Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 73 ]


__ADS_3

^^^Aku dan Nabil berjalan menuju meja yang sudah ada keluarga ku berserta dua adik cantik ku Caca dan Blue, Kemudian ada keluarga dari A Hisyam serta Omah Ratna duduk disana. ^^^


..." Abil " panggil ku. ...


..." Iya kak Nay " jawab ku. ...


..." Apa aku boleh bertanya ? " ...


^^^ucap ku dengan pelan. ^^^


..." Tentu tanyakan saja kak " ...


Ucap Nabil yang kini menatap ku.


" Kalau aku boleh tahu, Vino, Antoni dan Dinda itu. Mereka bertiga adalah teman kerja dari Mas Arfan atau sahabat ? "


^^^tanya ku. ^^^


" Mereka telah bersahabat sudah lama sejak SMA kecuali kak Dinda istri dari kak Antoni tapi dari mereka hanya kak Arfan yang menjadi seorang Dokter.


^^^Kak Vino salah satu CEO dari perusahaan kecantikan sedangkan Kak Antoni seorang Pilot dari maskapai udara "^^^


Jelas Nabila pada ku sambil berjalan.


^^^Kemudian aku bertanya lagi pada Abil. ^^^


..." Apa Vino suka deketin kamu? " ...


tanya ku.


" Sering bahkan hadir nya membuat Abil risih tapi Abil gak suka sama Kak Vino. Dia itu playboy yang punya banyak cewek "


^^^jelasnya sambi mengerucutkan bibirnya kedepan. ^^^


..." Emang siapa yang tanya, Kamu suka atau tidak dengan nya. Kamu sendiri yang bilang "...


^^^Jawab ku sambil tertawa geli melihat wajah Abil yang begitu merah. ^^^


" Tauk ahk kak Nay, Jangan bahas Kak Vino yang nyebelin itu "


^^^Nabil semakin manyun sambil menyilangkan kedua tangan didepan dada. ^^^


Sampailah kami dimeja nomor dua. Aku langsung berlari menuju Ummi untuk memeluknya serta Abah yang tersenyum bahagia melihat ku.


^^^Tidak lupa kedua adik ku yang melambaikan tangan nya serta Omah Ratna menambah indah suasana itu, Setelah puas menyapa keluarga ku. ^^^


Aku menghampiri meja nomor tiga yang sudah ada keluarga dari A Hisyam dan juga Syava. Diikuti oleh Nabila.


..." Nay, Kamu teh cantik pisan " ...


puji Syava sambil menagkupkan kedua dua tangan diwajah ku.


^^^Aku dan Nabila menyalami tangan kedua orang tua dari A Hisyam. ^^^


..." Ehem.. Hanya kak Nay saja yang cantik " ...

__ADS_1


sindir Nabila diakhir senyum.


..." Kamu juga cantik, Nabila " ...


^^^jawab Syava yang mencubit pipi nya.^^^


Lalu Nabila berpindah sapa pada A Hisyam.


..." Aa Hisyam juga ganteng, tapi sayang dingin" ...


^^^ledeknya pada A Hisyam, sementara itu A Hisyam hanya berdiam. ^^^


" Nay, Kalau sudah tinggal di Jakarta. Kita bertiga jangan sampai putus komunikasi ya. Kalau kamu butuh bantuan bilang saja pada ku dan A Hisyam sebisa mungkin kami membantu mu "


^^^jelas Syava.^^^


..." Nay, Jangan lupain Aa ya " ...


A Hisyam yang perlahan menyenggol tangan ku dengan sikut tangannya.


^^^" Pasti. Nay mana mungkin lupain A Hisyam dan Syava kalian orang yang paling penting setelah kedua orang tua Nay " ^^^


jelas ku.


" Gak Adil, kenapa hanya kak Nayla yang


A Hisyam sapa. Kenapa abil enggak "


^^^ocehnya yang marah tidak terima. ^^^


Lalu aku melihat meja nomor satu, terlihat Mama Ayu dan Papa Fajar yang baru saja duduk.


Lantas aku permisi pada Syava dan A Hisyam serta kedua orangtua A Hisyam. Kemudian menghampiri Mama Ayu dan Fajar bersama dengan Abil.


^^^Terlihat guratan kebencian dari wajah Mama Ayu, Namun sedikit pun aku tidak menggubrisnya. ^^^


Aku menyalami tangan Mama Ayu dan Papa Fajar. Lalu ketika aku ingin duduk seketika itu juga. Mama ayu menyuruh Nabila untuk duduk disamping Papa Fajar.


^^^Padahal aku tahu tempat itu sudah disediakan untuk ku.^^^


Aku yang mengerti maksud dari perkataan Mama Ayu membuat ku beranjak berdiri.


..." Sudah. Nayla !! "...


..." Kamu duduk disamping Papa " ...


perintah Papa Fajar yang menahan diri ku untuk pergi.


" Tidak apa apa Pah. Nayla duduk disamping Ummi saja "


^^^ucap ku diakhir senyum. ^^^


..." Baiklah kalau gitu " ...


Papa Fajar menghelas nafas, dia mengangguk setuju. Dengan cepat aku berjalan menghampiri Ummi.

__ADS_1


^^^Kemudian aku menghampiri Ummi disaat itu juga Mas Arfan menghampiri ku. ^^^


Dia duduk disamping Omah Ratna. Setelah semuanya berkumpul kami semua memulai jamuan makan siang. Setelah makan siang,


^^^Mas Arfan berjalan meninggalkan meja ku dan beralih untuk menghampiri Papa Fajar diikuti oleh Nabila yang berpindah ke meja Syava dan A Hisyam. ^^^


Lalu tampa aku mengira, Mama Ayu yang mendatangi ku dari belakang. Menyentuh pundak ku seketika semua orang menatap Mama Ayu. sambil berkata.


..." Nay, seperti nya make up kamu luntur. ...


...Ayo ikut Mama. Kita benerin dulu make kamu " ...


^^^ujar mama Ayu yang menarik tangan ku. ^^^


Aku yang menerima sikap baik dar Mama ayu meminta izin kepada Abah dan Ummi serta Mas Arfan yang memberikan ku izin untuk ikut bersama Mama Ayu.


^^^Disaat itu juga, aku mengikut mama Ayu dari belakang. Aku mengira Mamah Ayu akan membawa ku ke salah satu ruangan untuk membenarkan make ku namun nyatanya dia membawa ku masuk ke dalam toilet. ^^^


Mama Ayu mendorong pelan tubuh ku. Sontak membuat ku kaget.


..." Auh.. Ma. Sakit "...


^^^" Bukannya mama bilang mau benerin make up, Nayla ? " ^^^


jawab ku diakhir pilu.


^^^" Jangan harap saya akan berbaik hati dengan mu "^^^


..." Kenapa Abah kamu hadir di resepsi ini ! "...


^^^Ucapnya yang menusuk membuat ku tidak mengerti.^^^


" Emangnya kenapa, Mah? Apa ada yang salah? "


^^^" Abah juga ingin melihat resepsi ku dan Mas Arfan " ^^^


jawab ku yang memberanikan diri untuk menjawab perkataan dari Mama Ayu sambil merepas Dres ku.


..." Abah kamu itu bikin Mama malu !!. Gara gara Abah kamu yang cacat itu, banyak orang mengasihani Arfan karena mendapatkan mertua yang cacat karena struk !!! " ...


setiap kata dengan penekanan dari Mamah Ayu, seperti pisau yang menusuk jantung ku.


" Mah, Kenapa mama bilang gitu. Abah sama sekali enggak bikin malu "


^^^Jawab ku yang tidak terima.^^^


" Pokonya mamah enggak akan mau dan enggak bakal sudi bersanding dengan keluarga mu yang kampungan dan udik itu "


^^^ucap Mama Ayu yang kemudian meninggalkan ku. ^^^


..." Astagfirullah'alazim "...


Ucap ku sambil menahan isak tangis yang rasanya ingin pecah saat ini juga.


^^^Setelah mama Ayu yang berlalu meninggalkan ku. Aku berjalan kembali menghampiri Ummi dan Abah.^^^

__ADS_1


Aku melihat begitu bahagia wajah Abah.


' Bagaimana bisa Mama Ayu mengatakan Abah membuat keluarga mereka malu terutama anak nya yang tidak lain mas Arfan '


__ADS_2