Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 62 ]


__ADS_3

🌙🌙🌙


^^^Kini malam telah datang. Dengan cahaya bulan yang terang serta taburan bintang bintang dilangit menambah keindahan malam ini.^^^


Terlihat jelas dari luar kamar. Setelah makan malam selesai. Aku dan Dokter Arfan memutuskan untuk kembali ke kamar, Aku yang sedang merapikan bahkan menyusun beberapa barang dan baju dari dalam koper menyusun nya kedalam lemari kamar dokter Arfan.


^^^Sementara itu aku melihat dokter Arfan yang sedari tadi sudah duluan berkutat dengan laptop yang ada di pangkuannya duduk diatas kasur. Selesai merapikan segala barang dan baju kedalam lemari.^^^


Aku membawa beberapa kado yang sempat di berikan oleh A Hisyam dan juga ada beberapa dari tamu lain, berjalan menghampiri dokter Arfan mendudukan diri ku dipinggir ranjang. Dan berkata.


^^^“ Dokter. Apa aku boleh membuka semua kado kado ini ? “^^^


...Tanya ku yang menatap ke arah dokter Arfan....


...“ Boleh sayang “...


dengan cepat ia menutup laptopnya dan menaruh benda pipih itu diatas meja yang ada disamping kiri ranjang, kemudian merangkak diatas kasur menghampiri ku.


...“ Kita buka sama sama, ya “...


^^^katanya sambil tersenyum.^^^


Lantas kami membuka semua kado dengan tawa disetiap robekan kado yang kami buka.


^^^Kami membuka satu persatu kado dari para tamu. Dari Mereka, beberapa ada yang memberikan kami. Babcover, Baju tidur, Sarung, Setrikaaan, Sepatu untuk ku, Magicom, Dispenser dan lain lainya.^^^


...“ Ini dari Syava “...


doker Arfan menunjukan kado pemberian Syava dengan senyum yang sulit ku tebak.


...“ Coba kamu buka dulu Sayang “...


^^^Ujarnya pada ku.^^^


Aku menerima kado yang sedari tadi di berikan oleh doker Aran, merobek bungkusan berwarna silver. Aku sedikit meraba kedalam.


^^^Memastikan bahwa pemberian Syava kali ini tidak aneh aneh namun Firasat ku tidak enak setelah ku sentuh sebuah baju dengan satu tali.^^^


...“ Ayo sayang, dibuka. Kok malah diem “...


^^^“ Kamu engga mau kasih tahu aku apa isi dari kado itu ? “^^^


...“ Yaudah biar aku aja yang buka “...


Dokter Arfan yang begitu antusias, mencoba merebut kado itu dari tangan ku. Namun aku tidak bisa menggelak.


...“ Dok. Jangan “...


aku belum sempat berkata. Dokter Arfan berhasil merampas kado itu.


Dokter Arfan membuka kado pemberian dari Syava, sontak membuat aku bahkan dokter Arfan yang tidak kalah terkejut melihat baju yang sekarang ada di tangan nya dan senpat tertawa.


^^^Bagaimana tidak terkejut. Jika pemberian Syava itu sebuah lingerie berwarna hitam. Aku begitu malu bahwa sempat mengumpat padanya.^^^


^^^‘ Awas kau Syava ‘^^^


...“ Ehem “...


^^^“ Sayang, sepertinya ini lucu. Bagaimana kalau kamu mencobanya “^^^


Ujarnya sambil tertawa.


...“ Dih... Apaan sih dok !! “...

__ADS_1


...“ Aku gak mau pakai itu “...


sambil menarik baju itu dari tangan dokter Arfan dengan perasaan kesal.


^^^“ Hahahahah..... iya deh. Maafin aku. Aku hanya bercanda tadi. Tapi kalau kamu berubah fikiran dengan senang hati aku menunggu mu disini sayang “^^^


bisiknya sambil memeluk tubuh ku.


Dengan cepat aku menyingkirkan kado pemberian Syava agar tidak menjadi bahan tawaan dokter Arfan, Aku melanjutkan untuk membuka kado terakhir dari A Hisyam.


^^^Ternyaa sebuah Buku Pernikahan yang berjudul [ Menjadi Pengantin Sepanjang Masa / Karya. Syaikh Fuad Shalih ].^^^


...“ Aaaa. Aku tahu kenapa mas Hisyam memberikan buku ini kepada mu, Sayang “...


Ujar dokter Arfan yang mulai merenggangkan pelukan kemudian merampas buku yang sedang aku lihat.


...“ Emangnya Kenapa ? “...


^^^tanya ku pensaran.^^^


“ Agar kamu semakin menjadin seorang istri yang Shaleha untuk ku sayang, agar kamu semakin cinta pada ku “


^^^Ucapnya yang tersenyum sambil mengelus kedua pipi ku.^^^


...“ Apaan sih dok, Gombal mulu nih “...


aku yang mulai gugup.


^^^“ Berarti dengan kata lain. Kamu tidak mencintai ku ? “^^^


tanya nya sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah ku.


...“ Tidak “...


Jawab ku sambil tertawa.


^^^“ Malam ini akan aku buat kamu jatuh cinta pada ku, Sayang “^^^


dokter Arfan mulai menarik ku kedalam pelukan nya.


^^^Aku yang sedari tadi menghindarinya namun malah semakin di tarik, ia mengelitik pinggang ku hingga tubuh ku terjatuh di atas kasur.^^^


...“ Hahaha... Ampun dok, Aku mengaku kalah “...


^^^Ucap ku yang sedari tadi menjauhkan tangan nya dari pinggang ku.^^^


^^^“ Baik, Aku akan melepaskan mu tapi degan satu syarat “^^^


tawarnya pada ku.


...“ Ahaha... Iya. Apa ? “...


^^^“ Kamu harus bilang. Kamu mencintai ku, Sayang “^^^


Ucapnya yang berhenti menggelitik pinggan ku, kini berpindah dengan berbaring di deka ku.


...“ I Love You, Dok “...


bisikku perlahan tepat di samping nya.


...“ Kamu ngomong apa sih sayang “...


...“ Aku gak denger “...

__ADS_1


^^^ledeknya yang membuat ku kesal.^^^


Dengan wajah yang mulai kesal. Aku bangun dan duduk menghadap dokter Arfan.


...“ I Love You, Dok “...


^^^Ucap ku sambil menoel pipi kanan nya.^^^


^^^“ Sayang, Kamu ini ngomong apa sih ? Aku gak denger “^^^


ucapnya dengan penuh tawa.


...“ Nyebelin banget sih dok “...


aku berisiatif mendekatkan diri, berbisik dengan kuat tepat di kuping dokter Arfan.


...“ I LOE YOU “...


sontak aku kaget karna dokter Arfan tanpa harus memberi atau menunggu aba aba dengan cepat ia menoleh dan.


^^^Cupp. Satu ciuman mendarat di bibir ku.^^^


...“ I LOVE YOU MORE, Sayang “...


Ucapnya yang sekilas mencium ku. Membuat wajah ku memanas.


^^^Aku pun memunggungi nya karena menahan malu bercampur kesal, Bisa bisanya dia mengambil kesempatan.^^^


...“ Sayang, Jangan nagambek “...


kata dokter Arfan sambil melingkarkan tangan pada pinggang ku.


^^^Aku memilih diam. Menahan senyum karena malu.^^^


“ Sayang maafkan aku yang masih memiliki banya kekurangan “


Ujarnya dengan wajah sendu. Dengan cepat aku membalikan badan meghadap nya. Lelaki itu memasang senyum manis pada ku.


...“ Seandainya saja, Aku tidak egois dengan cepat menikahi mu. Maafkan aku sayang. Tapi semua aku lakukan karena aku takut kehilangan mu dan aku tidak bisa melihat mu bersanding dengan laki laki lain selain diri ku “...


kini dia mengelus pipi ku sambil berkata.


^^^“ Aku telah berjanji kepada kedua orang tua mu dan juga kamu untuk selalu memuliakan mu dalam perasaan yang penuh cinta dan kasih sayang “^^^


“ Sayang, kamu mau kan menjadi teman hidup ku ? “


^^^tangan nya yang masih menatap ku.^^^


...“ Iya, Aku mau “...


aku yang tersenyum sambil mengelus lembut kedua pipinya.


...“ Sayang, Apa aku boleh melepas hijab kamu ? “...


^^^tanya lagi sambil tersenyum.^^^


Sejenak Aku sedikit menghela nafas dan berkata.


...“ Boleh, dok “...


Lalu dokter Arfan melepaskan hijab yang sedari tadi ku kenakan, memperlihatkan rambut ku yang hitam dan tebal tergerai dengan sempurna.


...“ Kamu begitu Cantik “...

__ADS_1


pujinya yang masih mengelus rambut ku. Aku tak mampu menjawab perkataan nya hanya bisa tersenyum kepada lelaki yang ada dihadapan ku sekarang.


Lalu dia memeluk ku, membisikkan sesuatu dengan lembut pada ku. Aku mengangguk setujui sambil tersenyum malu. Memukul dada bidang nya Saling menatap dan perlahan dia mencium kening ku, kini ciuman itu turun pada area sekitar kelopak mata dan hidung memperdalam disetiap kecupan yang ia berikan pada ku, Bahkan sekarang jantung ku berdetag dengan begitu kencang.


__ADS_2