangkuk makan dari Mama Ayu membawanya ke dapur.

__ADS_1


^^^Setelah kejadian siang tadi. Aku memutuskan untuk kembali ke kamar, membaringkan tubuh ku hingga rasa kantuk kini menghampiri ku. ^^^


Dari sini aku bisa merasakan hembusan anggin begitu sejuk menerpa di wajah ku, Aku dan Mas Arfan yang sedang bersantai disebuah gazebo berada di taman belakang rumah.


^^^Menikmati udara sore sambil menunggu datangnya senja.^^^


Seketika aku bertanya pada Mas Arfan, yang sedang meneguk teh.


..." Mas. Apa aku wanita pilihan mu? " ...


^^^tanya ku yang kini menatap wajah Mas Arfan.^^^


Bukannya mendapat jawaban dari Mas Arfan, Dia malah menarik tubuh ku. Membuat kepala ku kini bersender diatas dada bidangnya.


" Mas, Lepasin. Bagaimana kalau ada yang melihat kita. Nay malu "


^^^ucap ku penuh kesal. ^^^


" Tidak usah perdulikan mereka, lagi pula aku ini suami kamu "


tanya nya sambil mengeratkan dekapan yang sedari tadi memeluk tubuh ku.


..." Mas, Lepasin " ...


pinta ku padanya.


" Aku akan lepasin,


Tapi kamu harus jawab dulu "


^^^ucapnya sambil mencium pipi kiri ku. ^^^


" Jawab Sayang, Kamu nyaman atau enggak berada dipelukan ku "


^^^ucapnya yang seolah kesal dengan ku.^^^


..." Iya Nay, Nyaman Mas " ...

__ADS_1


balas ku sembari cekikikan.


" Kalau gitu, aku gak mau lepasin kamu "


^^^jawabnya membuat ku kesal. ^^^


..." Nyebelin Banget sih, Mas " ...


sambil melepas pelukan Mas Arfan.


Kemudian. Dia menangkupkan kedua tangannya di wajah, Mendekatkan wajah nya dengan wajah ku. Sambil berkata.


..." Gemesin banget kalau lagi marah "...


..." Mas, Jawab dulu pertanyaan Nayla "...


^^^Mas Arfan menghela nafas sambil membenarkan posisi tubuh nya, ^^^


menghadap kearah ku sambil menggenggam kedua tangan ku.


" Sayang, Diantara banyaknya wanita berparas cantik. Pada akhirnya aku akan memilih mu dan kembali kepada mu "


..." Kenapa gitu "...


" Karena bersama mu. Surga terasa begitu dekat. Bersama mu aku merasakan kenyamanan yang tidak bisa aku jelaskan. Memuliakan perasaan serta menjaga mu sudah menjadi tanggung jawab ku "


Setelah mengatakan itu Mas Arfan mencium kening ku. Bersamaan dengan hadirnya senja membawa warna kala sore itu.


Setelah senja berganti malam.


Sama seperti biasanya, setelah melaksanakan sholat isya, mas Arfan akan sibuk berkutad dengan laptop nya sementara aku membaca sebuah Novel.


^^^Menemani Mas Arfan bekerja sambil duduk di pinggir ranjang. Terkadang jika jenuh aku akan membuatkan Teh untuk mas Arfan. ^^^


Sampai aku akan terlelap disisi lengan nya sembari memeluk lengan berotot milik Mas Arfan.


^^^Lalu mas Arfan akan memindahkan tubuh ku untuk tidur diatas ranjang bersama dengannya.^^^

__ADS_1


__ADS_2