Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 79 ]


__ADS_3

" Mas nanti siang, bolehkan kalau nanti aku


nganterin kamu bekal makan siang ke Rumah Sakit untuk kamu "


^^^tanya ku. ^^^


" Boleh sayang, Tapi perginya diantar sama Pak Tarno ya "


Pintanya dan aku mengangguk setuju sambil tersenyum.


^^^Sementara itu Mama Ayu yang tidak sengaja mendengar percakapan ku bersama Mas Arfan hanya memberikan senyuman sinis.^^^


..." Assalamualaikum, Sayang " ...


pamitnya sambil melambaikan tangan pada ku dan aku membalasnya dengan senyuman.


" Waalaikumsalam Mas, Hati hati dijalan "


Setelah itu Mas Arfan masuk kedalam mobil berjalan mengendari Mobil sport berwarna putih yang kemudian berlalu pergi.


Setelah mengantar Mas Arfan, Mama Ayu berjalan duluan memasuki rumah. aju dan Mama Ayu pagi itu berjalan untuk mengantarkan Papa Fajar dan Mas Arfan.


Setelah kepergian mereka Mama Ayu enggan untuk menatap ku dan memutuskan berjalan terlebih dahulu untuk masuk diikuti dengan ku yang masuk. Aku melihat Mbok Jum yang mulai membereskan meja makan, Sudah tidak ada lagi Omah dan Nabila.


Kegiatan ku sepanjang hari hanya membantu Mbok Jum untuk bersih bersih dan masak di dapur hingga tidak terasa jam dinding menunjuk pukul 11.00 Siang.


^^^' Aku harus segera membersihkan diri. Sebentar lagi jam makan siang Mas Arfan '^^^


Setelah selesai memasak untuk makan siang Mas Arfan serta seluruh keluarga, Ketika hendak menaiki anak tangga menuju kamar untuk membersihkan diri sembari menunggu azan zuhur.


..." Nayla " ...


seseorang memanggil nama ku. Kemudian aku menoleh pada asal suaru itu. Aku melihat ternyata Omah Ratna memanggil ku.


..." Iya, Omah kenapa? " ...


tanya ku sambil menhampiri Omah Nayla.


" Sini temeni Omah bersantai di pinggir kolam renang, yuk "


ajak Omah Ratna.


^^^" Boleh Omah, tapi sebelum itu Nay membersihkan diri ku seharian sudah membantu Mbok Jum membersihkan rumah dan sebentar lagi juga azan Zuhur " ^^^


jelas ku dengan lembut.


Omah Ratna megangguk sambil tersenyum.


" Kalau gitu Omah tunggu ya, Kamu nanti nyusul "


^^^perintah Omah Ratna yang kemudian beliau berjalan menuju Kolam renang sementara aku kembali ke Kamar. ^^^


Setelah usai Shalat zuhur, Aku berjalan menuju kolam Renang untuk menyusul Omah Ratna, sampainya di kolam renang aku bisa melihat Omah Ratna yang sedang bersantai di pinggir kolam renang, duduk disebuah bangku sambi membuka setiap halaman yang ku tahu itu adalah album keluarga, tampa membuang waktu aku berjalan menghampiri Omah Ratna.


" Nayla, Ayo sini. Omah mau tunjukin kamu foto Arfan sewaktu kecil "


Lantas aku duduk di samping Omah, Lalu Omah membuka setiap album menampilkan beberapa Foto Mas Arfan sewaktu dia bayi, semasa anak anak, remaja, sampai Dewasa. Sembari membuka setiap jengkal album masa kecil Mas Arfan senyum ku terukir indah.


^^^" Nay, kamu tau gak. Omah tuh paling suka liat foto Arfan ketika Arfan berumur 3 tahun " ^^^


Tunjuk Omah, seorang anak kecil memakai topi abu abu gelap, Lalu kaos putih dengan bawahan celana jeans biru memakai sepatu yang senada dengan warna topi.


Pada Foto itu terlihat wajah chubby Mas Arfan terlihat sangat menggemaskan.


..." Mas Arfan lucu banget, Omah "...


..." Nay gemes sendiri " ...


ujar ku sambil tertawa.


" Sedari Arfan kecil, anak itu begitu aktif, lucu dan juga pintar. Dulu sewaktu kecil Arfan selalu ikut kemana pun Opah pergi. Tapi sayang "


^^^Omah menjeda, seketika wajah Omah berubah menjadi sedih. ^^^


..." Tapi kenapa Omah? " ...


tanya ku.


" Tapi sayang, Opah Arfan telah pergi duluan sebelum dia melihat cucu kesayangan nya menjadi seorang dokter. Opah meninggal saat Arfan masih kuliah "


^^^cerita Omah. ^^^


" Kalau Nay boleh tau, Apa dulu Opah Mas Arfan juga seorang Dokter Omah? "


^^^Detik selanjutnya Omah menghela nafas sejenak dia kemudian berkata. ^^^


" Opah Arfan bukan dari kalangan medis, tapi Opah Arfan seorang CEO Pemilik dari Perusahaan yang sekarang dikelolah oleh Fajar papa Arfan tapi Ayu bersikukuh agar Arfan Kuliah mengambil kelas Manajemen Bisnis agar bisa menjadi pewaris dari perusahaan Opah Arfan . Akan tetapi sedari Arfan kecil. Opah dan Omah Sudah melihat cita citanya yang ingin menjadi seorang dokter dan setelah itu Opah melarang Papa Fajar untuk tidak memaksakan apa yang diinginkan Arfan hingga akhirnya Arfan masuk di Fakultas Kedokteran "


^^^Jelas Omah. ^^^


" Omah, sampai saat ini Nay juga enggak nyangka bisa dapet suami seperti Mas Arfan lelaki yang baik dan seorang Dokter berprestasi " balas ku pada Omah.

__ADS_1


^^^Pada saat itu Omah tersenyum melihat ku, dia berkata.^^^


" Tidak ada yang tidak mungkin, Seperti sekarang Omah bersyukur bisa dapet menantu sebaik dam sesoleha kamu. Kita tidak bisa bahkan tidak boleh menilai seseorang dari status pekerjaan atau Jabatan seperti apa. Karna didunia ini kita sesama manusia memiliki jabatan yang sama dimata Allah, Yaitu sebagai seorang hamba "


^^^jelasnya di akhir senyuman sambil mengelus pipi ku.^^^


" MasyaAllah, Omah. Nay bersyukur banget bisa ketemu sama Omah "


jawab ku sambil menggenggam tangan Omah.


Kemudian aku melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul satu siang.


^^^Sontak membuat ku berdiri, berpamitan dengan Omah. ^^^


" Omah, Nay Izin dulu. Nay udah telat nganterin makan siang ke Rumah Sakit untuk Mas Arfan. Gak apa apa kan Omah, Kalau Nay tinggal "


^^^Ujar ku pada Omah Ratna. ^^^


Omah tersenyum kemudian berkata.


" Omah sudah biasa kalau harus sendirian dirumah, sebaiknya kamu antar kebal untuk cucu Omah "


sambil berjalan mengantar ku.


" Omah, jangan lupa untuk nanti minum obat setelah itu istirahat saja di kamar "


^^^Ucap ku. ^^^


Sebenarnya aku tidak tega jika harus meninggalkan Omah sendirian dirumah, Walaupun ada Mama Ayu dirumah tapi aku tidak pernah melihat Mama Ayu menemani Omah dirumah untuk sekedar mengobrol atau pun tertawa bersama.


Setelah semua bekal makan siang sudah siap. Aku yang ditemani oleh Omah keluar menuju halaman depan untuk mencari Pak Tarno. Supir rumah ini, Namun sama sekali tidak melihat dimana geranggan Pak Tarno berada.


" Kamu kerumah Sakit, diantar sama Pak Tarno aja ya, Nay "


^^^ucapnya.^^^


..." Iya Omah " ...


..." Nah itu Pak Tarno " ...


tunjuk Omah ke arah Pak Tarno yang sedang duduk di pos Satpam bersama Pak Darman sambil meneguk secangkir kopi hitam.


..." Pak Tarno " ...


^^^panggil Omah, kemudian Beliau menghampiri kami. ^^^


..." Iyah Omah, Ada yang bisa saya bantu? " ...


Tanya Pak Tarno sedikit membungkukan tubuhnya.


Belum sempat Omah berbicara dengan Pak Tarno Mama Ayu sudah lebih dulu memotong omonggan Omah Ratna.


" Tapi Hari ini saya ada Acara di luar, Jadi Nayla pergi sendiri saja "


^^^sahut nya yang berjalan dari belakang. Aku dan Omah menoleh tampa bergeming^^^


Wanita paruh baya itu kembali mengoceh.


" Kalau saya panggil kamu harus cepet dateng! Bukan saya yang harus berjalan nyamperin kamu! Kamu disini tuh kerja di gaji bukan santai sambil minum kopi "


^^^oceh Mama Ayu.^^^


" Maaf Omah, saya harus anterin Nyonya dulu "


balas Pak Tarno tertunduk yang kemudian berjalan menuju mobil.


" Tidak bisa, Ayu kamu tidak bisa berlaku semena mena. Saya duluan memanggil Pak Tarno untuk anterin Nayla ke rumah sakit "


^^^ucap Omah dengan sedikit meninggi. ^^^


Mama Ayu yang merasa di bentak oleh Omah Ratna, dia menoleh menatap ku dengan tatapan tidak suka.


^^^" Nayla, Kamu bisa pesen Taxi Online. Hari ini Mama mau pergi arisan dan ini penting! "^^^


" Kenapa bukan kamu saja yang pesen Taxi Online "


^^^Jawab Omah yang membela ku. ^^^


" Enggak bisa Mah, Aku udah telat dan sekarang bukan saat nya untuk berdebat hal seperti ini "


^^^" Pak Tarno ! Ayo cepet anter saya! Udah telat ini ! " ^^^


bentak Mama Ayu yang kemudian Mama Ayu berjalan ke arah mobil.


Lantas Pak Darman membuka kan gerbang membiarkan Mobil yang di bawa Oleh Mama Ayu berjalan pergi. Sementara aku mengusap punggung tangan Omah.


" Udah Gak Papa Omah, Nay bisa naik Taxi Online aja "


^^^Ucap ku dengan lembut. ^^^


" Omah peseni kamu Taxi online dulu, tunggu sebentar "

__ADS_1


ucap Omah Ratna. Tidak berselang lama.


^^^Taxi Online yang dipesan oleh Omah sudah datang.^^^


..." Omah, Nay pamit " ...


Jawab ku sambil mencium tangan Omah kemudian berlalu pergi.


...🏢🏢 RUMAH SAKIT JAKARTA PUSAT🏢🏢...


Sesampainya dirumah sakit, Memasuki Koridor pertama aku langsung menanyakan dimana ruangan Mas Arfan pada Resepsionis yang sedang berjaga. Setelah diberitahu dimana ruangan Mas Arfan segera menuju ruangan Mas Arfan.


Saat aku menyusuri setiap kooridor rumah sakit. Aku tidak sengaja berpapasan dengan seorang ibu paruh baya menggendong bayi laki laki berumur 4 bulan sedang menangis dalam gendonggan. Sejenak aku menghampiri ibu tersebut.


..." Assalamualaikum, Ibu "...


..." Dede bayinya lagi sakit ya, bu? " ...


aku yang bertanya dengan selembut mungkin.


Lalu tampa menduga, Tiba tiba saja Air mata ibu itu mengalir membasahi kedua pipinya.


" Ini bukan anak saya Mbak, melainkan ini cucu saya. Ibu nya sedang sakit parah dan dokter sedang menanganinya "


^^^" Innalilahi, Tapi si dede sebelumnya udah ketemu kan sama ibu nya? " ^^^


tanya ku yang ikut khawatir.


" Belum, Saya baru saja sampai mendengar kabar jika kondisinya semakin buruk. Dokter sedang menangani nya di dalam di temani oleh suami yang tidak lain adalah anak saya, mbak "


^^^jelas ibu itu sambil terisak. ^^^


Aku yang melihat bayi itu merasa kasihan sedari tadi dia tidak berhenti menangis.


..." Bu, Apa saya boleh menggendong nya? "...


lalu ibu itu menggangguk kemudian menyerahkan bayi itu untuk ku gendong. Sementara tupperware yang ku bawa, Ku letakan di kursi tunggu.


Aku menatap wajah bayi itu sambil tersenyum, Menimang nimangnya sembari mengelus pucuk kepala nya sambil menyenandungkan shalawat.


^^^Lau kanna bainanal habib ^^^


^^^Ladannal - Qasi wal - Qorib^^^


^^^Min thoibatin Qablah - maghrib^^^


^^^Tholiban Qubal habib^^^


^^^Birqurbihin - ***** tathib^^^


^^^Wa tad'ullah fa yujib^^^


^^^Anwaru thaha la taghrib^^^


^^^Ballighnali qahu ya mujib^^^


Pelan pelan tangisan dari bayi itu menghilang hanya terdengar isakan. Aku melanjutkan shalawat sambil menepuk nepuk bagian bawah dengan lembut.


^^^Hudakal kaunu rahib^^^


^^^Rahmatal hadil qarib^^^


^^^Haduthuka nahurul azib^^^


^^^Jiwarukal ghusnur ratih^^^


^^^Fadathka ruuhi ya habib^^^


^^^Muhammadun mukrimal gharib^^^


^^^Bikurbika ruhu tathib^^^


^^^Ya rahmatal lila'lamin^^^


^^^Ya habibi ya muhammad^^^


^^^Ya habibi ya mumajjad^^^


^^^Anta zul - fadhil muayyad^^^


^^^Jalla man solla a'laik^^^


" Terimakasih banyak, Mbak. Cucu saya sekarang sudah tertidur pulas "


^^^ucap ibu itu terlihat tenang. ^^^


Aku ikut tersenyum ketika melihat bayi itu sudah tertidur lelap, lalu aku memberikan kembali bayi yang sedari tadi ku gendong pada nenek nya.


..." Sayang "...


Sebuah panggilan, memanggil nama ku. Setelah aku mengembalikan bayi itu dalam gendonggan sang nenek. Aku menoleh dari mana asal suara itu. Ternyata Mas Arfan berjalan menghampiri ku.

__ADS_1


..." Mbak ini ternyata istri Dokter Arfan? "...


Tanyanya yang begitu kaget melihat dokter Arfan kini menghampiri ku.


__ADS_2