
..." Arfan "...
panggil A Hisyam.
..." Iya Mas Hisyam, Ada apa? "...
balas Dokter Arfan yang bertanya.
Wajah lelaki yang disamping ku ini selalu saja tersenyum.
^^^Seketika A Hisyam melirik ke arah ku dan berkata.^^^
..." Saya menitipkan Nayla pada mu. Tolong jangan sakiti dia ataupun memarahi nya. Jaga dia dan kasihi dia "...
Ucap A Hisyam dengan suara yang bergetar.
..." Mas, Mas Hisyam tenang saja, saya akan menjaga dan melindungi Nayla, Dia sudah menjadi tangung jawab dan sudah kewajiban saya memastikan bahwa dia merasa nyaman. InsyaAllah saya akan berusaha membahagian istri saya "...
^^^Balas dokter Arfan yang tertawa, seakan ia telah memenangkan pertempuran.^^^
^^^" Alhamdulillah, Kalau begitu saya pamit dulu Nay, Arfan "^^^
A Hisyam yang lanjut dengan berdiri.
" Kenapa buru buru sekali Mas, Enggak makan dulu? Nanti saya temeni deh "
^^^ucap dokter Arfan yang tertawa puas.^^^
^^^" Terimakasih tawaran nya. Saya sudah makan " jawab A Hisyam yang kembali menatap ku sambil berkata.^^^
__ADS_1
..." Tadi Aa titip kan kado di Syava "...
..." Makasih banyak, A "...
balas ku diakhir senyuman.
..." Nay, Arfan saya pamit kalau gitu "...
..." Assalamualaikum "...
^^^ucapnya yabg berpamitan pergi.^^^
..." Waallaikumssalam "...
balas ku serempak dengan Dokter Arfan
Sedari pagi tamu undangan selalu bertangan ke rumah. Walaupun hanya resepsi sederhana, keluarga yang sedang ada di rumah, mereka semua sibuk termasuk Nabila dan Syava yang sedari pagi tadi menerima banyak bingkisan dari tamu yang hadir diacara resepsi hari ini.
Begitu juga aku dan Dokter Arfan yang sedari tadi menyalami para tamu yang hadir.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
^^^[ Selesai Acara Akad ]^^^
Malam hari [ Pukul 10.00 Malam ]
^^^🌚🌚🌒^^^
Semua orang yang sedari tadi sibuk membantu acara resepsi pernikahan ku, kini sedang beristirahat begitu juga dengan Nabila, Caca dan Blue. Begitu juga Syava yang masih setia menemani ku sampai malam.
__ADS_1
^^^Sudah tidak ada pembatas ataupun jarak yang melarang ku jika ingin menatap mu.^^^
Aku melihat wajah dokter Arfan yang ternyata memang begitu tampan, tidak heran jika Syava selalu antusias jika melihat wajah nya, sepanjang melihat dokter Arfan aku tidak menemukan guratan lelah di wajah nya, yang tengah asik mengobrol dengan Abah dan para tetangga yang berdekatan dengan rumah ku.
^^^Begitu tampan, jika melihatnya tertawa, becanda gurau dengan mereka semua tidak terasa bibir ku yang ikut tersenyum menatap wajah nya.^^^
Seketika dia tahu, kalau sedari tadi aku menatapnya, ia pun menoleh menatap ku.
^^^Dengan cepat aku menundukkan wajah ku yang malu karna ketahuan terlalu lama menatap wajah dokter Arfan.^^^
Aku memalingkan pandangan dan melihat jam yang ada di dinding. Sudah menunjukan pukul 10.00 malam.
^^^Begitu pun dengan para tetangga ku yang kini berpamitan untuk pulang. Abah yang di temani dokter Arfan kini berjalan untuk masuk kedalam rumah dengam kursi roda yang di dorong oleh dokter Arfan begitu juga, Syava, Caca, Nabila dan Blue yang ikut masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.^^^
" Nay, bingkisan kado dari para tamu sudah aku simpan di kamar kamu "
katanya yang di bantu oleh Caca yang sedari tadi sudah membawakan semua bingkisan ke dalam kamar.
..." Iya Syav, makasih banyak ya "...
^^^balas ku diakhir senyuman.^^^
..." Kalau gitu aku pamit duluan ya "...
ucapnya yang kini berpamitan dengan ku dan dokter Arfan.
^^^" Iya Hati hati ya Neng Syava, Sekali lagi Abah teh Terimakasih "^^^
ujar Abah.
__ADS_1
Syava berjalan ke ruang tamu dimana Abah dan Ummi yang ada di ruang tamu.
^^^Tidak lupa juga berpamitan dengan dokter Arfan dan Nabila yang sedang duduk di kursi ruang tamu. Setelah berpamitan dengan seluruh keluarga, dia berlalu menaiki sepeda motornya.^^^