
" Baru acara Akad, tamu yang dateng banyak gimana lagi kalau nanti acara Resepsi di Jakarta. Banyak banget tamu yang pasti bakal di undang, belum lagi para kolega bisnis papa "
^^^Ucap Nabila yang menghela nafas. ^^^
" InsyaAllah, loe tenang aja. Acara Resepsi nanti loe gak bakal capek lagi. Tinggal duduk manis aja "
^^^balas dokter Arfan. ^^^
Aku berjalan menghampiri mereka yang duduk di samping Nabila, mendengarkan obrolan antara kakak dan adik itu.
..." Nbail kamu capek? "...
^^^" Maaf ya, karna acara hari ini kamu jadi ikit repot "^^^
Ucap ku di akhir senyuman.
^^^" Enggak kak Nay, Abil itu merasa direpotkan. Malah Abil seneng " balas nya. ^^^
" Kalau gitu Abil sekarang bisa istirahat, sudah larut malam " ujarku.
..." Mal ini Abil tidur sama siapa kak? "...
Tanya nya.
" Untuk malam ini Abil bisa tidur bareng Caca dan Blue. Tidak apa apa kan? "
^^^tanya ku dengan ragu.^^^
" Gak papa kak, gak masalah selagi Abil bisa tidur di kasur " jawabnya di akhir tawa.
Saat Caca dan Blue melewati ruang tamu. Nabila segera beranjak menghampiri mereka.
" Caca, Blue malam ini kak Abil tidur bareng kalian ya ! " seru Nabil dengan semangat.
__ADS_1
" Asik... Tidur bareng Kak Abil. Yaudah kalau gitu ayo kita ke kamar kak "
^^^ajak kedua adik ku sambil menggandeng tangan Nabila. ^^^
Lantas mereka beranjak pergi, meninggalkan aku dan dokter Arfan, sementara Abah dan Ummi juga bergegas untuk beristirahat.
" Kalau gitu Abah dan Ummi mau ke kamar, Abah harus stirahat " jelas Ummi. Tinggal Aku dan dokter Arfan yang sekarang ada di ruang tamu.
..." Sayang "...
Panggil dokter Arfan dan aku menoleh ke arah nya.
" Maafin sikap Nabila yang suka manja seperti anak anak, kalau capek dikit aja suka ngeluh "
Ucapnya sembari mengelus tangan ku.
" Gak papa dok, Saya ngerti " balas ku dengan senyuman.
" Kenapa masih panggil dengan sebutan dokter, panggil Sayang " godanya kepada ku.
...[ MALAM PERTAMA ]...
😅😅😅
^^^Keesokan pagi^^^
^^^Kediaman Pak Yusuf^^^
Setelah sarapan pagi bersama keluarga
Aku, Nabila dan Dokter Arfan berpamitan dengan Abah dan Ummi beserta kedua Adik ku.
Caca dan Blue, untuk sementara waktu aku tinggal bersama dokter Arfan, di villa milik nya, bersama dengan Nabila yang juga ikut berpamitan kepada kami semua untuk kembali ke Jakarta.
__ADS_1
Sebelum aku dan Dokter Arfan pergi menuju Bandara pagi ini, untuk mengatar Nabila pulang kembali ke Jakarta. Kami terlebih dahulu mampir ke villa milik Dokter Arfan untuk mengambil beberapa baju serta barang bawaan Nabila. Kini aku, Nabila beserta Dokter Arfan telah kembali pulang.
Aku beserta dokter Arfan yang memasuki Villa di ikuti oleh Nabila yang berjalan selengkah di depan kami. Dia berpamitan duluan untuk menuju kamarnya dan membereskan semua barang bawaannya.
Sementara menunggu Nabila yang sedang asik mengepak semua barang bawaan nya, Aku dan Dokter Arfan. Menunggu di ruang makan sambil membuatkan satu gelas lemon tes untuk Dokter Arfan.
Setelah semua sudah dibereskan oleh Nabila. Lantas kami semua bersiap untuk berangkat menuju Bandara. Hanya membutuhkan 2 jam perjalanan untuk menuju Bandara, setibanya disana kami hanya mengantar Nabil karna gadis manis itu tidak ingin semakin merepotkan kami. Ujarnya.
..." Kak Nay, Nabil bakal rindu kakak "...
Peluk nya, Lalu kembali berkata.
" Pokoknya setelah Kak Arfan menyelesaikan Tugas Dinas di Desa, Kakak harus nyusul Abil ke Jakarta "
^^^timpalnya dengan erat memeluk tubuh ku. ^^^
Aku melepaskan pelukan Nabila, sambil berkata.
" Kakak juga akan merindukan mu Abil "
^^^Jawabku sambil mengusap usap kedua pipi cabby milik nya. ^^^
Kemudian gadis manis itu melirik dengan tatapan sinis kepada Dokter Arfan sambil mengomel.
" Kak Arfan, jangan macem macem apalagi membuat kak Nayla menangis karna ulah mu kak! Kalau itu sampai terjadi. Abil benar benar akan membenci mu kak !!! "
^^^Ujarnya yang sedari tadi menatap dengan tajam. ^^^
" InsyaAllah, Kamu tenang saja Bil, Kakak akan menjaga Nayla dengan seluruh jiwa kakak "
^^^Balasnya sambil menggoda ku. ^^^
Membuat ku tersenyum, yang pada saat itu tengah duduk di kursi mobil paling depan, sementara lelaki yang sedari tadi sudah ada di samping ku selalu tersenyum tipis melihat wajah konyol ku akibat menahan malu.
__ADS_1
.