Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman -6 ]


__ADS_3

^^^Setelah selesai mengajar di Rumah Senja aku memutuskan untuk pergi ke puskesmas menemui Syava. ^^^


Beberapa minggu ini Syava tidak mengajar di rumah Senja karena ia sedang praktik kebidanan di puskesmas. Tapi tidak jadi masalah untuk ku dan A Hisyam. Menjadi seorang bidan adalah cita cita Syava sejak dulu. Aku dan A Hisyam sangat banga kepadanya.


Ngomongi soal A Hisyam setelah selesai mengajar di Rumah Senja beliau pergi mengajar ke pondok pesantren Al- Kausar yang ada di desa ini juga. Pemilik Pondok Pesantren tersebut tidak lain adalah ayahnya. Kyai Abdullah.


🚲🚲🚲🚲🚲🚲🚲🚲🚲🚲🚲🚲🚲


Tidak berselang lama, 30 menit jarak yang aku tempuh dengan mengkayuh sepeda milik ku.


Aku sampai di puskesmas.


Lantas aku meletakkan sepeda terlebih dahulu di depanhalaman puskesmas segera menemui Syava. Menuju kantin, sebelumnya kami sudah membuat janji untuk bertemu hari ini di puskesmas.


...β€œ NAYLA !! ” ...


Teriak Syava dengan melambai lambaikan tanganya ke arah ku.


Aku tertawa geli melihat sikap nya. Dari dulu Syava tidak pernah berubah, suara khasnya yang cempreng, dia menyandang predikat sahabat wanita ter’bawel dan cerewet diantara kita. Tapi dibalik itu semua. Dia memiliki jiwa keibuan. Terbukti dengan dia yang sangat menyukai anak kecil.


...β€œ Hust... Masa calon bidan teriak teriak? ”...


...β€œ Gak malu kamu tuh di liatin? ” ...


^^^ucap ku yang tertawa geli sembari menarik kursi yang ada disamping ku. Duduk berhadapan dengan nya.^^^


...β€œ hahaha....iya iya maaf ” ...


^^^Ucap Syava yang terkekeh. Di menit selanjutnya dia berkata.^^^


β€œ Cie..... uhuy sekarang mah kalo ngajarnya berduaan terus sama A Hisyam. Ati ati takut cinlok nanti ”


...β€œ Apaaa si Va. Ya enggak lah ”...


β€œ Bisa aja lho Nay. Kamu kan sama A Hisyam tuh cocok banget. Sama sama cantik dan ganteng ”

__ADS_1


^^^Aku yang mendengar perkataan Syava pun tertawa.^^^


...β€œ Ahahah..... kamu ini lagi melawak? ”...


^^^β€œ Yee..ini budak kalo dibilangi malah ketawa. Serius atuh Nay, kamu itu cocok sama A Hisyamn”^^^


β€œ Ngaco kamu Va. A Hisyam itu teman kecil aku, udah aku anggap seperti kakak kandung ku sendiri ”


^^^Tampa membalas perkataan ku Syava mengganti topik cerita.^^^


β€œ Oh ya Nay, Aku tadi ketemu Dokter muda asal Jakarta. Dia itu lagi tugas dinas di puskesmas ini. Postur tubuhnya tinggi, kulit putih dan hidung yang mancung ”


...β€œ Masyaallah Nay. Ganteng pisan ” ...


^^^Ucap Syava yang sambil memegng kedua pipinya.^^^


β€œ Awas. Hati hati entar zina mata terus berubah menjadi zina fikiran bahaya tau ”


Ucap ku yang mengingatkan dia.


ucap Syava sembari menepuk nepuk jidatnya.


...β€œ DOMUGA teh naon? "...


...[ Domuga itu apa?]...


tanya ku yang bigung.


β€œ Dokter Muda Ganteng hehehe.. ”


^^^Ucap nya dengan cengigisan.^^^


...β€œ Ngaco kamu Va ! aya aya wae ” ...


...[Ngaco kamu Va ! ada ada saja]. ...

__ADS_1


balas ku yang ikut tertawa.


^^^β€œ Nay, aku pesen makan dulu ya. Kamu tunggu disini ! ”^^^


β€œ Emm.. Aku mau toilet sebentar ya ”


...β€œOke ”...


^^^Aku bergegas pergi menuju toilet.^^^


🚾


...Saat hendak berjalan menuju toilet. Seseorang menabrak ku dari arah belakang. Aku berbalik badan menoleh dan melihat ke arahnya, ternyata seorang Dokter....


β€œMaaf ya Mbak saya enggak sengaja”


^^^Ucapnya sembari menangkupkan kedua tangan di depan dada.^^^


Aku yang melihat sekilas ke arah Dokter tersebut. Perawakan yang dia miliki seperti sama dengan ciri ciri Dokter Muda yang Syava ceritakan padanya. Tubuh yan tinggi, kulit putih, hidung mancung.


...β€œ Astagirullah ”. ...


Aku dengan cepat menundukkan pandangan.


...β€œ Mbak. Enggak papa kan? ” ...


tanyanya pada ku.


...β€œ Permisi ”...


Aku yang mempercepat langkah ku berjalan meninggalkan Dokter Muda itu dan segera masuk kedalam toilet.


Entah kenapa jantung ku tiba tiba saja berdegup kencang setelah melihat Dokter Muda tadi. Aku dengan cepat menggelengkan kepala dan berkata di dalam hati


...πŸ†™...

__ADS_1


...⬇...


__ADS_2